Media komunikasi antar pengendara kudu dirawat, lelampuan

Pagi masbro..

Jalan raya, meski sempat lengang gegara pandemi, memang dipenuhi oleh beragam pengguna jalan. Mulai kendaraan bermesin maupun tidak, kendaraan kecil hingga besar, semua memanfaatkan sarana jalan raya untuk beraktifitas

Salah satu media interaksi antar pengendara adalah lampu. Yes, benda pemancar cahaya ini, berfungsi mewakili pengendara untuk berkomunikasi dengan pengendara lain. Kok media komunikasi? Lha iya, kayaknya, kalau komunikasi antar pengendara melalui bahasa atau ngomong langsung, kan susah šŸ˜† Teriak-teriak, woiii…saya mau belok kiri nih, adalah suatu hal yang mustahil :mrgreen:

Isyarat

belok dengan menyalakan lampu sein kanan atau kiri, adalah caranya. Meski kadang masih dibantu isyarat lambaian tangan juga sih, hehehehe

Demikian pula dengan lampu depan. Pemakaian lampu jauh/dim/pass beam, adalah isyarat bagi pengendara didepan kita, kalau kita hendak menyalip atau bermanuver, selain tambahan nyala lampu sein.

Kalau lampu belakang, adalah isyarat kalau kita sedang mengerem, pertanda ada rintangan di depan, serta kalau malam, lampu belakang merupakan isyarat panduan posisi kendaraan kita

Nah, isyarat lelampuan di motor kita, karena fungsinya yang vital perlu dirawat. Nggak ribet sebenarnya, karena nyaris sangat minim perawatan. Cukup, sebelum berkendara, cek nyala lampu depan, lampu jauh/pass beam, lampu belakang berikut fungsi lampu rem dan fungsi lampu sein. Nggak butuh waktu lama, bahkan bisa dilakukan saat memanaskan kendaraan. Toh tinggal pencet-pencet saklar lampu saja

Kalau ada yang nggak menyala atau padam, bisa jadi bermasalah di bohlam, mendekati ajal alias mau putus. Bisa diganti sendiri, toh bohlam juga murah banget harganya. Kecuali lampu LED, nah ini yang biasanya umurnya panjang. Kalau lampu kondisi OK namun redup, kemungkinan sumber tenaga alias aki. Silakan cek tegangan dan umur aki, bila perlu ganti ke toko langganan

Jadi, jangan lalai soal lelampuan ya, karena bisa berakibat fatal di jalan. Karena lampu rem mati, pengendara belakang nggak paham dan bisa menabrak kita dari belakang. Demikian pula karena lampu sein redup atau malah mati, kita belok bisa dihajar kendaraan dari belakang.

Cariaman di jalan, dimulai dari diri sendiri. Semoga kita semua diberikan keselamatan saat berkendara di jalan.

Semoga berguna

One comment on “Media komunikasi antar pengendara kudu dirawat, lelampuan

  1. Pingback: Media komunikasi antar pengendara kudu dirawat, lelampuan | Jatimotoblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s