Sabar ya, proyek underpass pertama di Malang sedang dikebut

Pagi masbro..

Lagi-lagi bahas lalu lintas di Malang Raya nih. Setelah proyek jalan tol Malang – Pandaan berjalan dan mendekati penyelesaian, di awal tahun 2019, giliran proyek pendukungnya dikerjakan. Hmm..

Yups, proyek jalan underpass di simpang Karanglo. Persimpangan ini, memang bakalan jadi simpang ruwet. Kenapa ruwet? Karena, arus lalu lintas masuk dan keluar kota Malang, serta masuk dan keluar kota Batu pada ngumpul disini ceritanya. Belum lagi, arus lalin dari tol Malang – Pandaan yang keluar dari gerbang Karanglo menuju kota Batu, juga melintas disini. Ajegile kan?? Terbayang ruwetnya, mengatur kendaraan sebanyak itu dari 4 penjuru mata angin

Nah, maka dari itu, perlu solusi tepat, penambahan jalur. Opsi pertama, adalah overpass atau jalan layang. Sedangkan opsi kedua adalah underpass atau jalan semacam terowongan. Opsi ini yang dipilih oleh PT Jasa Marga, sebagai solusi memecah keruwetan lalu lintas di simpang Karanglo, Malang.

Pemilihan model underpass bukan tanpa alasan. Pengerjaan yang lebih cepat ketimbang membuat jalan layang, adalah penyebab utama. Semakin lama dikerjakan, semakin tinggi pula tingkat kemacetan yang ditimbulkan karena proyek pengerjaan. Lalu, kedua, efisiensi. Biaya pembuatan underpass lebih hemat ketimbang jalan layang. Selisihnya lumayan besar. Bila jalan layang butuh biaya sekitar IDR 250 miliar, dengan underpass, bisa ditekan hingga angka IDR 80 miliar saja. Weh, hemat tenan. Ini ujar para pakar lho, bukan saia yang ngitung 😆

Underpass ini dibangun di bawah jalan raya Singosari tepat di pintu keluar tol Pandaan-Malang di Karanglo. Dibangun sepanjang 343 meter, dengan  bentang sisi utara (arah Malang) 152 meter, bentangan tengah (persis posisi terowongan) 38 meter serta bentang sisi selatan (arah Surabaya) 153 meter. Pembangunan underpass ini terdiri dari 2 jalur dengan kapasitas 4 lajur,  dengan masing-masing lajur memiliki lebar 3,5 meter.  Aksesnya,  kendaraan dari Surabaya ke Malang bisa masuk underpass ini, begitu pula sebaliknya. Monggo simak video animasi, seperti apa sih underpass yang sedang dikerjakan ini

Meski begitu, bukan tanpa kelemahan nih pilihan. Selain kontur tanah yang hendak dibuat underpass kudu memenuhi syarat, resiko jalan model ini bila drainase buruk, akan membuat air menggenang di terowongan. Lha kan memang lebih rendah posisinya, alias menurun. Makanya, filosofi air yang mengalir ke tempat rendah pasti berlaku.

Last, kalau buat warga Malang nih, apapun pilihannya, yang penting berfungsi maksimal dan memperlancar arus transportasi. Insinyur kita sudah pada jos markotop, semua pasti ada hitungannya. Ngomong-ngomong nih, kalau jadi, underpass Karanglo ini bakal menjadi underpass pertama di Malang Raya.

Semoga cepat selesai dan berfungsi maksimal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s