Posisi kaliper cakram belakang, atas vs bawah

Pagi masbro..

Motor jaman sekarang, sudah sepantasnya, eh, sewajarnya, dilengkapi dengan rem cakram belakang. Nah, umumnya nih, yang paling banyak ditemui, kaliper belakang versi pabrikan alias orisinal, punya posisi yang sama di banyak merek. Yaitu kalipernya berposisi diatas. Bingung dengan posisi kaliper diatas? Ya macam rem cakram bawaan motor itu lho

Posisi kaliper rem belakang, memang bisa dipasang dengan 2 pilihan posisi kaliper. Yaitu diatas, persisnya diatas lengan ayun, atau dibawah. Kaliper dibawah, sedikit kurang lazim dan jarang ditemui di motor standar harian pabrik. Gegaranya, virus dari motor balap, macam pacuan MotoGP atawa Superbike yang pasang kaliper nggak diatas sebagaimana lazimnya, namun dibawah.

Alhasil, nongol juga produk variasi yang menyediakan dan menjual dudukan kaliper belakang model bawah. Kalau dari tampilan sih, pemasangan kaliper di bawah, lebih membuat tampilan bersih alias resik dan klimis. Posisi cakram belakang lebih terekspose dan terlihat jelas, nggak tertutup kaliper. Walhasil, kalau yang pakai cakram mahal dan bagus, apalagi berwarna-warni dan merknya ngetop, bisa tersalurkan hasrat pamernya.

Kalau dihitung-hitung sih, apa saja kelebihan dan kekurangan posisi kaliper belakang ini? Yuk, kita bikin listing yaaa…

 

KALIPER DI BAWAH

  1. Rem lebih pakem dan respon lebih spontan. Cocok untuk balapan. Ini karena posisi kaliper di bawah, sehingga fluida, alias cairan atau minyak rem, lebih mudah mengalir ke bawah laiknya gravitasi, Alhasil, begitu ditambah tekanan dari master rem yang ditekan, tekanannya makin bertambah kuat
  2. Cocok diaplikasikan pada motor dual shock, karena tidak terlalu makan tempat. Ruang yang terbatas karena ada sokbreker ganda, yang nggak memungkinkan menyelipkan kaliper, sehingga dipindah ke bawah adalah opsi yang masuk akal
  3. Kaliper jadi mudah aus dan bergeser, karena penahan kaliper kurang kuat. Penahan kaliper bawah, kerjanya jauh lebih berat karena menahan kaliper ditempatnya saat melakukan pengereman. Karena putaran roda yang searah jarum jam, sehingga gaya tarik roda besar dan membebani , karena seolah-olah kaliper tertarik mengikuti putaran roda
  4. Membutuhkan perawatan ekstra, karena sisa gesekan kampas cakram selalu jatuh ke dalam celah kaliper.
  5. Kaliper rawan berbenturan dengan tanah atau jalanan. Karena posisinya di bawah, sehingga rentan saat melintasi jalan tak rata atau berbatu
  6. Selang minyak rem jadi lebih panjang, karena letak kaliper di bawah.

 

KALIPER DI ATAS

  1. Rem tidak seberapa respon, karena rem tidak se-spontan dibanding dengan kaliper di bawah. Cocok untuk motor harian.
  2. Cocok diaplikasikan untuk motor mono shock, karena pemasangan kaliper lebih bebas.
  3. Kaliper terpasang lebih kuat.
  4. Tidak membutuhkan perawatan ekstra, karena sisa gesekan kampas cakram langsung jatuh ke tanah. Sehingga tidak mengotori kolong kaliper.
  5. Kaliper aman dari benturan dengan tanah, karena posisi kaliper di atas.
  6. Selang minyak rem jadi lebih pendek dibandingkan dengan kaliper di bawah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s