Impresi harian All New Yamaha X-Ride 125 (2-habis)

Pagi masbro..

Setelah mengamati sejenak tampilan Yamaha All New X-Ride 125 kelir merah properti PT RSSM , saatnya jajal nunggang nih. Skutik yang genre-nya ke arah maskulin ini, punya dimensi yang standar saja untuk ukuran skutik.

Punya tinggi 1.070 mm sementara tinggi joknya 760 mm. Dibandingkan dengan skutik sejenis, saia ambil contoh Honda Vario 110 FI punya nyonya (adanya itu sih) , hampir sama. Vario punya tinggi 1.091 mm dan tinggi joknya 734 mm. Lebih rendah X-Ride ya,ย  joknya?Demikian pula jarak terendah ke tanah, malah lebih rendah X-Ride di angka 135mm dibanding Vario 140mm. Sementara, kalau tampilan visual mata dari depan, lebih rendah X-Ride secara keseluruhan, nih coba amati kalau dijejerin sama Vario 110 FI.

Naik, posisi jok masih sangat mudah dijangkau, mengingat tinggi badan saia 181 cm ๐Ÿ˜† Nggak pantes bener-nya naik skutik ๐Ÿ˜† Kaki juga jelas, menapak sempurna ke tanah, malah bersisa alias menekuk. Sementara posisi setang, weh, enak nih. Model fatbar yang lebar, nyaman banget nih. Posisi tangan lebih lebar, berasa naik motor laki. Sementara, handling juga lebih ringan rasanya, buat belok-belokin setang. Sementara posisi dengkul, nggak mentok kok ke dek/sayap, dengan posisi duduk rada mundur di jok. Sisa sedikit sih ujung dengkulnya. Kalau untuk pemilik postur dibawah 180 cm, jelas malah lebih lega

Starter elektrik jreng, dengan syarat tarik tuas rem dan standar samping terlipat sempurna. Gas, hmm..rasanya rada lambat akselerasinya CMIIW, kayak kurang spontan. Yang jelas, mesin 125cc-nya alus, dan minim getaran.

Perbekalan riding, masuk semua ke bagasi, yaitu satu stel jas hujan Takachi PVC berikut sepasang sepatu karet All bikes. Pas di bagasi, hampir tak ada ruang tersisa kecuali untuk barang kecil. Efek bagasi yang dangkal nih, menang di lebarnya, sehingga kapasitas nggak terlalu banyak.

Bawa riding kerja, untuk manuver enteng banget. Apalagi dengan bodi kecil, selap-selip diantara kendaraan bisa banget saat kena kemacetan. Hanya kudu waspada dengan spion dan ujung setang, karena lebih lebar daripada setang skutik lain, khawatir nyenggol spion atau bodi kendaraan lain.

Akselerasi, sempat saia ukur dengan salah satu aplikasi di hp android, yaitu Ulysse yang basisnya pakai GPS. Pas nemu lokasi yang rada lurus dan sepi, di salah satu sudut kota Malang. Coba ambil data akselerasi dari posisi diam hingga mencapai kecepatan 60 kpj. Hasilnya?

Perlu waktu 55 detik untuk mencapai kecepatan 60 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 200 meter/0,2 km. Kalau penunjuk di spidometer, ada selisih memang dengan pencatatan GPS. Saat GPS menunjukkan 60 kpj, penunjuk kecepatan ada di posisi angka 70an km/jam.

Hari berikutnya, pas ada waktu luang, saia ajak jalan ke luar kota, pinggiran kota maksudnya :mrgreen: Selain mau coba jajal trek rumput dan tanah alias bukan jalan aspal, juga sekalian mau mengukur konsumsi BBM-nya. Seperti biasa, mau berangkat isi penuh BBM sampe mulut tangki, sedikit luber sih. Karena nggak ada menu reset tripmeter/odometer alias manual, saia ambil gambar saja odometer saat pengisian BBM.

Melintasi jalan relatifย  lancar menuju pinggiran kota, diseling sedikit kemacetan. Saat melintasi jalan tanah tak rata, kerja sokbreker belakang lumayan nyaman. Yang justru kurang adalah redaman suspensi depan. Terasa rada keras dan sesekali kayaknya mentok, hingga ada bunyi.

Nemu juga sebuah area kosong ditumbuhi rumput dan belukar plus ada becek-becek lumpur. Kok ya pas, ada menu gundukan. Meski nggak pakai ban bertipikal kasar, nekat saja deh. Hmm…terabas rumput basah dan tanah becek, jelas terasa geal-geol deh lajunya ๐Ÿ˜†

Nerabas gundukan, meski mesin rada teriak, bisa juga kok dengan sedikit terseok dan roda selip. Memang kurang kerjaan, skutik ban aspal diajak becek-becek ๐Ÿ˜† Sekali lagi, misal sudah pakai ban lain, minimal dual purpose, bisa lebih asyik dan maksimal cengkeramannya. Ngarep deh..sekalian meninggikan suspensi depan belakang beberapa cm saja, biar nggak mentok.

Puas iseng di area non aspal, waktunya balik nih. Cuaca sudah gelap saat sampai di dekat rumah. Nah, sorotan headlamp berisi LED didepan gimana? Berikut sempat saia jepret penampakan sorotan lampu depan New X-Ride 125 ini. Mulai saat lampu depan dimatikan. lampu dekat hingga penggunaan lampu jauh/hi-beam. Dari kiri ke kanan yaaa..

Lumayan terang kan? Sayang juga, lagi-lagi nggak sempat mengabadikan saat terabas hujan, bagaimana performa lampu LED berkelir putih ini. Oh iya lupa, sebelum pulang, saia sempatkan juga mampir ke SPBU tempat mengisi BBM pas berangkat tadi. Kembali isi penuh tangki, berusaha memiripkan dengan kondisi awal. Diperlukan BBM Pertamax 92 sebanyak 2,38 liter lebih untuk memenuhi tangki. Maaf nih, print outnya burem banget, kehabisan pita printernya barangkali nih SPBU. Dorong bentar si motor ke area parkir SPBU, lalu jepret odometer jarak tempuh yang menunjukkan angka 1.461 km

Dihitung-hitung secara simpel dengan membagi jarak tempuh dan bahan bakar, ketemu angka seliter BBM bisa menempuh jarak nyaris 50 km, persisnya 49,5 km dengan beragam kondisi jalan. Irit juga nih X-Ride.

Nah, sekian artikel impresi harian Yamaha All New X-Ride 125 ini. Terima kasih pada PT RSSM Malang, yang telah berkenan salah satu unitnya saia review secara harian.

Semoga berguna

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s