Sistem choke otomatis di skutik Honda, IACV namanya

Pagi masbro..

Buat pengguna sepeda motor, apalagi yang senior (baca : berumur) , pasti ngeh dan paham yang namanya CUK. Bukan umpatan, namun istilah akrab dari benda yang nama slinya CHOKE.

Choke ini, kalau dulu di jaman motor masih pakai karburator, adalah tuas untuk menutup sebagian atau seluruh kupu-kupu pada karburator, sehingga menutup pasokan udara ke karburator.  Biar apa? Supaya mesin mudah menyala, karena campuran bahan bakar lebih kaya, nggak kebanyakan udara/angin

Choke familiar dipakai saat pagi atau awal menghidupkan mesin, supaya mesin gampang nyala, nggak bolak-balik diselah. Capek tau, apalagi yang belum pakai starter elektrik. Kalau mesin sudah menyala stabil, ya kisaran 30 detik lebih, baru deh choke dimatikan. Nah di era skuter matik, apalagi jaman sekarang yang sudah pada pakai sistem injeksi, sistem choke ini masih dipakai lho. Hanya, nggak lagi manual pengoperasiannya, namun lebih pintar karena otomatis aktif saat mesin dihidupkan.

DI skuter matik lansiran Honda, ini fitur namanya IACV, singkatan dari idle air control valve. Si IACV ini, menempel pada TB – throttle body, yaitu piranti pemasok bahan bakar pengganti  karburator. Piranti ini sejatinya merupakan katup pengatur pasokan udara ketika mesin langsam/stasioner/idle, kalau diterjemahkan harfiah dari arti namanya.

Siste, kerja IACV ini pintar, karena bekerja berdasarkan masukan dari sensor lain, yaitu sensor pembaca suhu mesin.  Ketika terbaca suhu mesin masih dingin, maka sistem akan memerintahkan ECM untuk menaikkan putaran mesin/rpm dan mengaktifkan IACV. Dan juga sebaliknya, jika terbaca  suhu mesin telah memenuhi syarat sesuai setting alias layak untuk digunakan, maka sistem memenrintahkan ECM untuk menurunkan putaran mesin ke kondisi idle/langsam dan menonaktifkan IACV.

 

IACV prinsipnya adalah sebuah katup yang kerjanya seperti selenoid.  Ketika si IACV aktif, katup masuk kedalam dan memberi jalan udara untuk menuju ke ruang bakar. Ketika mesin sudah panas dan siap di gunakan, sesuai perintah ECM, maka katup IACV akan menonjok keluar dan menutup saluran udara. Pada kondisi langsam, saluran udara utama pada mesin injeksi tertutup rapat oleh katup kupu-kupu. Buka-tutupnya, akan dikendalikan oleh putaran selongsong gas

Sederhana ya? Namun cerdas…makanya, saat menyalakan mesin skutik Honda, pasti, awalnya putaran mesin akan meninggi beberapa saat. Setelah suhu mesin meningkat, dan sesuai settingan ECM, maka secara otomatis putaran mesin akan turun sampai ke putaran langsam, yang biasanya di angka 1.500 rpm – 1.800 rpm.

Terbukti memang, teknologi makin memudahkan kita, nggak repot saat memanaskan mesin, hehehehe. Eh iya, piranti IACV berikut TB pada motor injeksi Honda ini juga tetap perlu dirawat lho ya..makanya, jangan lupa untuk rutin service dan membersihkan TB agar pasokan bahan bakar ke mesin tetap sehat.

Semoga berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s