



Sekitar tahun 2002-2003, lagi marak banget modifikasi ekstrem di kalangan bikers pecinta roda 2. Mulai dari roda orbital, hubless, multi-kaliper pada rem, beraneka posisi monosok dan sokbreker hingga penggunaan lengan ayun untuk suspensi depan.
Nah, di kantor saia, tahun 2009 dapat bantuan motor roda tiga merk Kaisar, lengkap dengan box buku di belakang beserta perlengkapan multimedia dari SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu).
Unit roti (roda tiga) ini difungsikan untuk Perpustakaan Keliling, melayani TBM (taman Bacaan Masyarakat) di kelurahan-kelurahan se-kota Malang.
Bermesin 150cc SOHC, CDI, 5 percepatan plus 1 gigi mundur, penggerak gardan, suspensi per daun di belakang dan…suspensi lengan ayun di depan.
Ternyata, gak usah modif. Dari pabrikan Cina sudah dipasang sistem lengan ayun dengan 2 sokbreker untuk suspensi depan. Sepertinya, sistem ini bukan untuk kenyamanan, tapi lebih mengejar kekuatan. Ini terlihat dari desain lengan ayun yang dibuat ekstra kokoh dengan bahan besi (detail di gambar).
Soal kenyamanan, kata teman-teman awak “odong-odong” (istilah pangilan sayang ke tim motor keliling) bilang, keras banget sok depannya, plus berat di handlingnya. Apalagi pake velg racing, yang notabene dari besi, lingkar 18″ dan ban gambot ukuran 350-18. Wuaduh, kalo belok, perlu tenaga ekstra, selain karena cukup beratnya beban buku dan peralatan multimedia di box belakang. Selain biker pengendara, disampingnya disediakan jok lengkap sabuk pengaman untuk boncenger alias asisten. Unik kan?? Biasanya boncenger kan dibelakang, ini disamping, duduk berhimpitan…lebih mesra getooo..ahihihihi…
Alay modification style???



Waduh, kayak nunggang jaran!!! (maaf lho pak bambang..)
Itu kesan saya pas njoki motor keponakan yang masih SMK. Yamaha Vega 2006. Gimana gak ajrut-ajrutan, lha kayak gini spek-nya :
1. Sok depan belakang diturunkan
2. Jok ditipiskan
3. Pake ban profil tipis
4. Sayap dilepas, filter karburator juga
5. Footstep boncenger dilepas
6. Mika lampu rem+sein ganti putih
Waduh Le, dinaiki, rasanya keras banget karena jok tipis, trus ban tipis dan sok pendek gak mampu meredam guncangan di jalan. Gak nyaman banget ..inikah dinamika Alay (anak Layangan) ???
Padahal, lebih banyak kerugian-nya lho, modif alay kayak gini..
Yang jelas :
1. Nggak nyaman sama sekali
2. Nggak safety
3. Melanggar peraturan lalu lintas
Ada yang mau menambahkan, apa lagi yang biasanya jadi style modifikasi khas Alay???
Mohon maaf, foto dapat dari googling, berbagai sumber, karena empunya motor, keponakan saya gak mau difoto motornya. Alasannya, takut ketahuan bapaknya yang merantau di Kalimantan…
Roadshow Opera Van Java di Malang dikawal Byson dan Vixion

Pas berangkat lembur tadi pagi, macet parah di Jakgung Suprapto Malang. Eh, ternyata, ada persiapan konvoi roadshow OVJ Trans7 di Malang, dengan rute Jakgung Suprapto (Hotel Regents), Basuki Rahmad, Semeru, Ijen, Bandung , Veteran finish di Graha Cakrawal Univ Negeri Malang.
Mau brenti, ambil gambar, gak boleh sama silup-nya…tambah macet sam, katanya…
Ya udah, biar deh dibilang hoax, no pic…
Di barisan depan, sesudah voorijder Patwal Polresta Malang, ada rombongan ‘kebo bule’ Yamaha Byson, trus dibelakangnya lagi ada Yamaha Vixion Club Malang, baru jip para personel OVJ.
Wah, boleh juga nih promo terselubungnya Yamaha, biar pada tahu, kayak apa sih si Byson yang gak pernah ada iklannya (apalagi motornya) di showroom Yamaha se-Malang Raya..
Positifnya, klub motor dilibatkan sehingga juga merasa diperhatikan oleh pabrikan..bener nggak???
nb : eh, ternyata libom support Yamaha ada di paling belakang, sekalian bawa brosur…jadi ujungnya, acara ini didukung oleh Yamaha
Seputar Flashdisk


Awalnya, dikenal suatu alat penyimpan data bernama Flash Memory. Alat ini dipergunakan untuk menyimpan BIOS di mainboard komputer. Karena harganya yang semakin murah, para ahli elektronik memodifikasinya menjadi sistem penyimpan data portable,mirip disket. Maka muncullah sebutan flashdisk.
Flashdisk mulai dipasarkan oleh IBM pada tahun 2001 di Amerika. Saat itu, kapasitasnya hanya mencapai 8 Mb. Kemudian, pada 2003 telah berkembang menjadi 64 Mb. Hingga saat ini, belum bisa dipastikan siapa yang kali pertama berusaha memunculkan alat ini. Tiga perusahaan berselisih, mengaku bahwa mereka-lah yang kali pertama mempunyai peran, yaitu M-Systems, Trek2000 dan Netac. Namun, siapapun mereka, yang jelas hasil kreativitasnya sangat berguna bagi kemudahan menggunakan teknologi sekarang ini.
Teknologi ini menggunakan jalur USB (Universal Serial Bus) yang dipadukan dengan teknologi Flash Memory. Beberapa produk USB Storage Media lain adalah MP3 Player, Pendrive, Thumbdrive, SD Card, Compact Flash MMC, MicroSD an lain-lain. USB sendiri memungkinkan kita untuk menghubungkan External Device yang lain ke komputer seperti scanner, kamera digital, handphone dan printer.
Keberadaan flashdisk sejak awal 2006 cukup menjamur. Berbagai fitur dan ukuran terjual dimana-mana. kapasitas dan fungsi yang ditawarkan pun bermacam-macam. Benda ini berhasil menggeser alat penyimpan data sebelumnya (disket) karena konstruksinya lebih menjamin keamanan data yang kita simpan dan proses transfer data yang lebih cepat. Selain itu, bentuk dan ukurannya yang mungil memiliki kapasitas yang justru lebih besar dibandingkan disket. Sekedar perbandingan, kapasitas flashdisk yang minimum sekarang mencapai 1 Gb, 1000 kali lipat lebih besar dibandingkan disket yang hanya 1,44 Mb.
CD atau DVD memang bisa digunakan untuk menyimpan data, bahkan kadang mempunyai kapasitas lebih besar daripada flashdisk. Akan tetapi, portabilitasnya kurang begitu mendukung. Selain itu, CD atau DVD rentan terhadap goresan, sehingga bisa mengakibatkan kerusakan data yang kita miliki.
Namun demikian, jangan pernah beranggapan USB flashdisk tidak peru perhatian lebih. Sebab, bila terjadi kerusakan, data-data penting bisa jadi hilang.
Tips memilih flashdisk :
1. Merk, pilih merk yang cukup terkenal, seperti Adata, Kingston, VGen dkk. Dengan trackrecord yang bagus, dan melihat banyaknya produk dari merk tersebut, berarti dia memiliki pabrik yang cukup besar, sehingga otomatis juga bertanggungjawab dengan produknya.
2. Harga, jangan tergiur harga murah, jika terlalu miring, kita layak curiga, karena beberapa wajtu lalu sempat marak kasus flashdisk palsu dengan membajak merk/brand terkenal
3. Kapasitas, sesuaikan dengan kebutuhan kita. Bila hanya dokumen biasa, tentu tidak perlu terlalu besar kapasitasnya.
4. Kompatibilitas dengan komputer, berkaitan dengan kecepatan transfer data. Rata-rata versi terkini adalah 2.0 dengan kecepatan transfer data mencapai 480 Mbps.
5. Fitur, ada flashdisk yang mempunyai kemampuan waterproof, sehingga lebih tahan air, ada juga yang memprioritas pada bentuk fisik yang menarik. Semua kembali pada kebutuhan dan keinginan Anda.
6. Garansi, ini juga mutlak, berkaitan dengan kualitas flashdisk yang Anda beli.
Satu lagi yang perlu diingat, flashdisk juga mempunyai lifetime, berkisar antara 100.000 kali proses hapus-tulis. Bila sudah mendekati habis masa pakainya, bisanya flashdisk sering error, tidak terdetect dan lain-lain. Bila sering menjumpai gejala tersebut, dan mengingat kira-kira berapa lama sudah dipakai, saia anjurkan agar merecover data didalamnya. Sehingga bila sewaktu-waktu flashdisk mati (mendadak, karena memang habis lifetime-nya), Anda tidak menyesal karena data didalamnya sudah diamankan.
Trik merawat flashdisk :
1. Sebisa mungkin tidak terkena air, meski ada embel-embel waterproof
2. Hindarkan dari tempat panas
3. Jauhkan dari medan magnet kuat
4. Hindarkan dari benturan keras, meski ada flashdisk yang berbodi karet, sehingga diklaim tahan benturan
5. Selalu eject/safely remove flashdisk sebelum mencabut flahdisk dari koneksi komputer
6. Minimalkan proses hapus-tulis, agar lebih panjang lifetime-nya. Bila akan mengedit dokumen, biasakan lewat harddisk, baru setelah selesai, save as di falshdisk. Flashdisk prinsip dasarnya adalah penyimpan sementara.
7. Jangan sering diformat
Semoga ulasan gak penting ini berguna…
New Megapro versi Honda Cina





Sudah lama nih, gak sempat posting..lagi pecas ndahe….
Jum’at 3/3/11 kemarin, iseng-iseng ke xbhp.com, penasaran, tampang Honda New Megapro a.k.a Honda Dazzler versi Honda Cina. Dapet banyak gambar juga disana,meski postingan agak lama.
Secara fisik, persis plek sama yang udah beredar di India , juga di Indonesia.
Kalo part yang berbeda, kasat mata tuh knalpot yang lebih panjang, tutup tangki model mendem (kayak Dazzler India), desain angka di spidometer, footstep biker+boncenger jadi satu (kayak Tiger), gak ada kick starter, sama sudah pake lampu belakang LED…wah, nayamul kan???
Yang membedakan paling mencolok, di warna cat bodi. Wah, jan apik tenan kombinasi-ne (bagus banget kombinasi-nya). Yang paling saia suka warna kuning, dengan stripping hitam. Shroud khas NMP yang disini tampak kegedean, dengan variasi warna dan permainan strip jadi berkesan menjadi satu bodi. Gagah.
Trus ada juga versi racing warna biru. Pake footstep racing, knalpot racing, sokbreker depan asep-don…full modif pokok-e…
AHM ngeluarin limited edition kayak ini gak ya??? jadi ngiler…
Eeeh, ada informasi tambahan. Pas ngeliat spesifikasi-nya, power maksimal kok cuman 8,9kW/7500 rpm yak??? Wong NMP versi AHM diklaim 10,1kW/8500 rpm.. Binun nih, kok lebih kecil, jangan-jangan…….
Kelengkeng lokal??? Maknyus…


Kemaren, pas habis nganter mertua berobat, pulangnya lewat Jl LA Sucipto. Persis di dekat perbatasan Kota Malang – kabupaten Malang, ada kios penjual buah. Kelengkeng segar, lengkap dengan daunnya tampak dipajang bergantungan. kayaknya sih kelengkeng lokal, liat sekilas dari warna buah dan ukurannya. Saia menepi, trus istri saia turun, nanya-nanya. Saia liat, kok malah jagongan yo…wah, ngikut ah…
Saia ikutan turun,terus nimbrung. Beneran kelengkeng lokal ternyata. Mbak yang jual bilang, dikulak dari Tumpang katanya. Kalo sepengetahuan saia, sentra kelengkeng emang ada di sekitaran Tumpang, Poncokusumo. Ngobrol ngalor ngidul, akhirnya kita beli 2 kilo. Sekilo IDR 15.000.
Sampe rumah, gak pake lama langsung dihabisi. Secara fisik, kelengkeng lokal emang lebih kecil ukurannya daripada kelengkeng impor macam bangkok, pingpong, diamondriver dkk. Kulit buah juga lebih coklat gelap. Trus kalo dibelah, ciri khasnya adalah biji yang lumayan besar, beda dengan kebanyakan kelengkeng impor yang rata-rata bijinya kecil, trus daging buahnya tebal. Bedanya lagi, daging buah kelengkeng lokal lebih berair dan lengket ke biji. Sedang kelengkeng non lokal, daging buah selain lebih tebal, juga kering dan teksturnya lebih kresss, renyah.
Tapiiiii, soal rasa, kelengkeng lokal menang bro…nendang banget manisnya, bahkan cenderung agak panas kalo kebanyakan dimakan, tanda ada sedikit kadar alkoholnya. Kalo kelengkeng pingpong sih, lewat…manis sama panasnya…
Demam pohon turi


Di sekitar rumah saia, lagi gandrung pohon turi. Di sepanjang tepi jalan masuk, orang-orang pada menanam bibit turi. Selain untuk peneduh, bunganya pun umum untuk dikonsumsi. Turi banyak ditemukan di daerah pedesaan. Di Indonesia banyak dimanfaatkan sebagai paru-paru kota dan sebagai lalapan. Bunga turi sering digunakan sebagai sayuran pelengkap pecel. Bunga turi dapat membantu memperlancar ASI ( Air Susu Ibu ) dan mengatasi gangguan buang air besar. Selain itu juga dapat melembutkan kulit.
Sebenarnya tak ada yang istimewa dari pohon turi yang bernama Latin Sesbania grandiflora. Pohonnya tinggi, ramping, dengan daun-daun kecil oval mirip daun flamboyan dan tak banyak cabang. Menurut petani di kampung saia, pohon turi bisa untuk menyuburkan tanah. Belakangan baru saia tahu kalau hal tersebut disebabkan oleh kandungan nitrogen yang ada pada akar turi. Buah turi sendiri, menjulur panjang mirip kacang panjang, bijinya bundar sangat banyak. Bunga turi ada dua macam, yang putih dan yang merah. Bunga yang merah sebenarnya lebih cantik tetapi tidak enak dimakan karena agak pahit. Kelopak bunganya berbentuk mirip bulan sabit, setengah melengkung dan saat mekar, akan terbuka, mirip sayap kupu-kupu dengan juluran benang sari berwarna kuning. Benang sari inilah yang memberi rasa pahit saat dimasak, karenanya selalu dibuang atau dibersihkan. Yang menarik, batang pohon turi sering merekah-rekah dengan warna cokelat kemerahan. Konon getah pohon turi ini bisa dipakai sebagai pewarna.
Akar turi juga bermanfaat untuk kesehatan yaitu untuk mengatasi pegal linu. Caranya : Akar turi (berbunga merah) digiling halus. Tambahkan air sehingga adonan menyerupai bubur. Gosokkan adonan tersebut pada bagian tubuh yang linu.
Ternyata, ada banyak manfaat pohon turi beserta bagian-bagiannya ya..
Plat nomor luar kota disukai polisi??

Sekedar sharing pengalaman aja..dulu pas sering wira-wiri ke Surabaya bareng almarhum GL-Max, gak ada angin gak ada petir, dipepet polisi, disuruh minggir. Surat kendaraan lengkap, saia pake helm fullface, temen boncenger juga. Spion lengkap, lampu-lampu juga standar. Ngeyel pasti dong…Singkat cerita, SIM STNK dibawa, kita disuruh ngikut ke pos. Bla…bla…bla, katanya kita ngelanggar rambu-rambu ato apalah…daripada buang waktu debat, (jangan ditiru) saia nanya ke polisi-ne, tilang brapa??? Dengan garang, si oknum ngancam sambil ngeluarin surat tilang “sidang 2 minggu lagi di PN ******** , kalo gak mau repot, bisa nitip Rp. 50.000,-
Halah…kayaknya ngepres banget duit di kantong. Karena ngejar waktu, akhirnya saia bayar tuh..
Keluar dari pos, untuk meredakan tensi, mampir ke warung, beli es teh pake uang sisa di dompet, di dekat situ juga…sambil nongkrong sama boncenger. Tau tau si bapak empunya warung nimbrung..”Habis ketilang tah mas??” ‘Iya pak, padahal gak salah apa-apa…’ kata saia. Si bapak melongok motor saia..”Mesthi ae mas, wong plat-e N (N6484ZG-plat Lumajang)..polisi-ne seneng kalo ada kendaraan luarkota..bisa dikerjai”
Yah, buat pengalaman saia saja…pelajaran yang saia ambil :
1. Plat nomor daerah lain, diasumsikan oleh oknum polisi nakal, wah nih biker nggak tahu rambu, marka dan detail jalan di area ia bertugas. Jadi, maen todong aja..
2. Kalo terperangkap kayak gitu, en kalah berdebat, mending minta tilang en sidang aja..biasanya si oknum agak mikir, akhirnya menurunkan ‘target’ damainya..
3. Kalo dah mentok en buru-buru, kasih aja deh (not recommended lho..)
4. Selalu lengkapi surat-surat kendaraan berikut perlengkapan-nya (Spion, lampu dkk)
5. Taati rambu2 didaerah yang masbro lewati dan amati kebiasaan ‘aneh’ yang berlaku disitu
6. Keep safety riding…
NB : gambar hanya ilustrasi…
Urus perpanjangan SIM di SATPAS Polres Malang (2)





Dapat antrian nomor 23, lumayan lama kayaknya sih, padahal datang pagi. Masuk ruang tunggu. Eh, ada ‘mainan’ HRT (Honda Riding Trainer). Mau nyoba, dah ada yang make, dibantu sama mbak SPG MPM Honda yang nayamul…ahihihihi…
Sekitar 10 menit nunggu, trus dipanggil ke loket pembayaran. Bayarlah IDR 75.000 untuk biaya perpanjangan SIM C. Habis itu, nunggu antrian lagi buat difoto. Buset deh. Padahal pas saia bayar, tuh antrian foto belom dibuka. Buset..buset…
Karena keliatannya agak lama, saia pun nyoba simulator HRT tadi. Ah, si mbak godain,”Tadi ditawarin gak mau mas…”. Saia berkelit, “Takutnya belom selesai dah dipanggil mbak..” mbak-nya senyum aja sambil nerangin cara pake-nya. Eh, bukan make dia, make simulatornya maksute…
Ntar, dibahas di artikel tersendiri ya nih HRT…
Pas selesai nyobain HRT, antrian foto dah dimulai. Sekitar 15 menit, nomor saia dipanggil, sekalian per 10 orang. Lah, di dalam ruang foto masih nunggu lagi!!! Sabar…sabar…
Trus nama saia dipanggil. Si bapak minta SIM lama saia, sama nanya tinggi badan. Pas saia jawab, baru dia liat ke saia..”Mas..mas, dhuwur kok dipek dewe…aku mbok di-kei” Kira-kira terjemahan-nya “Mas, tinggi badanmu itu lho mbok dibagi-bagi, aku dikasih dong”
Saia cuman senyum kecut. Beliau lalu nyetel ulang posisi kamera, karena harus agak mendongak kalo untuk badan saia…Ahihihii…
Lap muka keringetan, pasang wajah serius, jepret deh…
Langsung keluar ruangan, masih nunggu lagi SIM baru dicetak. Sekitar 10 menitan nunggu, dipanggil nama, trus ditarik biaya IDR 3000 buat dompet kecil tempat SIM. Jadi deh SIM baru saia…
Selain dikasi kayak dompet kecil, juga dikasi kartu polling, untuk menilai kinerja SATPAS SIM Polres Malang ini. Ada 4 kotak nilai, warna Biru, Hijau, Kuning, Merah. Masing-masing kalo gak salah nilai-nya Sangat Baik, Baik, Kurang dan Sangat Kurang.
Yah, mudah-mudahan beneran bermanfaat buat kemajuan SATPAS SIM Polres Malang. kalo saran saia sih :
1. Alur prosedur dibuat seringkas mungkin, en ada petugas yang stand by di Informasi untuk menjelaskan
2. Tempat tes kesehatan lebih simpel dibuat di dalam area SATPAS aja, lebih mudah dijangkau..toh sisa ruangan kayaknya masih banyak tuh..
3. Berantas CALO-CALO!!! Kalo saia hitung, gak 1-2 orang pak…bisa belasan jumlahnya…
Jadi, kalo dirangkum (kayak pelajaran sekolah aja), secara singkat prosedurnya :
1. Siapkan fotokopi SIM lama dan KTP yang masih berlaku minimal 3 lembar
2. Ikut tes kesehatan dulu (bisa dilakukan 1 bulan sebelumnya, karena masa berlaku surat keterangan sehat adalah 1 bulan)
3. Beli map biru (ato bisa bawa sendiri), lampiri fotokopian SIM+KTP 2 lembar, bawa ke bag Pendaftaran
4. Dapet formulir isian + map baru Satlantas, isi trus balikin lagi ke bag Pendaftaran
5. Dapet nomor antrian, nunggu dipanggil buat bayar di bag Pembayaran
6. Selesai bayar, nunggu dipanggil buat foto di bagian Foto
7. Selesai foto, nunggu dipanggil buat ambil SIM
Total biaya :
Tes kesehatan IDR 20.000
Perpanjangan SIM IDR 75.000
dompet SIM IDR 3.000
fotokopi, parkir IDR 2.000
makan sesuai selera
TOTAL IDR 100.000
Semoga bermanfaat buat brother semua…
Urus perpanjangan SIM di SATPAS SIM Polres Malang (1)





Hari ini, sehari sebelum SIM C saia habis masa berlakunya, saia urus deh ke kantor SATPAS SIM Polres Malang. Kebetulan,kantor ini baru pindah, memakai gedung eks Polwil Malang di Jln Raya Singosari. Lumayan dekat rumah. Habis ngantar anak sekolah, sekitar jam 7.30 pagi, saia dah masuk ke area parkir SATPAS. Setel gaya pede aja, meski belom pernah ngurus. Didepan, banyak banget parkir, entah liar ato resmi yang setengah memaksa. usut punya usut, si jukir kebanyakan nyambi calo!! Wah, gak bener nih. Jadi meski banyak ‘godaan’ saia lempeng aja masuk.
Parkir di belakang, trus cari informasi didalam. Prosedur perpanjangan SIM harus membawa fotokopi KTP dan SIM lama sebanyak 3 lembar. Nah, mulai deh ribetnya. Sebelum dapat formulir, kita harus tes kesehatan dulu. Tempat tesnya ternyata ada di luar area SATPAS. Alamak, jalan kaki lumayan, keluar area SATPAS. Tempat tes kesehatan, ada di pinggir jalan raya, sekitar 200 meteran sebelah utara SATPAS. Sudah antri penuh, plus dirubung makelar alias calo. Ke petugasnya ngasi FC KTP-SIM 1 lembar, sambil ngisi formulir. Trus dibalikin, sambil antri nunggu dipanggil.
Halah, tiba’e cuman tes mata tok. Itupun kayaknya cuman formalitas. Bayar-nya IDR 20.000.
Dapet surat keterangan sehat, balik lagi ke SATPAS, jalan kaki tentunya. Di bagian Informasi, disuruh beli map biru, trus surat keterangan sehat dimasukkan ke dalamnya.
Berkas kemudian diserahkan ke petugas pendaftaran, untuk diganti map bertuliskan SATLANTAS berisi formulir.
Ngisi formulir lagi, trus dilampiri FC KTP-SIM 2 lembar.
Setelah berkas lengkap, diserahkan kembali ke petugas pendaftaran, untuk diproses en dikasi nomor antrian. Nunggu deh dipanggil…
Kelanjutannya di bagian 2 yak..karena agak panjang..