Berkendara aman di kala hujan malam hari

Pagi masbro..

Berkendara, dengan cuaca beberapa hari belakangan di Jatim rada berubah-ubah, memang menuntut kewaspadaan ekstra. Apalagi, ketika di musim yang sebenarnya masuk musim kemarau,  Namun tetiba, turun hujan deras di malam hari. 

Kondisi hujan,  pas melintasi jalan yang gelap, minim penerangan jalan, bisa jadi kombinasi yang berbahaya. Ketika satu-satunya sumber cahaya ya motor kita, weh, kudu ekstra konsentrasi. Berikut, ada beberapa trik dan tips berkendara saat malam dan hujan yang saia rangkum. Simak ya, supaya lebih aman saat berkendara

  • Amati marka jalan

Marka atau penanda jalan, adalah garis yang terbuat dari cat dengan ban khusus. Bahan khusus yang infonya juga dicampurkan dengan semacam karet dan pewarna fluorescent yang hasilnya bisa menyala ketika tersorot cahaya. Nggak menyala sendiri sih, persisnya memantulkan cahaya. Marka, adalah panduan utama ketika melintas di jalan raya. Marka garis lurus tanpa terputus, tandanya nggak boleh dilintasi atau dilibas, sementara marka putus-putus, bisa dilewati saat menyalip dengan catatan situasi memungkinkan.

Saat gelap gulita dan cuaca hujan, panduan garis marka ini sangat bermanfaat bagi pengendara karena bisa jadi patokan batas tepi jalan serta bagian tengah jalan, terutama di jalan yang nggak ada median/pembatas. Intinya, jangan melewati marka jalan yaa..

  • Ganti kaca/visor helm

Kaca helm, jamak diganti untuk kenyamanan. Yang paling sering sih, diganti kaca gelap supaya nggak silau saat dipakai. Eh, ada juga sih helm lansiran pabrik yang sudah pakai kaca gelap atau kaca pelangi. Nah, khusus masuk cuaca hujan ini, baiknya dikembalikan dulu deh ke kaca helm bening. Pandangan saat malam dan diguyur hujan, pasti lebih baik ketimbang kaca helm gelap. Lebih aman pastinya

  • Oleskan shampo di kaca helm/visor

Cuaca dingin diluar helm, sering membuat masalah. Yaitu kaca helm berembun. Buat yang helmnya sudah ada antifog sih gak masalah. Lha kalau yang belum ada, pasti ribet deh. Mau dilap, pasti ganggu konsentrasi berkendara, nggak dilap, ya jelas menghalangi pandangan kedepan. Salah satu solusi mudah adalah mengoleskan shampo ke bagian luar dan dalam kaca helm. Nggak usah banyak-banyak, secukupnya saja secara merata. Lapisan shampo ini akan menghalangi terbentuknya embun di kaca helm

  • Lepas stiker lampu

Stiker soctlite selain jamak dipakai pada bodi motor, juga sering dipakai untuk melapisi mika lampu depan maupun belakang. Kalau yang ini, dipakai yang jenis transparan bening, transparan pelangi atau transparan hitam/smoke. Memang lebih keren sih, gaul pula. Namun, lapisan ini menghalangi pancaran sinar lampu. Alhasil, pasti berkurang sorot lampunya, alias kurang terang karena terhalang. Daripada kenapa-napa gegara gak bisa jelas lihat jalanan, ada baiknya dikeletek, dicopot dulu deh itu stiker. Supaya sinar lampu depan motor bisa maksimal menerangi masa depan, eh bagian depan.

Toh, nanti kalau udah musim kemarau, bisa pasang lagi itu stiker. Biaya pasangnya, nggak sebanding kok dengan kalau celaka di jalan gegara nggak bisa lihat lubang dijalan

  • Gunakan jas hujan setelan

Jas hujan paling direkomendasikan buat berkendara adalah model 2 pieces alias setelan, Terdiri dari model jaket di bagian atas dan model celana di bawah. Selain lebih fleksibel, juga lebih nyaman dikenakan. Nggak menghalangi gerakan bikers saat berkendara, karena rasanya mirip pakai jaket dan celana biasa. Alhasil, respon gerak juga bisa maksimal, nggak terhalangi oleh bentuk jas hujan

  • Tambahkan stiker/scotlite berpendar

Trik ini berguna untuk menambah penglihatan pengendara lain kepada kita. Yaitu, menambah bagian bercahaya yang jelas menarik perhatian, baik pada motor maupun tubuh. Yaitu, menambahkan stiker scotlite fluorescent , yang ditempel pada bagian motor semisal spatbor atau plat nomor, serta bisa juga ditempel pada bagian punggung  jas hujan. Stiker ini memantulkan cahaya, bisa warna merah atau kuning atau putih, tergantung jenisnya. Bahan stiker ini cukup tipis sehingga nggak susah dilepas – pasang.

Kita dan motor, pasti lebih terpantau oleh pengendara dibelakang, karena seakan-akan menyala

  • Jangan ngebut

Kecepatan saat berkendara di kondisi hujan apalagi gelap, perlu dikurangi. Bila biasanya kondisi kering, jalan di angka 80 kpj, silakan diturunkan, yah  berkisar 40-60 kpj cukup. Selain bikin rileks pengendaraan, juga menghindarkan efek slip karena daya cengkeram ban ke aspal yang berkurang karena aspal basah. Lebih berasa saat melakukan pengereman, kalau kencang, efek aquaplanning atau ban mengambang di permukaan aspal basah bakal bikin celaka. Selip dan motor rasanya nggak menapak aspal, alhasil jatuh deh

Nah, itu tadi beberapa tips berkendara saat hujan dan malam yang gelap. Tetap kenakan perangkat berkendara yang lengkap mulai helm, jaket, celana dan sepatu serta tambahan safety gear , seperti sarung tangan dan jas hujan. Juga cek kondisi kendaraan sebelum berangkat yaa..

Semoga berguna

One comment on “Berkendara aman di kala hujan malam hari

  1. Pingback: Berkendara aman di kala hujan malam hari | Jatimotoblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s