Urus SIM, Surat Keterangan Sehat Mutlak Diperlukan

Pagi masbro..

SIM, Surat Ijin Mengemudi, adalah selembar kartu (bukan surat) yang dikeluarkan oleh kepolisian daerah setempat, merupakan lisensi alias keterangan, bahwa pemilik yang nama dan identitasnya tercantum di situ, berhak mengemudikan kendaraan sesuai golongan SIM-nya di jalan raya.

Dalam proses mendapatkan SIM, ada beberapa tahapan prosedur yang mesti dilalui. Selain harus ANTRI :mrgreen: , lulus ujian teori dan ujian praktek adalah hal yang wajib dan mutlak. Kedua jeni ujian ini bakal dilakoni pemohon SIM di kepolisian daerah masing-masing, kebetulan kalau di Malang, namanya Satpas SIM.

Materi ujian, tentunya berkutat seputar jalan raya. Pemahaman kendaraan, rambu-rambu, peraturan lalu lintas merupakan materi uji teori. Jaman dulu banget sih, pas saia pertama buat SIM di Malang, mengerjakan ujian teori ya persis sekolah. Ada soal, dikerjakan pada lembar jawaban. Sekarang mah, sudah maju. Tinggal pencet tombol keyboard jawaban, dengan soal tertayang di layar, plus nggak bisa lagi contek-mencontek dengan sesama pemohon SIM. Lha wong soalnya diacak alias beda-beda 😆

Sementara ujian praktek, kalau SIM C alias SIM motor, prakteknya ya berkendara melalui sejumlah rintangan tertentu yang sudah disiapkan petugas. Kalau penasaran apa saja uji prakteknya, termasuk denah layout sirkuit tes praktek yang mudah-mudahan saja masih valid,  monggo, klik di postingan saia terdahulu disini. Khusus kabupaten Malang lho ya, sesuai domisili saia. Kalau tanya daerah lain, mohon maaf saia nggak paham

Syarat lainnya, yang juga wajib adalah surat keterangan sehat. SKS ini, biasanya diperoleh dari poli kesehatan Satpas tempat mengurus SIM, jadi yang membuatkan adalah dokter/tenaga medis internal. Nggak hanya ujug-ujug kita daftar, trus dibuatkan SKS dan bayar. Tapi, ada tes sederhana seperti pengukuran tekanan darah, ukur berat – tinggi badan dan tes penglihatan. Penting banget ini, masak iya mau riding berkendara tapi mata gak sehat? Bahaya banget, karena obyek di jalan banyak, kalau nggak jelas, waduh…

Selain tes penglihatan jauh-dekat, ada juga tes buta warna. Selain lebih bisa kenal warna jelas, harapannya, pemohon SIM lebih awas pada obyek di jalan. Contoh, misal nih, jadi saksi tabrak lari dengan pelaku mobil coklat. Karena buta warna, bisa saja yang terlihat mobil merah marun, sehingga saat laporan kejadian ada kesalahan identifikasi warna kendaraan.

Informasi terakhir yang saia dapat dari Satpas SIM Polres Malang, persisnya dari salah satu akun pemohon SIM di medsos Satpas, kini SKS nggak harus dari internal poli kesehatan di Satpas. Bisa dari Puskesmas atau instansi medis lain, yang menjelaskan dengan spesifik kondisi kesehatan sang pemohon. Wah, kalau ini, bisa mengurangi jumlah antrian dan mempersingkat waktu. Pemohon bisa urus KSK dekat lokasi tempat tinggal sebelum ke Satpas SIM untuk daftar SIM baru. Jadi nggak perlu antri dobel di poli kesehatan. Hal ini yang biasanya potensi 2 kali kerja. Maksudnya, antri tes kesehatan, habis itu masih antri daftar dan ujian SIM.

Apalagi, pemohon SIM di Satpas SIM Polres Malang ajegile masbro, mulai Malang Selatan hingga Utara, lha wong kabupaten Malang memang luas. Makanya, pemohon juga bejibun jumlahnya. Kadang, masih antri tes kesehatan, sudah selesai, hari menjelang siang dan antrian SIM sudah ditutup karena ada kuota terbatas tiap harinya. Kan otomatis harus balik lagi keesokan harinya, untuk urus SIM, sehingga total bisa 2 hari. Ini masih belum terhitung kalau gagal tes dan kudu mengulang seminggu kedepan, hehehehe.

Last, saia masih nunggu konfirmasi dan jawaban resmi akun Satpas SIM Polres Malang, tentang hal ini. Semoga saja info dari netizen tadi benar, sehingga membantu lebih mudah dan efisien waktu dalam mengurus SIM.

Semoga berguna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s