Impresi Honda New CB150R Black Stallion di (hampir) 1000 km

Selamat pagi masbro

Dualisme memang nggak selamanya baik. Terbukti pada tunggangan saia nih. Karena si ciput, Honda OCB150R yang sebenarnya sudah saia alih kemudi ke adik ipar, ternyata juga jarang terpakai, dan malah kapan hari ditaruh di rumah. Walhasil, saia pakainya jadi bergantian, antara si bleki NCB150R Black Stallion, si junior, dan seniornya si ciput. Sayang dan eman kalo keduanya nggak dipakai sama sekali, makanya saia jatah giliran supaya adil :mrgreen: Alesan pemilik barunya OCB, karena dinas luar, makanya dipulangkanlah si ciput ke tuan lama yaitu saia.

Hal itu pula yang membuat odometer bleki, ngggak nambah-nambah. Sejak datang sekitar bulan Agustus 2017 lalu, pertambahannya nggak signifikan, secara hanya saia yang pakai, nyonya ogah katanya, enakan skutik enteng. Rute saia pun juga nggak jauh-jauh, paling cuma dipakai kerja, jarang jalan jauh karena waktunya yang nggak ada. Walhasil, hingga artikel ini dibuat, baru tembus 970 km. Impresi riding si bleki gimana, menjelang 1000 km ini? Hmm, nyaman masbro. Motor ini lincah dan enteng pengendaliannya, masih sama dan mirip karakternya dengan OCB. Khas motor naked sih, enteng.

Posisi riding rada tegak, bisa sigap antisipasi kejadian mendadak. Setang pipa berkelir hitam ini, kalau menurut kenyamanan saia yang punya tinggi 181 cm, masih nyaman wajarnya. Tapi, bakal lebih enak kalau lebih tinggi posisinya. Alternatif, bisa ganti setang yang rada tinggi atau pakai peninggi setang alias raiser. Ah, sementara ditahan dulu deh modifikasinya, hehehehe. Demikian pula posisi kaki di footstep, masih sama dengan kakaknya OCB. Handling ringan, dipadu karakter mesin DOHC yang square.

Mesin yang punya ukuran hampir seimbang antara diameter piston dan langkahnya. Kalau dari spesifikasi ,  57.3 x 57.8 mm. Seimbang kan, sama 57 mm? Karakternya, keluaran tenaga lebih merata sejak rpm rendah hingga menengah. Akselerasi lebih responsif, nggak perlu betot rpm tinggi untuk mengeluarkan tenaga maksimalnya.

Spesifikasi Honda CB150R

Mesin
Tipe Mesin 4 Langkah, DOHC – 4 Katup
Kapasitas Mesin 149.16 cc
Sistem Pendingin Mesin Liquid Cooled with Auto Fan
Sistem Suplai Bahan Bakar PGM-FI
Diameter x Langkah 57.3 x 57.8 mm
erbandingan Kompresi 11.3:1
Daya Maksimum 12.4 kW (16.9 PS) / 9,000 rpm
Torsi Maksimum 13.8 Nm (1.41 kgf.m) / 7,000 rpm

Malah dari spesifikasi diatas, tenaga maksimal ada di rpm 9.000 sementara torsinya di rpm 7.000. Memang sedikit beda dengan spek OCB  yang biasa disebut overbore karena diameter piston lebih besar dari panjang langkah.

  • Tipe mesin : 4-Langkah, DOHC, 4-Katup, Silinder Tunggal
  • Diameter x langkah : 63,5 x 47,2 mm
  • Volume langkah : 149,48 cm3
  • Perbandingan Kompresi : 11.0 : 1
  • Daya Maksimum : 12,5 kW (17,0 PS)/ 10.000 rpm
  • Torsi Maksimum : 13,1 Nm (1,34 kgf.m)/ 8.000 rpm

Makanya, keluaran tenaga maksimal serta torsi pada OCB  dicapai pada putaran rpm lebih tinggi. Masing-masing pada 10.000 rpm untuk tenaga, sementara torsi pada 8.000 rpm. Otomatis, gaya berkendara saia ketika nunggang si bleki NCB black stallion ini  juga kudu menyesuaikan, hehehehe. Biasa manteng rpm tinggi, sekarang nggak perlu lagi deh. Meskipun secara nyata, tenaga pada rpm atas rasanya kurang terasa. Beda dengan OCB yang rpm atas terasa masih terus ada tenaganya, bahkan diatas 11.000 rpm.

Perbedaan yang  lainnya adalah roda yang mengalami kenaikan ukuran, baik velg maupun bannya. Lebih besar dari OCB, sehingga secara tampilan lebih kekar dan gagah, sedang performanya, jelas meningkat karena luas permukaan ban yang menapak ke aspal lebih luas. Ukuran velg berikut ban OCB adalah 1.85″ dengan ban 80/90 untuk depan sedangkan roda belakang velg 2.5″ ban 100/80. Di NCB, membesar ukurannya jadi 2.5″ di depan dengan ban 100/80 sedangkan belakang velg 3.5″ dipasangi ban 130/70.

Untuk manuver, rasanya nggak ada perubahan berarti kok, masih enteng dan lincah saja. Mungkin salah satunya, kebiasaan pakai OCB yang sudah saia modifikasi dengan velg ruji itu, plus ban yang seukuran yaitu kombinasi 110/70 dan 130/70.

Overall, hingga odometer hampir 1.000 km ini, nggak ada hal yang mengecewakan yang saia temui pada NCB Black Stallion ini. Yang rada kerasa adalah perpindahan persneling yang kini rada susah masuk ke netral. Bisa jadi karena waktunya service pertama dan minta diganti olinya nih, hehehehe..

Semoga berguna ya..

 

 

 

Advertisements

3 comments on “Impresi Honda New CB150R Black Stallion di (hampir) 1000 km

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s