Pangsit Mi Pak Sulin Malang, gobyos

Pagi masbro..

Sudah lama nih gak nulis kuliner yak…mumpung akhir pekan, yuks. Pangsit mi, kalo di Malang, seringkali juga disebut cwi mi, merupakan salah satu makanan favorit saia. Warung pangsit mi yang saia tulis kali ini, sebenarnya warung lawas, jadul. Berdiri sejak sekitar awal tahun 1980an. Nah, lumayan eksis kan?

Saia kenal kali pertama dengan warung ini dan hidangannya, sekitar awal tahun 2005, karena diajak teman kerja kesitu. menempati sebuah bangunan sederhana yang ada di daerah Jl Tanimbar Malang. Dominasi bangunan lawas, meja dan kursi kayu, perpaduan dengan bapak penjualnya yang juga sudah agak sepuh. Pak Sulin namanya. Menyajikan pangsit mi biasa dan istimewa, yang punya perbedaan pada tambahan toppingnya. Ada tambahan rempelo ati goreng khusus untuk pangsit mie spesial.

Pesan 1 mi biasa, ditemani segelas es teh. Nggak pake lama, semangkuk pangsit mi terhidang di meja. Asap masih mengepul, jelas tanda masih panas πŸ˜† Mi kuning dengan ukuran sedikit lebih besar menurut saia dibanding mi lain yang pernah saia makan. Lengkap dengan sayuran berupa sawi yang sudah direbus, taburan daging ayam yang digiling halus,Β  siomay ayam, acar mentimun, taburan daun bawang cincang, bawang goreng, dan kerupuk pangsit. Nyammm…

Khasnya pangsit mi disini, adalah tambahan siomay isi ayam sebanyak 2 biji di setiap mangkuk pangsit, dan tersedianya lalap cabe yang sudah dikukus, yang ajegile pedesnya. Nggak tahu, jenis cabe apa ini, yang jelas, mulai dulu sampe sekarang, rasa pedasnya gigit banget, tetap stabil. Kalau siomay isi gilingan daging ayam, istri bapak penjual yang bikin sendiri, dari kulit pangsit, diisi daging ayam yang digiling/dicincang halus, lalu dikukus/direbus.

Rasanya, enak bin maknyus. Padahal bumbu untuk mi-nya cukup sederhana saja. Minyak bawang, sedikit kecap asin, garam, penyedap bila suka. Kalau mau non MSG, tinggal bilang saja kok. Dan yang jelas, porsinya, cukup mantap untuk harga segitu. Eh, berapa sih harga semangkuk pangsit mi ini? Cukup ditebus dengan IDR 7.000 saja. Murah kan?? Tak terasa, sambil berbincang santai dengan pemilik warung, tandas sudah semangkuk pangsit mi serta beberapa biji cabe. Pedas, bikin keringat sukses memenuhi area wajah. Apalagi, ditambah tempat sederhana yang terbilang langit-langitnya agak rendah, makin menambah panas suasana. Gobyos deh berkeringat. Makanya, minuman dingin merupakan obat ampuh meredakan pedas dan panasnya, hehehe.

Oh iya, buat yang penasaran dan mau mampir, warung ini buka sejak jam 10 pagi hingga habis, dan tutup setiap hari Minggu. Biasanya sih, sore gitu sudah habis, karena si bapak nggak mau nambah porsi jualan. Tiap hari ya segitu, sehabisnya saja, katanya. Oke, silakan mencoba dan semoga kepingin

Advertisements

6 comments on “Pangsit Mi Pak Sulin Malang, gobyos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s