Tua keladi, makin tua nih trail DT makin menjadi

Pagi masbro..

Motor trail vintage alias klasik, memang punya penggemar tersendiri. Baik itu yang memang hobi trabas alias offroad atau hanya yang hobi dipakai keliling kampung saja sekalian memuaskan nostalgia ke jaman baheula

Salah satu yang cukup legendaris adalah Yamaha DT. Trail jadul Yamaha ini ,khususnya yang beredar di Indonesia ada beberapa model, antara lain DT 100 dan DT 125 yang rilis sekitar tahun 1976. Karena memang sudah jadul, populasinya, terutama yang orisinal sudah sangat susah ditemukan

Salah satu pemilik DT di Malang ini, karena niatnya ingin merestorasi DT100 miliknya namun lebih bertenaga, jadi sebuah proyek trail vintage. Tampilan klasik, tapi….

Beringas masbro…

Yups, tetap pertahankan tampilan klasik termasuk warna kuning khas DT100 pada tangki dan panel bodi samping. Lampu depan bulat, rem tromol termasuk kaki-kaki DT100 dengan sokbreker teleskopik panjang di bagian depan dan sokbreker ganda di belakang

Setang fatbar lebar terasang sebagai pengendali motor jangkung ini yang gunakan roda gede khas trabas, diameter 21 inchi depan dan 17 inchi di belakang. Dan untuk meningkatkan keamanan, rem DT100 yang aslinya memang rem tromol, digusur dengan seperangkat rem cakram sekaligus depan dan belakang. Mantap kan? Yang depan dilengkapi cakram dengan kaliper 2 piston, sedangkan roda belakang cakramnya cukup dihentikan kaliper 1 piston saja

Kenapa rem di-upgrade? Karena nih, mesinnya sudah berganti nih. Segelondong mesin Kawasaki Ninja 150R dipasang menggantikan mesin jadul 100cc 2 tak bawaan Yamaha DT100 yang sudah uzur dan tak memungkinkan direstorasi ulang. Alhasil, jadi sangar dan beringas jambakannya, 150cc 2 tak KIPS gitu loh

Dipasang utuh, berikut pendingin radiatornya dan set kelistrikan. Apakah plug and play? Jelas tidak,a da bagian yang perlu diaklai terutama seputar rangka penggendong mesin serta meluruskan posisi gir depan dan gir belakang

Semoga menginspirasi

Leave a comment