Pembatasan jumlah armada taksi online di Malang

Pagi masbro..

Masih seputar gonjang-ganjing tentang angkutan online di Malang nih, khususnya R4 alias mobil yang disebut taksi online. Sudah ada beberapa perusahaan taksi online yang beroperasi sejak beberapa tahun silam di kota Malang, sebut saja Grab, Go-Car (Gojek) serta Uber. Setelah sempat kisruh dengan taksi konvcensional, operasional armada online memang sempat tiarap. Msih jalan, namun dengan hati-hati supaya tidak bergesekan dengan lainnya. Termasuk patuh dengan zonasi, yaitu kawasan yang merupakan area terlarang untuk angkutan online mengambil penumpang.Nah, kini peraturan terbaru di level provinsi Jawa Timur sudah turun, yaitu Keputusan Gubernur Jawa Timur No 188/375/KPTS/013/2017 tentang ‘Penetapan Aplikasi Berbasis Teknologi Informasi (online) di Jawa Timur”. KepGub ini, merupakan tindak lanjut dari peraturan Kementerian Kominfo tentang pembatasan taksi online pada akhir 2017 lalu, termasuk syarat dan ketentuan operasioanl taksi online. Dalam KepGub Jatim ini, telah ditetapkan kuota taksi online di Malang. Yaitu berjumlah ‘hanya’255 unit kendaraan saja. Weleh…

Jumlah itu masih dibagi dalam 3 wilayah Malang Raya. Yaitu Kota Malang, mendapat kuota 150 unit, Kota Batu 30 unit dan Kabupaten Malang sebanyak 75 unit.  Sedikit ? Menurut informasi dari Dinas Perhubungan Kota Malang, jumlah itu merupakan keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang tentunya sudah didasarkan pada survey dan pertimbangan tertentu, seperti jumlah penduduk, dan angkutan umum yang sudah ada di daerah bersangkutan.

Seharusnya nih surat keputusan itu sudah dilaksanakan, karena sudah terbit sejak akhir 2017.  Namun karena jumlah yang ada sudah melebihi kuota, surat keputusan tersebut belum dilaksanakan. Diperkirakan, armada taksi online di Malang sudah mencapai angka ribuan unit. Berkisar 1.700 unit yang sudah beroperasi. Weh, beneran over kuota nih. Nah,. lalu gimana dong solusinya?  Melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dishub Pemkot Malang sudah berkirim surat ke Kementerian Komunikasi dan Informatika. Surat itu berisi tentang kuota taksi online dan kondisi taksi online yang sudah ada di Malang. Hal ini juga terkait operator taksi online di Malang yang juga masih saja bandel, terus melakukan perekrutan armada baru, padahal jelas-jelas sudah ada aturan batasan kuota tersebut.

Pembatasan jumlah armada ini melengkapi  syarat operasional untuk angkutan online sebelumnya, yaitu antara lain harus ada izin operasional, KIR kendaraan, stiker khusus hingga pengemudi yang wajib punya SIM A Umum. Pembatasan itu, menurut Dishub sih,  tidak untuk menghalangi perkembangan taksi online namun  justru untuk melindungi taksi online supaya tidak melebihi jumlah yang semestinya. Nah, betul juga. Kalau kebanyakan driver, kan orderannya kudu bersaing dengan yang lain.Kalau armada gak terlalu banyak, kuenya bisa besar-besar dong, bagiannya, hehehehe

Kalau saia sebagai masyarakat dan pengguna , nggak ada masalah. Pokoknya, angkutan bisa nyaman, cepat dan aman, syukur-syukur sih mudah diakses dan didapat. Selama ini beberapa kali menggunakan jasa angkutan online juga fine-fine aja, nggak ada masalah. Prinsip konsumen, bagaimana mendapatkan barang/layanan yang semaksimal mungkin dengan biaya seminimal mungkin. Betul? :mrgreen:

Semoga segera ada solusi

 

 

 

 

 

Advertisements

4 comments on “Pembatasan jumlah armada taksi online di Malang

  1. Pingback: Prediksi macet, sopir angkutan umum Malang raya akan demo Rabu 14 Maret 2018 | sekedar coretan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s