Beda perlakuan, cara ngerem pada rem biasa dan rem ABS

Pagi masbro..

Pengereman, sejatinya adalah sebuah usaha untuk mengurangi kecepatan kendaraan. Bukan untuk berhenti total, karena pengurangan kecepatan tidak hanya untuk berhenti, namun juga bisa saat bermanuver.

Secara teknis, rem dikelompokkan menjadi 2 yaitu pengereman konvensional/standart dan pengereman dengan sistem ABS. Bukan berdasar jenis rem lho ya, cakram atau teromol.

Selain secara teknis ada sistem konvensional dan ABS, secara situasional, pengereman juga bisa dibagi 2, yaitu

situasi normal/biasa dan situasi darurat. Nah, 2 bagian ini, secara teknis dan secara kondisi, punya tipikal cara pengoperasian yang berbeda juga. Yuk, kita bedah sedikit ya..

Dalam kondisi normal, pengoperasian rem konvensional secara aman adalah dengan menggunakan rem depan dan belakang secara halus dan bertahap. Teorinya sih, porsi pengereman lebih kuat pada rem depan, meski sering banget nggak bakal bisa ditepati.

Cara yang sama, bisa juga digunakan pada sistem rem ABS. Sistem pintar ABS, akan mengurangi tekanan berlebih pada rem yang terlalu keras bekerja, dengan bantuan sensor kecepatan

Sedangkan pada kondisi darurat, ada perbedaan cara mengoperasionalkan rem. Untuk rem konvensional, saat mengerem darurat, tetap fungsikan rem depan dan rem belakang secara bersamaan. Jangan langsung menekan kuat, namun berikan tekanan ringan di awal, lalu secara bertahap tambah tekanan hingga kecepatan motor semakin menurun dan berhenti. Ingat ya, bertahap, jangan langsung ditekan maksimal itu tuas rem, karena rem bisa terkunci, alhasil roda berhenti mendadak, selip kehilangan daya cengkeram ke jalan dan berpotensi terpeleset.

Beda lagi dengan rem ABS. Saat mengerem kondisi darurat, dianjurkan menekan tuas rem dengan kuat, diimbangi dengan tetap menjaga posisi motor tetap tegak. Tekanan kuat pada rem, akan diatur oleh sistem ABS, yang akan secara otomatis mengurangi tekanan pada rem yang terlalu keras sehingga terhindar dari rem terkunci.

Kenapa harus jaga posisi tegak? Mempertahankan posisi motor tegak , akan membuat motor tetap stabil, tidak miring ke kiri atau kanan yang berpotensi terpeleset dan jatuh. Makanya, untuk mendukung posisi sepeda motor tetap tegak, pastikan menggenggam setang dengan mantap menggunakan kedua tangan, serta fungsikan 4 jari tangan kanan meremas tuas rem depan dan 4 jari tangan kanan menekan tuas rem belakang skutik. Kalau motor bebek, tetap 5 jari tangan kanan menggenggam setang sambil jaga kestabilan.

Terutama, adalah jangan panik dan berusaha tetap tenang saat kondisi darurat melakukan pengereman. Sebab, saat panik, secara psikis akan mengacaukan fungsi refleks dan kebingungan sehingga bisa terjadi salah ambil keputusan.

Jadi, sudah paham kan, beda memperlakukan pengereman ABS dan non-ABS saat mengerem biasa atau mengerem darurat?

Semoga berguna ya

One comment on “Beda perlakuan, cara ngerem pada rem biasa dan rem ABS

  1. Pingback: Beda perlakuan, cara ngerem pada rem biasa dan rem ABS - Jatimotoblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s