Prediksi macet, sopir angkutan umum Malang raya akan demo Rabu 14 Maret 2018

Pagi masbro..

Di Malang Raya, rupanya sengketa antara angkutan umum dan angkutan berbasis online, masih saja tidak menemukan jalan keluar. Peraturan Pemerintah Provinsi Jawa TimurĀ  tentang beberapa kewajiban yang harus dipenuhi oleh angkutan online yang berimbas pada pembatasan jumlahnya, ternyata juga tidak efektif. Pernah saia tulis juga disini. Beberapa saat lalu mendapatkan kabar dari rekan-rekan instansi terkait, bahwa besok, Rabu 14 Maret 2018, akan ada lagi aksi demonstrasi sopir angkutan umum di Malang Raya

Dari foto surat pemberitahuan aksi demo ini ke pihak aparat kepolisian, rencananya akan dilakukan oleh sekitar 1000an orang. Weleh…banyak banget yakk

Aksi ini akan dilakukan di UPTD Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur yang kebetulan lokasinya strategis banget. Yaitu di pertigaan sumber macet, Karanglo, Singosari. Wah, nggak ada keriuhan aja sudah macet di persimpangan utama menuju Kota Batu dan Kota Malang ini, apalagi kalau bakal ada demo.

Tuntutan dalam aksi ini tetap, yaitu seputar angkutan online yang menurut mereka bertentangan dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 108/2017 tentang angkutan umum. Intinya, menolak angkutan berbasis online. Hmm, ribet nih bakalan.

Hingga sore ini, pihak terkait masih berusaha meredam rencana aksi ribuan orang ini, karena pertimbangan berbagai hal. Keamanan dan kemacetan di lokasi adalah hal mendasar. Hingga akhirnya, beredar himbauan agar pengguna jalan besok pagi dan siang mewaspadai penumpukan massa di sekitar pertigaan Karanglo, Malang berikut kemacetan yang kemungkinan besar tak terhindarkan. Demikian juga agar pengemudi angkutan online, untuk sementara rehat dan menghindari konfrontasi dengan massa di area tersebut.

Yuk, semuanya hati-hati di jalan, jaga emosi dan semoga semua masalah ini bisa mendapatkan solusi yang baik untuk semua pihak. Semoga berguna

Advertisements

Pembatasan jumlah armada taksi online di Malang

Pagi masbro..

Masih seputar gonjang-ganjing tentang angkutan online di Malang nih, khususnya R4 alias mobil yang disebut taksi online. Sudah ada beberapa perusahaan taksi online yang beroperasi sejak beberapa tahun silam di kota Malang, sebut saja Grab, Go-Car (Gojek) serta Uber. Setelah sempat kisruh dengan taksi konvcensional, operasional armada online memang sempat tiarap. Msih jalan, namun dengan hati-hati supaya tidak bergesekan dengan lainnya. Termasuk patuh dengan zonasi, yaitu kawasan yang merupakan area terlarang untuk angkutan online mengambil penumpang.Nah, kini peraturan terbaru di level provinsi Jawa Timur sudah turun, yaitu Keputusan Gubernur Jawa Timur No 188/375/KPTS/013/2017 tentang ‘Penetapan Aplikasi Berbasis Teknologi Informasi (online) di Jawa Timur”. KepGub ini, merupakan tindak lanjut dari peraturan Kementerian Kominfo tentang pembatasan taksi online pada akhir 2017 lalu, termasuk syarat dan ketentuan operasioanl taksi online. Dalam KepGub Jatim ini, telah ditetapkan kuota taksi online di Malang. Yaitu berjumlah ‘hanya’255 unit kendaraan saja. Weleh…

Continue reading