Tol Malang – Pandaan jadi harapan warga daerah penyangga wisata

Pagi masbro..

Buat yang sering wira-wiri Malang – Surabaya, apalagi pas weekend nih, pasti nggak asing deh dengan yang namanya kemacetan. Maklum juga sih, karena akses menuju Malang, baik dari arah Surabaya maupun dari Pasuruan, hanya bisa melintasi jalur Singosari, sebagai akses utama.

Setelah mencapai pertigaan alias simpang  3 Karanglo, barulah arus akan dipecah. Yang belok ke kanan menuju kota wisata Batu, sementara yang lurus masuk kota Malang. Beragam sumber kemacetan di jalur Purwosari – Lawang – Singosari coba diurai. Namun, memang masih padat. Terutama, arus kendaraan yang hendak menuju Batu pada akhir pekan. Karena itu, proyek jalan tol Malang – Pandaan yang sudah digagas bertahun-tahun silam, terbilang sangat dinanti warga Malang. Harapannya sih, memang proyek yang sejak tahun 2013 lalu hanya sekedar wacana, bisa beroperasi penuh pada tahun 2019.

Lha gimana, warga yang terdampak kemacetan karena arus lalu lintas, hanya dapat imbas macet, sementara tempat lain yang memperoleh keuntungan sebagai daerah wisata. Mumet kan?

Tahun 2018, pengerjaan jalan tol ini memang dikebut. Walhasil, saat hari raya Idul Fitri 2018 dan libur Natal serta tahun baru 2018, beberapa ruas tol bisa dioperasionalkan sebagian dan sementara. Rencana peresmian di awal 2019 pun sepertinya bakal molor, karena beberapa hambatan seperti pembebasan sisa lahan yang belum tuntas serta pengerjaan exit tol Karanglo yang bersinergi dengan rencana pembuatan underpass.

Banyak harapan masyarakat, terutama jalur macet (termasuk saia) di area Purwosari – Lawang – Singosari, bahwa bila sudah beroperasi resmi, tol Mapan (Malang – Pandaan) ini akan mengurangi beban jalan non tol. Lebar jalan yang tidak bertambah signifikan dengan kenaikan jumlah kendaraan pengguna, adalah sebab utama. Jadi, bisa jadi sih, nantinya, pengguna jalan akan ‘terpecah’ sebagian. Yang gak mau repot terjebak macet, akan memilih jalan tol meski dengan kompensasi bayar lebih. Menurut, lagi-lagi wacana, tarif tol Malang – Pandaan, dengan estimasi keluar di gerbang Karanglo, bakal kena biaya IDR 38.000 – 40.000.

Tol Mapan ini, menurut rencana bakal punya beberapa exit atau gerbang masuk/keluar. Antara lain di Purwodadi, Lawang, Singosari/Karanglo, Pakis/bandara serta kota Malang/Cemorokandang. Jadi, pengguna punya banyak pilihan, menyesuaikan kebutuhan tujuan.

Last, semoga saja, ini jalan bebas hambatan, mampu setidaknya mengurangi, kepadatan lalu lintas masuk dan keluar Malang. Pusing juga lho, kala ada keperluan penting ke kota Malang, dengan jarak yang hanya 18-20 km saja, bisa menghabiskan waktu 1 jam karena kemacetan. Lha gimana yang mau lahiran dan dirujuk ke RSSA, bisa brojol di jalan tuh

Semoga berguna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s