Hoax, tilang berdasar rekaman CCTV pada bus Transjakarta

Pagi masbro..

Kemajuan teknologi, memang tak terhindarkan. Sudah tahu kan yang namanya kamera CCTV, alias kamera pemantau yang berbasis close circuit television? Kamera pemantau kondisi sekitar yang bisa merekam kejadian apapun selama masih dalam jangkauan lensanya.  Akhir pekan lalu, sempat heboh di medsos dan dunia maya, tentang penampakan kamera alias CCTV pada bagian belakang bus TransJakarta. Kamera ini, disebut-sebut oleh pengguna medsos, merupakan salah satu alat bukti tilang yang dipakai Polri untuk menindak kendaraan pribadi yang menerobos jalur khusus busway itu.

Di sebuah medsos, bahkan si akun menceritakan kalau rekannya, ‘dikenakan’ denda tilang gara-gara ketahuan menerobos jalur busway. Memang sih, menerobos jalur busway itu merupakan sebuah pelanggaran lalu lintas, dan sudah pada tempatnya kalau dikenakan tindakan tilang oleh pihak kepolisian. Nah, dalam skrinsyut berikut, diberikan keterangan kalau bukti pelanggaran menerobos jalur khusus busway tersebut adalah rekaman CCTV.

Diceritakan, kalau kamera CCTV yang merekam ‘aksi’ pelanggaran tersebut terpasang pada bagian belakang bus Transjakarta, selaku pengguna sah jalur busway. Nah, benarkah kabar ini?

Secara tegas, Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, menyebut pihaknya belum menerapkan penegakan hukum berlalu lintas dengan sarana rekaman kamera CCTV, terkait dengan berita adanya kamera CCTV pada bus Transjakarta. “Pemberlakuan sarana (kamera) CCTV untuk sarana penegakan hukum di wilayah hukum Polda Metro Jaya belum dilaksanakan sampai saat ini,” kata Budiyanto.  Nah lho…

Memang, bisa dan dimungkinkan prosedur tilang seperti itu, karena alat bukti rekaman video sudah lebih dari cukup sebagai bukti. Apalagi, di Surabaya, pihak berwenang juga telah melakukan ujicoba semacam itu meski sementara ini masih berupa surat himbauan dan teguran saja kepada pengguna jalan yang tertangkap basah dengan kamera CCTV melakukan pelanggaran. Tapi yang jelas, masih butuh proses, sistem yang mumpuni beserta peralatan pendukung dong, jadi ya memang masih membutuhkan waktu.

Sementara itu, pihak dari Transjakarta sendiri juga membantah tentang fungsi kamera CCTV di bagian belakang bus mereka. Staf Humas PT Transjakarta, Wibowo menjelaskan memang benar pihaknya memasang unit kamera CCTV di bagian belakang bus mereka.Tetapi, fungsinya sampai saat ini bukan untuk merekam aktivitas pelanggar yang menerobos jalur bus tersebut. “(Kamera) CCTV memang ada, namun sampai saat ini hanya untuk merekam kejadian, belum sampai pada tahap seperti informasi yang beredar itu,” kata Wibowo. Kejadian yang dimaksud adalah kejadian yang berkaitan dengan operasional layanan bus Transjakarta, Misal nih, sebagai contoh, ada kejadian kecelakaan si busway Transjakarta ditabrak dari belakang. Nah, bakalan terekam kan itu kejadiannya, jadi bisa diusut dengan alat bukti yang kuat. CCTV tersebut tersambung langsung dengan pusat operasional alias dengan kantor perusahaan Transjakarta.

Nah, sudah jelas kan? Pencerahan dan klarifikasi dari 2 pihak nih, kepolisian dan oeprator Transjakarta selaku pemilik kendaraan. Jadi, bila beredar berita macam ini, sudah bisa dipastikan kalau itu adalah berita yang tidak benar alias HOAX. Yuk, kita perangi bersama .. Semoga berguna dan tetap berkendara dengan aman ya masbro serta mbaksis

HOAX red Rubber Stamp over a white background.

 

Advertisements

Video rekaman CCTV, petugas ingatkan pengendara melanggar yang terpantau lewat CCTV

Sore masbro..

Teknologi terus berkembang, dan tujuannya adalah mempermudah dan membuat nyaman. Termasuk juga meningkatkan keselamatan saat berkendara di jalan raya. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Surabaya telah merilis sistem anyar berbasis teknologi pada CCTV. Sistem ini, membuat lebih ringkas penyampaian tilang (bukti pelanggaran) pada pengguna jalan yang melanggar.

pic : motorrio

pic : motorrio

Pengendara yang terpantau melanggar saat di lampu merah/TL, akan terekam nomor polisi kendaraannya oleh CCTV yang terpasang di area tersebut. Canggih ya, otomatis akan menzoom pada nopol, sehingga akan terbaca oleh sistem. Selanjutnya, surat tilang, akan dikirim langsung pada alamat yang sesuai dengan nopol tersebut.

Sebagai ujicoba, hanya diberikan semacam peringatan sebagai pengganti tilang. Mungkin sambil menunggu kesiapan semau pendukung ujicoba, sehingga pengendara hanya diingatkan. Baru saja saia mendapat kiriman video dari kawan-kawan , tentang rekaman CCTV di daerah Bandung kalau nggak salah. dalam rekaman tersebut, sistem yang serupa di Surabaya, juga diaplikasi. Hanya saja, ada perbedaan. Dalam rekaman ini, petugas yang memantau langsung monitor pada CCTV, langsung menegur pengendara yang melanggar. Simak deh video berikut

Sistemnya, mikrofon pada ruang pengendali, terhubung dengan kamera CCTV berikut speaker di lokasi kejadian. Jadi, petugas bisa berinteraksi langsung dengan pengendara meskipun hanya 1 arah, tidak bisa sebaliknya. Wah, asyik nih…

Sangat bisa jadi, ‘penindakan’ macam ini berpengaruh pada psikologis pengendara. Hayoo, apa nggak malu saat berhenti di traffic light, dari corong pengeras suara , sampeyan dingatkan di hadapan banyak orang? “Hei…pengendara motor matik warna putih, nopol XXXX , memakai helm itu, yang dibonceng gak pake helm!! Diturunkan saja, biar naik angkot” Hehehehehe…Yakin, sumpah, selain kaget, malu dan tengsin lah, diingatkan pake pengeras suara di jalanan. Hihihihih…sumpah, saia sendiri juga sempat ketawa  melihat ekspresi bingung si cewek yang naik skutik dan boncengernya gak pake helm itu.

Semoga saja nih, aplikasi macam ini berkembang dan diterapkan di semua daerah di Indonesia. Bisa menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, sekaligus menekan angka kecelakaan juga. Kalau tahap awal, cukup peringatan saja. Kalau masih bandel, baru deh tilang dikirimkan. Masih bandel juga? Hajar aja deh, hehehehee..

Semoga berguna

Aplikasi android pantau CCTV Kota Malang

Pagi masbro…

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Malang, melalui Dinas Perhubungan. secara resmi melaunching aplikasi berbasis android bertitel RTTIC Kota Malang. Ribet amat sih namanya? Iya, karena ini merupakan singkatan. Apaan tuh? Yaitu Road Transport and Traffic Information Center.

rtic3 Continue reading

Pemilik mobil yang gemas

Seperti biasa, saia mau berbagi beberapa jepretan unik yang saia temui di jalanan Malang. Kali ini, saat ngider di seputaran Jl Bendungan Sigura-gura, eks kampus saia 🙄 , nemu sebuah mobil. Gak ada yang istimewa sih dengan Suzuki Wagon R bertipe GL warna abu-abu metalik ini. Standar saja, hampir tidak ada modifikasi sama sekali, wong mobil tergolong baru. Tapi, coba perhatikan sebuah kertas yang tertempel di bagian belakang. Persisnya, di sebelah dalam kaca belakang.

cctv Continue reading