Video rekaman CCTV, petugas ingatkan pengendara melanggar yang terpantau lewat CCTV

Sore masbro..

Teknologi terus berkembang, dan tujuannya adalah mempermudah dan membuat nyaman. Termasuk juga meningkatkan keselamatan saat berkendara di jalan raya. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Surabaya telah merilis sistem anyar berbasis teknologi pada CCTV. Sistem ini, membuat lebih ringkas penyampaian tilang (bukti pelanggaran) pada pengguna jalan yang melanggar.

pic : motorrio

pic : motorrio

Pengendara yang terpantau melanggar saat di lampu merah/TL, akan terekam nomor polisi kendaraannya oleh CCTV yang terpasang di area tersebut. Canggih ya, otomatis akan menzoom pada nopol, sehingga akan terbaca oleh sistem. Selanjutnya, surat tilang, akan dikirim langsung pada alamat yang sesuai dengan nopol tersebut.

Sebagai ujicoba, hanya diberikan semacam peringatan sebagai pengganti tilang. Mungkin sambil menunggu kesiapan semau pendukung ujicoba, sehingga pengendara hanya diingatkan. Baru saja saia mendapat kiriman video dari kawan-kawan , tentang rekaman CCTV di daerah Bandung kalau nggak salah. dalam rekaman tersebut, sistem yang serupa di Surabaya, juga diaplikasi. Hanya saja, ada perbedaan. Dalam rekaman ini, petugas yang memantau langsung monitor pada CCTV, langsung menegur pengendara yang melanggar. Simak deh video berikut

Sistemnya, mikrofon pada ruang pengendali, terhubung dengan kamera CCTV berikut speaker di lokasi kejadian. Jadi, petugas bisa berinteraksi langsung dengan pengendara meskipun hanya 1 arah, tidak bisa sebaliknya. Wah, asyik nih…

Sangat bisa jadi, ‘penindakan’ macam ini berpengaruh pada psikologis pengendara. Hayoo, apa nggak malu saat berhenti di traffic light, dari corong pengeras suara , sampeyan dingatkan di hadapan banyak orang? “Hei…pengendara motor matik warna putih, nopol XXXX , memakai helm itu, yang dibonceng gak pake helm!! Diturunkan saja, biar naik angkot” Hehehehehe…Yakin, sumpah, selain kaget, malu dan tengsin lah, diingatkan pake pengeras suara di jalanan. Hihihihih…sumpah, saia sendiri juga sempat ketawa¬† melihat ekspresi bingung si cewek yang naik skutik dan boncengernya gak pake helm itu.

Semoga saja nih, aplikasi macam ini berkembang dan diterapkan di semua daerah di Indonesia. Bisa menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, sekaligus menekan angka kecelakaan juga. Kalau tahap awal, cukup peringatan saja. Kalau masih bandel, baru deh tilang dikirimkan. Masih bandel juga? Hajar aja deh, hehehehee..

Semoga berguna

Advertisements