Beberapa bahaya saat hujan mulai turun, yuk #cariaman

Pagi masbro..

Akhir – akhir ini, sepertinya tetesan air dari langit (baca : hujan) sudah mulai sering menyapa. Kalau bulannya sih, memang masuk bulan musim hujan, yang biasanya sekitar September hingga Desember, meski kadang juga memanjang hingga bulan Februari segala. Cuaca yang masih belum menentu, sebelumnya panas dan tiba-tiba mendung diikuti hujan gerimis memang sedikit membuat kelabakan. Bukan apa-apa, terutama biker yang nggak prepare alias siap dengan peralatan anti hujan.

Kalau di skutik atau bebek sih masih mending, punya bagasi yang bisa difungsikan sebagai tempat jas hujan/mantel dan sepatu ganti ataupun perangkat lain buat sarana menerabas hujan. Yang sport, karena minim bagasi, kayak si bleki Honda New CB150R saia misalnya, kudu iklas mengikat jas hujan di jok belakang kala riding berangkat dan pulang kerja. Nah, banyak kejadian, karena hujan turun mendadak, terjadi beberapa kecelakaan yang dipicu biker terburu-buru hingga menambah kecepatan (baca : ngebut). Kenapa sih terburu-buru saat hujan mulai turun. Ada beberapa jawaban yang berhasil saia himpun. Ngebut supaya nggak kehujanan. Ini salah satu jawaban klasik yang banyak didapat. Begitu sadar hujan mulai turun, kebanyakan malah menambah kecepatan supaya lebih cepat sampai dan nggak kehujanan. Padahal, jarak terbilang masih jauh, dan alhasil, tetap basah kehujanan juga. Hayo, pasti pernah mengalami dan melakoni kan? Sama, saia juga pernah :mrgreen:

Perilaku kedua malah  lebih parah, ngebut sambil menunduk menghindari air hujan. Walah mas, namanya air hujan kan turun dari atas, meski menunduk ya tetap terguyur air tho 😆 . Malah yang ada, nggak konsentrasi dan awas pada keadaan sekitar. Dua perilaku ini yang sering berakibat terpeleset alias tergelincir. Kecepatan tinggi, jalan basah, kurang konsentrasi.

Sebab lain, karena kondisi jalan yang ‘mendukung’ , maksudnya jalan licin. Sebenarnya, saat hujan baru turun, jalan terbilang lebih licin. Selain faktor air di permukaan jalan yang menghalangi kontak langsung ban dan aspal, kondisi aspal juga kan kotor sebelumya. Ada beragam kotoran di permukaan jalan aspal mulai debu, lumpur, tanah, ceceran minyak dan sebagainya. Saat hujan turun pertama membasahi jalan aspal kering, yang terjadi adalah air hujan membilas dan menyapu berish semua kotoran di jalan. Walhasil, debu dan  kotoran kering di permukaan jalan , terkena air jadi lembek dan tercipta, lapisan lumpur licin tipis di permukaan aspal. Bisa dibayangkan kan, kontak ban dengan aspal makin minim, licin kena lapisan kotoran yang basah. Kecepatan tinggi, jalan kotor merupakan faktor utama terpeleset, Jangankan mengerem mendadak, bermanuver aja bisa terpeleset kok.

bekas kotoran di garis markaUntuk amannya sih, bisa coba trik #cariaman nih. Begitu terasa tetesan air atau gerimis, bisa mulai menepi dan cari tempat berteduh atau tempat yang rada aman. Ingat, tetap pantau keadaan sekitar termasuk kondisi belakang saat nyalakan lampu sein dan menepi, siapa tahu ada biker melaju kencang di belakang kita.

Berhenti di tempat teduh, silakan matikan motor dan mulai kenakan perlengkapan terabas hujan seperti jas hujan/mantel dan sepatu karet bila ada. Pilih jas hujan model jaket dan celana, lebih maksimal melindungi dari air serta aman, nggak beterbangan kayak kelelawar.

Kalau dulu sih, sempat saia bawa-bawa sandal karet, sebagai pengganti sepatu kerja. Berhubung nggak aman karena kaki jadi terbuka dan malah dingin , beralih ke sepatu karet keluaran AP. Lebih nyaman dan aman rasanya, sepatu kerja juga aman didalam plastik 😆 Nggak perlu terburu-buru deh, saat memasang perangkat trabas hujan ini, toh hujan barusan turun, jadi ya bakalan lama, hehehehe

Usai kenakan semua perlengkapan hujan, silakan  melanjutkan perjalanan. Berkendara dalam kondisi hujan dan jalan licin, kurangi kecepatan dan waspada dengan kondisi permukaan jalan. Nggak usah ngebut apalagi sambil menunduk-nunduk menghindari hujan menerpa, nggak ada gunanya dan malah berbahaya. Berkendara seperti biasa saja posisinya, hanya lebih rendah kecepatannya. Waspadai juga kendaraan di depan, apalagi kendaraan besar macam truk. Cipratan air dari roda belakangnya lumayan dahsyat, apalagi kalau baru turun hujan. Bisa menghalangi pandangan, apalagi kalau nempel di visor helm. Amannya sih, ambil jalur kiri, dan jaga jarak dengannya.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu diwaspadai dan tidak perlu dilakukan saat menemui kondisi hujan turun termasuk beberapa  hal lain yang justru harus dilakukan saat berkendara sambil berhujan-hujan. Tetap berkendara dengan aman ya, hati-hati di jalan masbro dan mbaksis

Advertisements

5 comments on “Beberapa bahaya saat hujan mulai turun, yuk #cariaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s