Sate “Sayang” , kuliner lawas Kota Malang

Kuliner lagi yukzz…kali ini menu yang dicobain adalah versi bakaran. Warung makan yang saia sambangi termasuk salah satu warung lawas, karena sudah eksis belasan tahun CMIIW. Depot sate “Sayang” namanya. Berdiri di tepi jalan protokol, di daerah Kotalama. Yaitu Jl Kolonel Sugiono, persis di pinggir jalan Gadang – Malang. Kalau susah cari lokasinya, ancer-ancernya adalah sebelum flyover Kotalama, sebelah barat jalan. Tandanya sih gampang, pasti ada kepulan asap dari depan depot sederhana ini, karena tempat bakaran sate berada persis di depan depot. Penguasa daerah Kolonel Sugiono, pasti hafal daerah ini 😆 😆

sate1Menunya, jelas. Sate. Khususnya, sate ayam, karena spesialis depot ini adalah olahan ayam. Selain sate ayam, juga tersedia soto ayam. Menu sate ayam, masih ada 2 macam, yaitu sate ayam daging saja, dan sate ayam campur. Maksudnya campur, dalam setusuk sate, selain ada daging ayam, juga ditambahkan bagian lain seperti kulit, usus, hingga hati ayam. Beda dengan sate daging ayam, yang setusuknya hanya terdiri dari daging saja, tidak ada kulit serta bagian lain.

Masuk, penampilan sederhana saja yang dirasakan dalam depot. Beberapa meja panjang dengan kursi plastik, etalase depan, serta tak lupa tempat bakaran di depan. Langsung saja pesan, karena pas hujan, habis muter-muter Malang. Supaya lebih bervariasi, sengaja saia pesan sate ayam campur 1 porsi, plus nasi serta es teh. Maklum, perut ndeso, kalo belum terisi nasi, kurang nendang, hehehehe..

Tidak terlalu lama, pesanan sudah terhidang. Sepiring sate ayam, masih mengepul asap tipis, pertanda baru saja diangkat dari bakaran. Ditambah sepiring nasi dan segelas es teh. Hmm…aromanya makin bikin lapar. Seporsi sate ayam campur, berisi 10 tusuk sate, yang disiram saus kacang kental serta dilengkapi rajangan/irisan bawang merah di tepinya.

sate3Seperti biasa, langsung icip menu utama. Saus kacang kental berwarna coklat tua, terasa banget manisnya serta rasa kacangnya. Wah, kalau yang gak terlalu suka manis, sedikit terlalu manisnya menurut lidah saia. Apalagi, masih ditambah kecap manis dalam campurannya. Berasa makan masakan kulonan (jateng dsk :red), hehehe. Rasa kacang kuat banget, yang digiling halus.

sate2Sebagai penetralisir rasa manis sekaligus tambahan wajib, saia colek sesendok sambal. Sambal sederhana, yang hanya terbuat dari ulekan cabai saja. Dijamin pedas… Begitu tercampur rata, pas ini bumbu kacangnya. Baru, si sate saia bolak-balikkan di saus/bumbu kacang. Saia ambil setusuk, lalu gigit. Wah, empuk ternyata. Dibakar tidak kelewat matang, karena tidak saia jumpai hangus yang berlebihan. Yang jelas tetap matang, karena, untuk olahan ayam, memang harus benar-benar matang, karena khawatir dengan bahaya kontaminasi bakteri salmonella atau apalah, kurang ngeh. Leeh, malah bahas bakteri…

sate4Empuk dan matang, lezat…ditambah aroma bakaran yang nggak gosong, makin pas. Hampir lupa, nasi tidak tersentuh. Tak terasa, dalam waktu singkat, sudah licin tandas, seporsi sate ayam berikut nasi dan minuman. Perut kenyang, lanjut perjalanan. Eits, jangan lupa bayar dulu. Sowan ke ibu yang punya depot. Total jenderal, IDR 22.000 untuk semuanya. Rinciannya, 1 porsi sate ayam campur IDR 15.000, nasi putih IDR 4.000 dan es teh manis IDR 3.000. Hmm, lumayan juga, sedikit rada mahal menurut saia 😆 Tapi, ya sebanding sih sama nikmatnya, hehehehe

sate5Minat? Monggo meluncur ke Jl Kol. Sugiono atau daerah Kotalama, Malang untuk mencicipi sate ayam ini. Semoga berguna dan semoga kepingin..Bila perlu pemandu, bisa kontak saia 😆

Advertisements

7 comments on “Sate “Sayang” , kuliner lawas Kota Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s