Impresi Harian Yamaha XSR 155 (2) : Performa asik, BBM irit

Pagi masbro..

Melanjutkan impresi Yamaha XSR 155 tempo hari nih. Ini motor, memang nggak sekalem dan seklasik modelnya. Maklum, dapur pacunya memang kekinian. Adopsi sebongkah mesin 155cc injeksi, dengan VVA, 6 percepatan serta slippery clutch yang basisnya dari motorsport R15 VVA.

Responsif, bener banget. Menarik roda gambot dengan ban tebal 140 dibelakang, enteng saja. Melepas tuas kopling, tenaga langsung terasa memutar roda belakang dengan spontan. Bahkan, iseng, bisa burn-out dengan gampang loh :mrgreen:

Putaran bawah responsif, sementara putaran atas, juga bertenaga dengan aktifnya VVA pada rpm 7000 keatas.

Saat jajal kecepatan maksimal tiap gigi persneling, saia hanya berani pada posisi gigi 1, 2 dan 3 saja. Posisi persneling 1, mampu meraih kecepatan maksimal di angka 46 kpj pada panel spidometer dan sampai dicekik limiter rpm. Sementara, gigi 2 mencapai 68 kpj dan terakhir, gigi persneling 3 di angka 98 kpj.

Coba jajal kecepatan riil melalui aplikasi berdasar GPS di handphone, sedikit beda. Gigi persneling 1 maksimal 42 kpj, gigi 2 mendapat 64 kpj dan gigi 3 92 kpj. Hmm..kenceng juga ya. Satu yang gagal saia lakukan, yaitu uji dynotest. Terbentur waktu pinjam, hehehehe

Usai betot-betotan, menjelang akhir pekan itu saia ajak jalan ke pinggiran Malang. Melintasi jalan aspal mulus di tengah kota, hingga jalan yang kurang mulus di pinggiran. Terasa bedanya. Suspensi USD si XSR 155, sedikit terasa lebih kaku saat libas jalan kurang mulus. Lha kalo di aspal mulus, enak tenan. Bahkan, dibuat nikung miring yang katanya, ala anak-anak cornering, enak. Sedikit di luar ekspektasi soal ban. Dengan ban model dual purpose yang batikan atau kembangannya kasar banget, ternyata punya cengkeraman lumayan bagus tuh. Padahal, batin saia rada ngeri dibuat rada miring, takut selip. Maklum, wong ndeso, gak pernah jajal ban IRC model itu, hehehhe. Ah, jadi pingin ganti nih, buat sepatu si bleki…cessss

Perasaan, memang lebih pas buat wira-wiri di perkotaan nih XSR. Tongkrongan gaul, mesin oke. Dan akhirnya, saatnya ukur konsumsi BBM. Sebelumnya, seperti biasa, saia pakai metode full to full serta me-reset odometer, eh, tripmeter dulu ke titik nol.

Meski sudah ada pengukur konsumsi BBM rata-rata di dasbor, tetap saia lakukan cara manual ini. Digunakan seharian dengan berbagai kontur jalan dan cara berkendara, saat mampir ke SPBU memenuhi kembali tangki, dibutuhkan sekitar 2,2 liter Pertamax 92 untuk kembali penuh hingga mulut tangki.

Dihitung secara sederhana,  jarak ditempuh 137 km, dan BBM 2,2 liter

Ketemu angka 62,6 km/liter. Sementara, indikator konsumsi BBM rata-rata alias average di dasbor, menunjukkan angka 48,5 km/liter. Hmm.. selisih bisa jadi karena berbagai faktor sih. Yang jelas, hemat alias irit banget buat motor laki 150cc konsumsi BBM-nya segitu

Malam menjelang saat pulang. Kok ya pas ya, belum dokumentasi gimana pencahayaan lampu LED di Yamaha XSR 155 ini. Dan ternyata, ini hasilnya, saat lampu dekat maupun lampu jauh

Terang pakai banget yaa…Apalagi lampu jauh, alias dim alias hi-beam. Super terang dan asyiknya, rada tinggi. Bermanfaat saat memberi kode mau menyalip kendaraan didepan, pasti terpantau dan pasti diperhatikan. Tetap jaga etika dan keselamatan ya…jangan manjer alias menyalakan lampu jauh terus-menerus. Silau tau…seperlunya saja

So..inilah akhir impresi Yamaha XSR 155. Menurut saia, gimana? Overall, oke untuk motor kelas sport 150cc. Desain Neo retro, yang tinggal pakai saja, nggak perlu modifikasi. Penyuka kelas ini, memang rada segmented , jadi ya populasi nih motor nggak bakal bejibun laiknya skutik. Keren, dan kekar. mesin bertenaga, dan asyiknya, irit BBM nih.

Monggo disimak channel youtube saia disini yak..

Meski begitu, ada beberapa  catatan pribadi saia. Soal penempatan tombol dim/passing lamp yang kurang pas diraih jari tangan kiri saat berkendara adalah salah satunya. Knalpot yang suaranya kelewat halus rada kurang pas dengan tampilan fisik yang gahar. Dan juga, bentuk spion khas skutik Yamaha, yang pasti akan digusur dengan spion variasi retro bulat yang lebih pas dengan karakter bulat XSR 155.

Eh iya, satu lagi. Kunci kontak, belum dilengkapi auto shut penutup. Jadi, setelah mengunci setang, untuk menutup lubang kunci magnetnya, kudu diputar dengan gagang kunci kontak. Seandainya disamakan dengan varian lain, saat cabut kunci kontak pas mengunci setang, sekaligus langsung menutup lubang kunci magnet, bisa lebih praktis dan aman.

Semoga berguna

2 comments on “Impresi Harian Yamaha XSR 155 (2) : Performa asik, BBM irit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s