Salah paham selama ini soal “E” pada indikator BBM

Pagi masbro..

Indikator BBM, pasti terpasang pada semua kendaraan. Yang jamak sih, pasti ada di panel dasbor, menyatu dengan panel spidometer dan kawan-kawannya

Nah, pada indikator BBM, khususnya model manual/jarum, pasti berupa kotak, dengan jarum/panah yang bergerak serta huruf “E” dan huruf “F”. Kalau F, pasti sudah pada paham, kalau artinya Fenuh, eh… Full 😆 Maksudnya, bahan bakar penuh terisi pada tangki. Kalau “E” ?

Yakin deh, nyaris setiap orang, yah, 9 dari 10 orang pengguna kendaraan kalau ditanya soal huruf E, pasti akan jawab Empty, alias kosong. Bahan bakar habis, kalau diplesetkan bahasa Jawa, Entek 😆

Ternyata, arti sebenarnya adalah bukan Empty, tetapi Emergency, alias darurat. Menyadur keterangan dari Total Energies, yaitu perusahaan migas dan energi global, keterangan Emergency pada indikator bahan bakar ini merupakan pengingat bagi pengendara, bahwa bahan bakar di tangki kendaraan sudah menipis. Bukan habis sama sekali lho yaa…

Secara default pabrikan, telah disiapkan cadangan BBM pada saat indikator menunjukkan posisi “E”. Meski berbeda-beda pada tiap merk dan tipe kendaraan, baik sepeda motor ataupun mobil, rata-rata BBM cadangan adalah berkisar 10 – 15% dari kapasitas tangki.

Misal nih, tangki Honda Vario 110 sebagai contoh paling gampang, karena kepunyaan nyonya di rumah. Isi maksimalnya adalah 3,7 liter. BBM cadangan saat indikator pada titik E, adalah sekitar 0,3 liter hingga 0,5 liter. Yah, lumayan lah, setengah liter buat nyari SPBU atau kalau kepepet, bisa cari tukang bensin eceran

Sama halnya dengan Honda jadul, Tiger 2000. Kapasitas tangki sekitar 13 liter, berarti punya cadangan sekitar 1,2 liter. Amanlaah…dan enaknya lagi, sistem jadul yaitu kran bensin motorsport jadul tersebut, punya 3 posisi, yaitu ON, OFF dan RES. Selalu posisikan pada ON, dan bila motor brebet karena BBM tiris, tinggal putar deh ke posisi RES, pasti BBM mengalir lagi dengan menggunakan cadangan. Jadi, selain pantauan indikator BBM di spidometer, juga masih ada sistem cadangan yaitu kran

Last, sebisa mungkin selalu pantau isi tangki BBM, jangan sampai kehabisan ya… Bila sudah mendekati merah, indikator E atau kalau indikator digital sudah level terbawah dan berkedip-kedip, segera cari SPBU terdekat. Daripada repot, bisa dorong motor motor segala, belum lagi resiko pompa BBM (untuk motor injeksi) rusak? Hehehehehe

Semoga berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s