Pilih Honda New CB150R hitam doff, ini alasannya

Pagi masbro..

Beberapa hari lalu, di rumah kedatangan ‘penghuni’ baru. Bukan makhluk hidup sih, tapi menunjang aktifitas sehari-hari 😆 Yups, seekor, eh, sebuah sepeda motor datang mengisi ruang yang selama ini memang digunakan istri saia untuk mengelola usaha kecil-kecilan. Sebelumnya sih, penghuni ruangan itu kala nggak dipakai istri saia ‘memodifikasi’ tampilan kaum hawa (baca:rias :mrgreen: )  ya si ciput, Honda CB150R saia dan si merah, Vario 110 yang biasa dipakai nyonya.Kadang-kadang, ada tambahan juga si merah kecil, sepeda angin anak saia yang sulung.

Warga baru ini adalah Honda New CB150R berkelir hitam doff, yang kalau nama resminya sih Stallion Black. Sport 150cc keluaran Honda ini kembali jadi pilihan saia untuk menemani sebagai tunggangan sehari-hari. Awalnya, sempat bingung juga, mau menebus motor apa nih, sementara anggaran sangat terbatas. Si ciput OCB , hampir berumur 5 tahun, sudah waktunya disegarkan. Inginnya sih naik kelas, tapi berbagai pertimbangan akhirnya mengalahkan ego. Nomor 1 memang anggaran dana yang terbatas, meski motor bekas pun, kelas 250cc masih tak terjangkau. Lalu, biaya pajak tahunan yang lumayan juga, hampir 2x lipat PKB motor 150cc.  Lagipula, basis mesin 250 cc , kalau buat saia pribadi , nggak bakal tergali sepenuhnya. Mau dimaksimalkan gimana, wong jalan yang dilewati tiap hari makin padat bin macet? Cocok dan pas, untuk mengarungi lalu  lintas padat, kayaknya kubikasi 150cc, karena dibawah 250cc sudah nggak ada lagi yang bisa jadi pilihan.Betul??

Terus, kalo basis mesin sama, 150cc DOHC, ngapain nebus CB150 lagi? Pertanyaan yang sama dilontarkan adik saia 😉 Lha wong sama aja toh dengan OCB? Hmm…kalo karakter mesin, secara basis memang sama, tetapi karakternya sedikit berbeda. Mesin Old CB150R, meski secara fisik luar gak ada beda, diameter piston dan ukuran panjang langkah setang piston sudah berbeda dengan New CB150R. OCB, karakter mesin overbore dengan diameter piston lebih besar dari ukuran langkah, lebih prefer digdaya di putaran/rpm mesin tinggi, baru terasa tenaganya. Rpm bawah dan menengah, sedikit kurang responsif. Beda dengan NCB, yang punya basis mesin square karena diameter piston dan langkah berimbang. Tenaga tidak perlu dikail di rpm tinggi, lebih cocok untuk kondisi lalu lintas stop & go. alias padat seperti sekarang. Walah, kayak njlimet banget yak? Pokoke, buat akselerasi harian lebih enteng kayaknya, kesimpulan gampang saia dari spek mesin NCB.

Pilih-pilih model tampilan, kalau saia pribadi sih #cari aman saja, model yang nggak terlalu neko-neko atau yang unik. Yah, yang sekiranya bisa tetap up to date hingga beberapa tahun kedepan. Walhasil, pilihan kembali jatuh pada varian 150cc DOHC keluaran Honda. Nggak pilih skutik 150cc, kan gede-gede alias bongsor sekarang tuh modelnya? Nggak, karena saia lebih nyaman pake motor batangan a.k.a sport. Lagipula, sudah ada skutik di rumah, kan kasihan kalau ada saingannya, hehehehe.. Mengerucut ke motor laki 150cc, hanya ada varian sport CBR150R dan naked CB150R. Pertimbangan pemakaian rutin harian kerja, plus sesekali luar kota, jelas naked pilihan saia. Usai menetapkan pilihan hati pada generasi terbaru New CB150R, tinggal pilihan warna nih. Diskusi dengan istri selaku menteri keuangan, karena memang baru saja, AHM rilis kelir baru untuk NCB150R, baik itu untuk versi Special Edition maupun versi Standart. Versi standart, hanya ada warna hitam dengan 2 pilihan strip, sementara SE ada 3, kelir merah Racing Red khas berbalut livery Astra Honda Racing Team, lalu Black Raptor hitam doff dengan sasis berwarna merah dan Stallion Black dengan hitam doff dengan velg berwarna emas/magnesium gold. Dan akhirnya, sepakat pilih varian SE Stallion Black, karena menurut nyonya sih, paduan garang hitam doff terlihat apik dengan warna gold/emas di velgnya. Lihat dari brosur dan gambar press release dari MPM Honda di artikel lalu, sudah cukup membantu memberikan gambaran tampilan si hitam ini.

Wah, makin beraneka nih, warna motor yang pernah saia miliki. Honda GL hijau, Megapro hitam, Yamaha Mio kelir biru, OCB putih. Dan sekarang, baru ini warna doff saia miliki.   Setelah segala macam proses administrasi dan kawan-kawannya,  berikut uborampe surat-surat yang diperlukan, si bleki ini pun datang, dan nongkrong di rumah, menemani si merah dan si ciput. Lah, lalu si ciput diapain? Gimana nasibnya? Dibahas di lain artikel ya, hehehehe…

Semoga berguna

Advertisements

10 comments on “Pilih Honda New CB150R hitam doff, ini alasannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s