Berkaca pengalaman pribadi, hati-hati saat membonceng anak

Pagi masbro..

Buat yang sudah berkeluarga dan punya anak, ‘ritual’ membonceng anak alias mengantar entah itu sekolah atau keperluan lain adalah hal yang jamak

Termasuk saia yang rutin berbagi tugas dengan istri, antar anak sekolah. Membonceng berangkat sekolah sembari berangkat kerja

Ada sebuah pengalaman yang akhirnya sempat merubah kebiasaan berkendara saia. Yaitu, ketika momen si sulung, yang saat itu masih SD kira-kira umur 11 tahunan bertanya saat saia antar sekolah seperti biasa pagi itu

Sebenarnya, pertanyaan-nya sih terkesan biasa saja. “Yah, mesin motornya bermasalah ta?” Keadaan saat itu memang saia berkendara rada santai, kalau nggak bisa dibilang pelan. Spontan saia jawab, “Lho.. nggak ii le, nggak rusak kok. Kenapa?” sambil balik bertanya

Eh, dijawab lagi sama nih bocah, “Nggak, kok jalannya pelan, kan biasanya rada cepet, sat-set wussss”. Makjleb… astaga (ngebut)

Rasa ingin seketika memukul kepala sendiri deh.. berarti, selama ini, meski memang saia akui kesalahan saia, karena kadang jalanan kurang bersahabat, sedikit ngebut atau zigzag pas antar sekolah saia lakoni demi nggak terlambat sampai sekolah.

Dan hal ini ternyata tertanam di memori anak saia..duh. Semenjak itu, menjadi titik balik saia pribadi, merubah cara berkendara menjadi lebih santai dan hati-hati. Sikap cari aman saat berkendara ini berusaha keras saia praktekkan konsisten saat berkendara bersama anggota keluarga, supaya nantinya menjadi contoh bagi mereka saat berkendara sendiri.

Saat ini anak sulung saia sudah SMK, dan sudah lumayan lancar berkendara sepeda motor di area kampung tempat tinggal saia. Sengaja nggak saia perbolehkan ke jalan raya sih, karena segi usia yang belum waktunya memiliki SIM, masih 16 tahun. Dan saat berkendara pun sering saia dampingi, mengajari serta menilai cara berkendara si bocah ini. Dan syukurlah, pengalaman yang dulu sering saia bonceng rada ngebut nggak dicontoh 😆

Terbayang kan, kalau suah tertanam di mindset-nya kalau motoran tuh boleh ngebut sembarangan? Apalagi, memang daya ingat anak relatif kuat dalam mengingat sebuah kebiasaan, terutama yang dilakukan orang tua. Salah satunya saat berkendara. Jangan sampai deh, yang tertanam dalam ingatannya adalah hal yang kurang baik

Yuk, mulai dari yang paling dekat, keluarga, tanamkan kebiasaan #cariaman. Nggak sekedar aman dan selamat saat berkendara, namun juga memberikan ingatan kepada anak-anak, kebiasaan berkendara yang aman seperti apa. Sehingga, saat mereka dewasa dan berkendara sendiri, ingatan masa kecil cara berkendara aman yang orang tua lakukan akan terus terbawa

Semoga berguna

Leave a comment