Aktifkan indikator pintu Kijang Kapsul LGX 2001, perlu biaya IDR 35.000 (part 1)

Pagi masbro..

Akhir pekan, memang sangat ditunggu. Waktunya rehat dari bejibunnya kerjaan kantor, bisa kumpul keluarga, santai dan juga, waktu luang untuk hobi utak-atik otomotif. Seperti saia lakoni kapan hari , umeg alias utak-atik jeng Silvy, si ToKiDi Kapsul 2001. Awalnya, iseng mengganti lampu dasbor alias lampu spidometer. Maklum, kendaraan lawas, masih berbekal bohlam kecil yang dilapis karet hijau, supaya nyalanya kehijauan 😆

Saia ganti dengan LED T10,kelirnya gak neko-neko sih, putih saja. Tinggal tancap saja pada soket, ada 3 lampu latar dasbor LGX ini. Dan hasilnya cukup memuaskan, layar spidometer jadi lebih resik dan terang meski tetap analog :mrgreen:

Sambil memasang ulang segelondong spidometer, saia perhatikan ada beberapa panel indikator yang kosong, nggak ditancapi/diisi lampu. Terutama di bagian atas, yaitu deretan indikator aki, rem tangan, indikator oli dan lampu-lampu. Penasaran, saia sorotkan senter ke lubang lampu panel indikator yang kosong melompong. Woh, ternyata cukup banyak indikator yang sudah disediakan pabrikan Toyota pada mobil bandel ini namun non aktif. Yang sempat terlihat adalah di sisi kanan atas ada indikator ABS , indikator pintu, dan indikator overdrive (OD) yang dipakai pada Kijang Kapsul versi matik. Hmm…sabi nih, mengaktifkan salah satu, dan yang saia pilih indikator pintu. Si Kijang Kapsul ini sudah dilengkapi central lock dan dan power window untuk versi LGX. Kalau dibandingkan mobil modern sih, ya bukan barang wah…tapi era awal 2000an ya ajib

Makanya, sudah terinstall pula switch alias saklar pintu di kelima titik, yaitu pintu depan kanan-kiri, pintu belakang kanan-kiri serta pintu bagasi. Switch ini, tersambung pula dengan lampu kabin yang bisa otomatis menyala saat dipilih mode door, yaitu saat pintu trbuka. Jalur ini yang rencana saia pakai untuk aktifkan indikator pintu di dasbor. Usai cari info gugling dan tanya-tanya tetangga, switch pintu ini memanfaatkan jalur negatif/ground/massa. Jadi, switch bertipe normally close/NC ini, pada kondisi biasa, akan tersambung pada posisi ON, yaitu pada posisi pintu terbuka. Sebaliknya, saat pintu tertutup, switch akan membuka, sehingga memutus arus listrik. Dan enaknya lagi, arus listrik yang diputus oleh switch ini adalah arus negatif/ground, sehingga lebih aman dari konslet

Sudah ya penjelasannya, langsung eksekusi. Siapkan lampu indikator untuk panel spidometer yaitu tipe T5. Lebih imut ketimbang lampu latar spidometer yang bertipe T10. Jangan lupa, siapkan sekalian soket/dudukannya supaya bisa duduk sempurna di panel. Karena ingin lebih menarik, lampu ini saia buat berkedip, jadi nggak nyala manteng saja. Dan solusinya adalah menggunakan flasher sein. Beli di toko aksesori, sekalian beli lampu T5. Pilih flasher sein tipe LED, yang harganya IDR 15 ribuan saja, dan lampu T5 IDR 5 ribuan. Dan lagi-lagi karena kepingin lebih menarik dan beda, saia sengaja tambahkan buzzer kecil. Maksudnya, saat nih lampu indikator aktif nyala berkedip-kedip, ada bunyi buzzer juga yang putus-putus. Maksudnya, nyontek mobil luar negeri nih, yang kalau pintu dibuka ada bunyi tuing..tuing..tuing didalam kabin 😆

Rakit rangkaian antara lampu T5 – flasher – buzzer. Sederhana saja sih, karena untuk flasher kan intinya memutus arus positif. Jadi, 1 kabel input (+) ke kaki flasher, kaki flasher lain sebagai output (+) ke positif lampu (+) dan positif buzzer (+)

Kabel lain, yaitu kabel ground (-), sambungkan ke kaki (-) lampu dan (-) buzzer, serta yang menuju switch pintu. Jadi usahakan rada panjang, tergantung posisi si flasher. Oh iya, supaya ringkas, buzzer sengaja saia masukkan kedalam kotak flasher, sehingga yang keluar cuma kabel lampu T5 serta kabel daya (+) ke positif kontak ACC dan (-) ke switch pintu. Penampakan kayak gini kotak panel flasher yang sudah berisi komponen flasher berikut buzzer mini

Semua bahan tersedia, waktunya pereteli dasbor jeng Silvy. Karena mobil jadul dan sederhana, melepas dasbor ya cukup membuka 10 baut sekeliling dasbor. Singkat cerita, dasbor lepas, tinggal mencopot spidometer. Perlu kunci pas 8 mm atau obeng plus yang sesuai, untuk melepas 4 baut pengikat spidometer. Begitu bisa diangkat, tinggal melepas kabel spidometer, serta 3 soket/konektor besar dibalik panelnya.

Fokus pada panel kosong/berlubang di bagian atas. Tancapkan lampu T5 di lubang nomor 2 dari kanan, bersebelahan dengan indikator BBM. Pokoknya pilih lubang ke-2 dari pinggir kanan. Sudah terpasang? Langsung balikin, pasang kembali spidometer supaya nggak tercecer sekaligus mudah pengetesan. Kabel lampu itu usahakan cukup panjang sehingga lebih fleksibel ditarik ke bawah.

Saatnya pengetesan , dan berlanjut ke part-2 ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s