Pagi masbro..
Cairan rem, atau biasa disebut masyarakat sebagai minyak rem, sejatinya dan aslinya, adalah cairan khusus sebagai fluida hidrolis pada sistem pengereman. Makanya sebenarnya kurang pas disebut minyak, karena dia bukan minyak 😆 , tapi komponen berbasis glikol-eter yang nama teknisnya dalah brake fluid
Minyak rem ini, berfungsi meneruskan tekanan dari tuas atau pedal rem ke sistem pengereman pada roda. Saat tuas rem ditekan, maka si minyak rem ini akan mengalami tekanan dan tersalurkan hingga menggerakkan piston kaliper. Berlanjut hingga kampas menekan cakram dan memperlambat laju sepeda motor
Nah, seiring pemakaian, kualitas minyak rem dapat menurun. Penyebabnya antara lain karena minyak rem memiliki sifat mudah menyerap uap air dari udara. Alhasil, kelamaan, kandungan air ini membuat kinerjanya tidak lagi optimal.Akibatnya, kemampuan minyak rem dalam menghantarkan tekanan jadi berkurang. Pengereman pun bisa terasa kurang pakem bahkan rem terasa seperti kosong atau blong. Ngeri kan…
Selain itu, campuran air di dalam minyak rem juga dapat memicu karat pada komponen sistem pengereman. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada menurunnya performa rem secara keseluruhan dan berisiko mengganggu keselamatan
“Ketika minyak rem sudah tidak dalam kondisi baik, kemampuan dalam meneruskan tekanan akan menurun. Ini yang membuat pengereman terasa kurang responsif dan berpotensi mengurangi daya cengkeram” demikian mengutip keterangan salah satu mekanik senior AHASS
Ciri-ciri alias tanda minyak rem yang sudah harus diganti gampang dikenali sebenarnya, yaitu antara lain:
1. Warna Gelap
Dari yang awalnya bening kekuningan, minyak rem bisa berubah jadi lebih gelap. Ini biasanya karena sudah tercampur kotoran atau menyerap air. Jika dibiarkan, kualitasnya menurun dan tidak lagi bekerja dengan baik.
2. Tarikan Rem Lebih Dalam
Rem terasa lebih dalam saat ditekan atau ditarik, dan tidak se-responsif biasanya. Pengendara perlu usaha lebih untuk menghentikan kendaraannya. Kondisi ini sering disebut “rem ngempos” dan jadi tanda performa minyak rem sudah menurun.
3. Performa Pengereman Menurun
Rem terasa kurang pakem atau butuh jarak lebih panjang untuk berhenti. Responsnya juga bisa terasa tidak konsisten, terutama saat kondisi darurat. Jika dibiarkan, risiko rem tidak bekerja maksimal bisa meningkat.
Meski tanda-tanda tersebut mudah dikenali, penggantian minyak rem sebaiknya tidak menunggu hingga gejala muncul. Secara umum, penggantian dianjurkan setiap 24 bulan (2 tahun) atau 24.000 km, mana yang lebih dulu tercapai. Langkah ini penting sebagai bagian dari perawatan untuk menjaga sistem pengereman tetap optimal. Buat sepeda motor Honda, saran terbaik adalah melakukan penggantian minyak rem di bengkel resmi AHASS. Selain menggunakan produk yang sesuai standar, proses pengerjaan dilakukan oleh teknisi terlatih dengan prosedur yang tepat, sehingga keamanan dan performa kendaraan tetap terjaga
Melakukan servis di AHASS tidak hanya memastikan penggantian minyak rem dilakukan dengan benar, tetapi juga memberikan pemeriksaan menyeluruh pada sistem pengereman. Dengan begitu, potensi masalah dapat dideteksi lebih dini sebelum berdampak lebih besar
Yuk, periksa dan rawat sistem pengereman motor Hondamu, selalu #cariaman saat berkendara
Semoga berguna



