Impresi harian Honda Supra GTR 150 (3) Uji dynotest dan konsumsi BBM

Pagi masbro..

Puas jajal Supra GTR 150 di jalan raya dan jalan offroad ringan di artikel lalu, kini lanjut eksplorasi mesin. Penasaran, kok rasanya, di putaran bawah sudah muncul tenaganya…berasa nyundul-nyundul.

Dari spesifikasi pabrikan, memang torsi dan tenaga ada di rpm yang lebih rendah dibandingkan Honda Old CB150R gen 1 yang biasa saia tunggangi tiap hari. Jelas sih, torsi dan tenaga diturunkan, pun tercapai di putaran mesin yang lebih rendah. Seperti ini datanya.

MESIN
Tipe mesin 4 Langkah, DOHC – 4 Katup
Sistem Pendinginan Mesin Liquid Cooled with Auto Fan
Diameter x Langkah 57,3 x 57,8
Kapasitas Mesin 149,16 cc
Perbandingan kompresi 11,3 : 1
Daya Maksimum 11,6 kW (15,9PS) / 9.000 rpm
Torsi Maksimum 13,5 Nm (1,38 kgf.m) / 6.500 rpm
Tipe Kopling Wet Multiplate with Coil Springs
Sistem Start Electric & Kick Starter
Sistem Suplai Bahan Bakar PGM-FI
Sistem Pelumasan Basah

Gak afdol nih, kalau hanya berdasarkan feeling dan spek motor. Saia giring deh ke bengkel AHASS Asia Motor di daerah Sulfat Malang, untuk diajak naik mesin dynotest. Gak pake lama, si GTR sudah dinaikkan mesin dyno. Mas mekanik lalu jajal beberapa kali run.

Sempat ditanyain orang yang lagi service, motor apaan itu?  Jiaah…lagi-lagi banyak yang kepo, mungkin gak tahu dan gak paham ada varian Honda bebek 150 ini barangkali. 😆 Tak berapa lama, taraa…keluar deh hasilnya di layar laptop.

Hemms..kalo nilai tenaga, identik dengan spek yang disajikan AHM. Yaitu, 15,78 HP = 11,77 kW. Malah sedikit diatas klaim pabrikan, ya karena menurut data dynotest ini, tenaga segitu dicapai pada 9.800 rpm, sementara menurut data spesifikasi, dicapai pada 9.000 rpm.

Limiter rpm pada Honda Supra GTR 150 ini, standarnya dibatasi pada 10.500 rpm saja, sesuai dengan zona merah pada tachometer. Beda dengan Honda OCB 150, yang berada di 12.500 rpm. Hal ini berhubungan langsung dengan spek mesin, yang konfigurasi diameter piston x langkah di angka 57,3 x 57,8. Biasa disebut square, alias seimbang. Mesin square memiliki keunggulan yaitu tenaga yang merata baik di putaran rpm rendah, menengah maupun putaran tinggi. Biasanya, aplikasi mesin ini untuk kendaraan komuter sehari-hari.

Untuk kecepatan maksimal tiap gigi perseneling, saia sempat ukur dengan aplikasi android Ulyysse. Yang sederhana saja deh, berbasis GPS di handphone. Untuk penampakan nyata di spidometer, mohon maaf belum ada nih, hehehehe. Yang saia coba adalah kecepatan maksimum di tiap gigi persneling, 1 hingga 4. Dan berikut screen capturenya.

Gigi 4 maksimal mampu hingga 97 kpj, saat putaran mesin terputus oleh limiter di 10.500 rpm. Dengan perlakuan yang sama, yaitu sampai limiter, gigi 3 mampu di angka 83 kpj, gigi 2 mencapai 62 kpj serta gigi 1 di angka 30 kpj.

Tenaga merata pada mesin bertipe square, nggak perlu puntir gas terlalu dalam, sudah mampu terasa tenaga mesin. Dan jelas, konsumsi BBM juga bakal terpengaruh. Berikut saia juga mencoba menghitung konsumsi BBM Supra GTR ini. Metode yang biasa saia pakai untuk beberapa motor yang sempat saia jajal review adalah full to full. yang simpel saja sih itu. Bagusnya sih, metode yang presisi ya pakai gelas ukur sekaligus mengosongkan tangki. Karena pemakaian harian, kayaknya ribet deh. Alhasil, full to full tetap saia pakai dengan indikator volume BBM sampai mulut/lubang tangki persis. Isi penuh BBM Pertamax di SPBU langganan, lalu minggir sebentar buat mereset trip meter. Pencet tombol menu di spidometer, pilih tripmeter, lalu tahan beberapa saat. Angka tripmeter akan kembali ke nol.

Lalu, aktifitas harian saia jalankan seperti biasa, wira-wiri di jalanan Malang, termasuk trabas ke trek tanah :mrgreen: Tak terasa, riding hari itu sudah sampai batasnya. Sebelum indikator BBM di dasbor berkedip, segera menuju SPBU awal tempat pengisian tadi. Kembali isi penuh hingga mulut tangki.

Minta print out pengisian BBM sebagai bukti. Lalu, lagi-lagi menepi untuk jepret kondisi tripmeter. Isi penuh hingga kondisi semula, menghabiskan 3,65 liter Pertamax dengan total senilai IDR 30.000. Jarak yang saia tempuh adalah 175.3 km. Dengan hitungan sederhana, ketemulah konsumsi BBM Honda Supra GTR 150 ini. Seliter Pertamax habis untuk menempuh jarak 48 km. Weleh…irit juga ya. Padahal, trek bervariasi mulai aspal sampai lumpur. Kadang santai, kena macet plus beberapa kali betot gas.

Sekian dan semoga berguna

Advertisements

13 comments on “Impresi harian Honda Supra GTR 150 (3) Uji dynotest dan konsumsi BBM

  1. Salken mas,sy pernah dpt 51km/l lho mas kondisi jam prgi n pulang kerja di jakarta,jrk tmpuh pp 60km,paling boros 47km/l. Kekurnganny y itu jok sm sok blkang krs. Salam satu hati.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s