Mantap, adrenalin biker berpadu dengan panggilan rohani

Mantap. Satu kata ini yang saia ucapkan dalam hati ketika bertemu dengan pemilik sebuah motor custom di jalanan. Yups, beberapa hari lalu, saat melintas di area Blimbing, Kota Malang, saia ketemu dengan sebuah moge. Berkelir hitam doff, dengan model ala moge Harley Davidson. Mesin berkonfigurasi V-Twin, dengan knalpot free flow. Blarr—blarr. Posisi rider santai, hampir selonjoran kakinya.

Moge ini, awalnya sangat misterius. Saat saia berdampingan antri lampu merah, saia amati detil, tidak ada identitas apapun di blok mesin. Polos. Striping, stiker apapun juga tidak ada sama sekali tertempel di bodi. Hanya kelir hitam doff yang membalut keseluruhan bodi motor.

romo4Akhirnya, saia beranikan diri menyapa sang rider. Berjaket kulit, dengan celana jeans dan sepatu boot tinggi khas biker Harley, menggunakan helm berkaca boggo. Terlihat sangar sih awalnya. Eh, sapaan saia dibalas ramah ternyata, apalagi saat menunggu lampu merah, mesin si moge dimatikan, jadi bisa bertukar sapa tidak terganggu dentuman knalpotnya. Saat saia minta ijin dan minta waktu untuk mengambil gambar itu motor, ternyata beliau berkenan. Sambil memberikan kode agar saia mengikuti beliau. “Yuk, ke depan situ, rumah saia dekat saja, ” ajak beliau.

Lampu hijau menyala, si moge 2 slinder ini melesat dengan suara garang. Saia mengikuti di belakangnya. Setelah melipir ke kiri, akhirnya berhenti di depan Gereja Katolik Blimbing, tepat didepan Masjid Sabilillah Blimbing. Sang rider turun, setelah mematikan mesin motor. Saia berhenti di belakangnya, lalu melepas helm dan turun. Sambil menyapa dan berkenalan, busyet, teryata ramah banget beliau. Memperkenalkan diri bernama Agus. Langsung saja, saia todong dengan pertanyaan tentang motor beliau. Sambil menyulut rokok, bro Agus menjelaskan ke saia, kalau ini adalah Yamaha Dragstar 400. Wow…

drag-star-xvs400-2014-1Salah satu motor cruiser keluaran Yamaha. Berkapasitas mesin 400 cc, dengan mesin 2 silinder berkonfigurasi V-twin. Dilengkapi sistem penggerak gardan di sisi kiri. Kalau nggak salah ingat nih, mirip yang dipakai artis Mandra di serial TV jaman dulu, Mandragade :mrgreen:  Tapi, yang saia temui ini, tampilannya, bener-bener berubah. Apalagi dengan menghilangkan semua atribut Dragstar, tersisa hanya tulisan Yamaha di panel spidometer yang terpasang di atas tangki. Pantas…

romo2

Motor ini, beliau pegang sejak 2010 silam. Masih berplat DKI nih… Di tangan beliau, tampilan kalem Yamaha Dragstar, sedikit diubah. Kelir hitam doff dilaburkan pada sekujur bodi. Mesin masih mengandalkan ori bawaan, hanya knalpot dicustom free flow. Suaranya, wow…blar–blar bangets

Paling ekstrem, adalah perubahan di sektor belakang. Sasis belakang berikut dudukan jok belakang/pembonceng, dipangkas habis, menyisakan single seater, alias hanya jok pengendara. Egois? memang 😆romo3Untuk memegang sepatbor belakang, dibuatkan dudukan dari plat, yang kemudian disambungkan dengan swing-arm.

romo5Bagian depan, sebagian besar masih pertahankan aslinya. Yang diganti adalah model headlamp, yang kini mempunyai semacam cover berwarna hitam doff, menutupi sebagian lampu. Oh iya, cakram depan juga diganti dengan variasi/aftermarket, yang lebih besar dari ori-nya.

romo6Lainnya sih, termasuk mesin, masih mengandalkan bawaan pabrik. Tapi, kalau sekilas, memang bikin pangling yang memandang.

romo7Saat saia sampaikan ke pemiliknya, belia tertawa. “Yah, sudah hobi sih mas” Dulu, beliau nunggang model cruiser juga, Honda Panthom 200. Enak katanya, santai dipakai riding. “Ini saja, saia dari Bondowoso, mas,” katanya sambil menghisap rokok. “Oh iya pak, saia tadi mau tanya, rumah njenengan dimana, kok tahu-tahu berhenti disini, ” tanya saia. Sambil senyum simpul, beliau menjawab, ” Ya disini rumah saia mas.” sambil menunjuk ke bangunan Gereja Katolik tersebut. Lho??? Masih sambil tersenyum, beliau menjelaskan kalau beliau adalah Romo yang ditugaskan ke Gereja Katolik tersebut. Pindahan dari Gereja Katolik Bondowoso. Waduh…busyet tenan, sampai tak bisa berkata-kata saia. Speechless…Benar-benar gak menyangka, kalau biker berpenampilan sangar beserta motornya tersebut adalah pemuka agama. Top tenan…

romo1Inilah bukti dari kata-kata legendaris, “don’t judge the book by the cover”. Romo Agus, adalah salah satu bukti nyata. Dijamin, nggak ada yang menyangka di balik helm boggo sangar dan menunggang moge blar–blar, adalah Romo. Maturnuwun Romo, sudah bersedia saia cegat dan saia interogasi. Biografi dan kisah Romo Agus, lain waktu akan saia tulis.

romo8Semoga berguna masbro dan mbaksis, keep safety riding dan bravo modifikasi

Advertisements

7 comments on “Mantap, adrenalin biker berpadu dengan panggilan rohani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s