Rasane, ketika spek 183 cm nunggang Yamaha Fazzio

Pagi masbro..

Pada acara peluncuran Yamaha Fazzio oleh Yamaha Jatim di Surabaya tempo hari, saia bareng rekan blogger-vlogger serta jurnalis, berkesempatan pula menjajal langsung skutik hype ini, yang diserbu peminat, ludes ribuan unit dalam waktu singkat serta lumayan mengular nih daftar inden

Awalnya, jelas nggak pede dengan melihat sekilas nih skutik. Bentukan stylish rada-rada membulat padat, dipadu ban mungil diameter 12 inchi, jelas mengintimidasi spek ‘beruang’ saia yang 183 cm. Wah, bakal ‘dihujat’ kawan-kawan nih 😆 Namun, rasa penasaran mengalahkan segalanya. Ya penasaran soal motornya, ya penasaran soal penampakan ketika Fazzio ‘dipaksa’ dikangkangi ukuran pengendara jangkung. Dan hasilnya?

Usai kenakan jaket, sarung tangan serta helm bawaan Fazzio yang super cute (makin bikin nganu), duduk sempurna di jok dengan memposisikan bokong pas di bagian jok pengendara, eh, ternyata oke. Yang rada menarik perhatian, adalah joknya yang saia rasa, lumayan lebar. Lebarnya kiri-kanan lumayan, nggak semungil perkiraan laiknya kompetitor. Tuh, simak deh potonya

Lebar jok ini, otomatis membuat posisi kaki, sedikit melebar, sehingga kaki panjang kayak saia jadinya nggak kelewat menekuk, meski pasti, saat kaki menapak tanah, jelas menekuk, menyisakan space yang lumayan. Sumpah, ini bukan salah motornya, salah yang nyoba, hehehehehe

Saat duduk sempurna, ruang kaki lebar, alhasil, lutut nggak sampai mentok dek depan. Aman… Posisi setang saat digenggam, ada rasa motor bentuk tawon merk Itali, gegara posisi setang dan jok yang khas banget.

Puter tombol smart key sampai dasbor ON, lalu pencet tombol starter. Nggak ada bunyi khas motor/dinamo starter, tahu-tahu mesin sudah menyala halus. Gegara sistem electrip power assist start juga nih. Coba ke jalan raya, Fazzio merah ini saia gas spontan, uhukk…responsif juga ternyata, bawa bodi gambot saya 183/89 ini

Ketemu lampu merah yang lumayan lama di lalu lintas Surabaya, tetiba mesin mati. Eh, ternyata, si SSS alias stop start system lagi ON. Nggak usah bingung pencet tombol starter lagi, cukup putar selongsong gas, motor bakal menyala lagi dan langsung ngacir

Pengereman, cukuplah untuk spek skutik 125cc, paduan rem cakram 1 piston didepan serta tromol di belakang. Suspensi? paduan nih, yang belakang pas menurut saia, namun depan sedikit rada keras. Konsumsi BBM? Walah masbro….nyoba sak kedepan moto, cuma beberapa kilometer saja di seputaran Jl HR Muhammad Surabaya. Lain soal kalau lagi tes impresi harian, yang kayak biasanya saia jajal pada produk unit testride.

Overall, menurut kacamata pribadi, cukup worth to buy nih motor. Banderol masuk akal, dengan bejibun fitur unggulan khas Yamaha. Mesin hybrid bluecore, smart motor generator, stop start system, electric power assist, Y-Connect, electric power socket, hingga kemampuan bagasi yang mumpuni.

Tampilan stylish yang seirama, coba deh tengok bentukan lampu depan, sein, panel dasbor hingga lampu buritan yang nggak umum, namun justru asik dilihat. Dan yang pasti, macam disampaikan pak William dan pak Riffany saat jumpa pers, ini motor bahan yang ajib buat dimodifikasi, berkreasi ala anak muda. Berasa kanvas kosong yang siap diisi coretan seniman

Semoga berguna

One comment on “Rasane, ketika spek 183 cm nunggang Yamaha Fazzio

  1. Pingback: Rasane, ketika spek 183 cm nunggang Yamaha Fazzio - Jatimotoblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s