Arogan nan berbahaya???


Sebenarnya, kemarin mo bikin tulisan ini, berhubung sik ruwet di kantor, jadi gak sempat deh…
Selasa 26/07, seperti biasa, abis nganter thole, yang sekarang sekolah TK di salah satu kompleks militer, saya nyebrang jalan lewat pos Provos, mo ngantor. Di pos ada 3-4 orang Provos, trus di tengah jalan ada 1 orang plus 2 orang di pinggir jalan. nah, 3 orang yang bertugas di jalan raya tadi bertugas menghentikan kendaraan, kalau ada penyeberang jalan, entah sipil atau militer. Ndilalah, pas saia mo nyeberang, situasi agak rame. Maklum saja, pas hari en jam kerja, juga karena ruas Singosari-Malang adalah jalur cepat akses utama Malang-Surabaya. Ujug-ujug, si provos yang di tengah jalan menyetop mendadak dengan memalangkan tanda berhenti (kayak eblek-e petugas di stasiun KA itu lho..). Spontan beberapa kendaraan, yang melaju dengan kecepatan rendah, sekitar 40 km/jam berhenti ‘agak’ mendadak. Nah, dari kejauhan, saia lihat ada biker, nunggang Karisma agak kenceng, menyalip kendaraan lain, sehingga nggak tahu kalo dihentikan sama sang provos. Karena nggak mungkin ngerem mendadak (saia paham,kalo direm mendadak bakalan ndlosor tuh biker), dia hanya mengurangi kecepatan tapi gak berhenti,sambil satu tangan memberi isyarat MAAF, aku gak bisa brehenti…kadung banter, gak tau kalo distop..
Aje gile, pak provos yang megang tanda berhenti, dengan emosi melempar papan isyarat itu ke arah si biker tadi….busyet deh….Saia sendiri sampe kaget…Klonthaaang…papan rambu tadi untung-nya…gak kena si biker, mendarat di aspal, persis kira-kira sepersekian detik di belakang rider Karisma..
Asli…beberapa saat saia masih terkesima dengan ‘aksi’ pak provos tadi…sebelum akhirnya jalan juga nyebrang bareng beberapa anggota militer lain…
Lha kalo misal tadi kena, opo gak ndlosor si rider Karisma tadi??? Apes tenan memang…
Mungkin, sedikit masukan aja, mbok ya kalo menghentikan arus lalu lintas kendaraan di jalur cepat, dilihat dulu situasi-nya…gak ujug2 priiiittt…langsung berhenti. Respon tiap orang, kondisi rem dan kendaraan, juga kecepatan pasti berpengaruh ke jarak pengereman. Mungkin, ada baiknya oknum tadi, dan rekan-rekan yang bisa bertugas di jalan raya, bisa diikutkan pelatihan di Kepolisian. Kan Polres Malang dan Polresta Malang juga punya binaan tenaga sukarela pengatur lalu lintas…ada trainingnya juga lho…jadi gak asal, bahaya pak!!!
Mohon maaf bila ada pihak yang kurang berkenan dengan artikel ini. Saia hanya menuliskan fakta, semoga bisa menjadi pembelajaran dan masukan positif bagi semua pihak.

Advertisements

One comment on “Arogan nan berbahaya???

  1. I came across your Arogan nan berbahaya??? | sekedar coretan website and wanted to let you know that we have decided to open our POWERFUL and PRIVATE web traffic system to the public for a limited time! You can sign up for our targeted traffic network with a free trial as we make this offer available again. If you need targeted traffic that is interested in your subject matter or products start your free trial today: http://rofel.me/1 Unsubscribe here: http://priscilarodrigues.com.br/url/11

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s