Ngobrol sama boncenger pas riding, aman gak sih???


Saia menulis artikel ini, karena agak kesal. Kemaren, pas berangkat kerja, sudah jalanan mulai macet, eh, masih ditambah perilaku seorang biker yang ‘menggemaskan’. Posisi-nya kebetulan nanggung, gak di lajur kiri/lambat juga gak di lajur kanan/cepat. Mau saia salip dari kiri, terhalang angkot. AKhirnya saya klakson dan kedipkan lampu dim, rencana mau saia salip dari kanan aja. Eh, lha kok gak direspon, cuek aja, tetep jalan nanggung. Padahal spion juga lengkap terpasang, kok ya gak dilirik babar-blas.
Alhirnya, saia maksa nyalip juga. Sukses mendahului, saia sempatkan menoleh,tengok si biker itu.
Walah, lha ternyata asyik jagongan/ngobrol sama boncenger-nya!!! Dasar!! Makanya gak merhatiin spion, juga gak denger klakson saia, wong dia berusha konsen sama yang diajak ngobrol.
Dari situ-lah, saia ambil kesimpulan, kalo ngobrol, antara biker dan boncenger, kayaknya gak aman deh.
Apa alasan saia??? Simpel saja, karena memecahkan konsentrasi biker pengemudi. Sebabnya :
1. Karena berusaha mendengarkan apa yang diomongkan rekan di belakang, sementara suaranya kalah keras oleh suara kendaraan lain, dia sampai menoleh kebelakang. Akibatnya, keadaan lalu lintas didepan sekejap tidak terpantau, spion juga tidak dicek
2. Karena susah berkomunikasi tersebut, biker dan boncenger saling berteriak, sehingga ada bunyi apapun, misal klakson, tidak terdengar
3. Bila biker sampai menoleh kebelakang, kestabilan kemudi pasti terganggu, sehingga kewaspadaan dan gerak refleks hilang sudah. Bahaya didepan mata..

Jadi, gimana solusinya dong???
Sebisa mungkin dihindari, ngobrol dengan boncenger di belakang, kecuali memang sangat diperlukan, itupun seperlunya saja. Bila dalam rombongan turing, ada baiknya, menggunakan alat komunikasi yang dipasang di helm antara biker pengemudi dan boncenger di belakang.
Kalo saran pribadi saia sih, kalo mo ngobrol, ya berhenti aja alias minggir, cari warung ato di bawah pohon yang rindang, ngobrol deh sampe puas…Aman, gak beresiko dan membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Gampang kan???

Peminat CPNS Malang masih sangat tinggi



Hari ini, 19/11/2010, secara resmi, dibuka pendaftaran CPNS, serentak di wilayah Provinsi Jawa Timur. Semua Kabupaten/Kota, secara bersamaan, menyediakan formulir pendaftaran di kantor pos wilayah masing-masing. Pengambilan formulir dilayani 19-24 Nopember 2010, Pengembalian formulir mulai 25 Nopember – 3 Desember 2010, sedang pelaksanaan tes direncanakan tanggal 12 Desember 2010. Pelaksanaan pendaftaran dan ujian CPNS secara serentak dimaksudkan agar tidak ada peserta yang mendaftar di 2 atu lebih tempat yang berbeda, yang merugikan orang lain. Jadi biar adil gitu loh, 1 orang hanya bisa mendaftar dan tes pada satu lokasi pilihan saja, misal di Kota Malang, ya itu thok, gak bisa daftar di Kota Batu. Lha wong ujian-ne pada hari yang sama 🙂
Pagi ini, saia-pun ikut mengantri di Kantor Pos Besar Kota Malang,untuk mendapatkan formulir seharga Rp. 16.500,-. Bukan saia sih yang mau ikut tes, tapi untuk adik yang kebetulan masih ada pasien, jadi gak bisa ke kantor pos.
Ternyata, jam 8 pagi sudah antri panjang, kira-kira 20 meteran, itupun dibagi 5 barisan…Bayangkan, berapa ratus manusia berjejal di situ….
Padahal ini masih hari pertama, gak kebayang nanti pas hari terakhir…gimana antriannya yak???
Jadi ingat masa lalu, tiap tahun antri berdesakan beli formulir, antri memasukkan lamaran & formulir, terus nunggu verifikasi, bisa ikut ujian nggak ya….Belum lagi nunggu hasil ujian dengan harap-harap cemas….lha wong susyah bener ujiannya..
Wuuiih…tahun-tahun yang berat..cari kerja susah sangat..
Thanks God akhirnya lolos juga en dapet kerja…emang kalo belum rejeki, 5 kali ikut tes, gak lolos juga…Tuhan Maha Adil dan Maha Murah…
Bersyukur setiap waktu…

Nyalakan lampu sein, apa sih susahnya?




Berkaca dari pengalaman, hampir menabrak dan ditabrak saat belok, penyebab utamanya adalah tidak digunakannya lampu sein (sign : Inggris ; tanda) saat hendak berbelok atau berubah arah. Lampu ini, biasanya berwarna kuning (sekarang, beraneka warna ya??) yang terpasang pada bagian sisi kana dan kiri kendaraan.
Pada biker, seringkali meremehkan hal ini. Mau belok, ya langsung belok aja, males pencet tombol lampu sein, padahal kadang juga nggak ngecek spion, ada nggak kendaraan lain dari belakang.
Padahal, resikonya besar dan bisa berakibat fatal, ditabrak kendaraan lain yang nggak tahu kalo si biker hendak berbelok.
Hampir sama halnya, nggak mematikan lampu sein setelah belok, alias lampu sein tetap berkedip-kedip ke satu arah, padahal jalannya udah lurus aja. Pengendara di belakang jadi bingung, nih orang mau kemana ya, mau belok-kah? atau lurus-kah? kok sein-nya nyala???
Dari pabrikan, apalagi motor-motor baru, rata-rata, untuk mematikan llampu sein, tidak perlu menekan saklar sein ke arah berlawanan. Habis ditekan ke arah kanan, tidak perlu ditekan ke kiri untuk mematikan, tapi cukup ditekan tengahnya saja. Beres. Mungkin agak beda untuk motor keluaran ‘agak lama’ seperti ‘almarhum’ GL-Max saia. Justru sekarang makin mudah kan???
Anehnya, diberi kemudahan, kok justru malas dimanfaatkan…piye iki??? Padahal tidak hanya untuk keselamatan diri sendiri, tapi juga orang lain..
Mari kita mulai mendisiplinkan diri, mulai dari hal yang kecil, yang biasanya dianggap remeh. Antara lain ya itu tadi, nyalakan lampu sein sebelum belok/berubah arah, pastikan kondisi depan dan belakang kendaraan aman dan memungkinkan untuk belok lewat intipan kaca spion, dan terakhir matikan sein bila sudah berbelok.
Mudah dan aman kan kalo mau belok???

Hari pas tanggal (angka) ‘sial’ ???

Kebetulan, pas saia posting ini pas tanggal 13 November 2010. entah kebetulan ato nggak, yang jelas saia pribadi gak percaya adanya tanggal sial. Saia percaya-nya ya sama Yang Ngatur Urip 🙂
Ndilalah, ada aja yang saia alami. Berangkat piket, karena agak ngepres waktunya, ke rumah bapak mertua dulu, ngedrop anak-istri, waktu tinggal 1/2 jam persis. Lawang-Malang kira-kira 26 km. Gas si Meggy agak dalem saya betot, mengingat kemacetan yang pasti menghadang di area pasar Singosari, Karanglo, Arjosari en Blimbing. Bener aja, jan, embong-e rame tenan, asli padat. Gak tau darimana aja ya kendaraan segitu banyak…
Lepas dari ‘kemelut’ di TL Blimbing, masuk kota lumayan, bisa agak lega. Habis TL Ciliwung, tepat di depan SPBU, ada Abs Revo jalan nanggung, gak kekiri, gak kekanan. Mo nyalip kanan, mobil padat, ancang2 salip kiri, saia klakson sekali, masuklah si Meggy dari sisi kiri. Dhuuar…tiba-tiba si Revo ambil arah belok kiri ke SPBU..spontan klakson saia pencet panjang-panjang…lha kesel banget, dah dikode mo disalip kiri, eh malah belok kiri, GAK PAKE SEIN pula…alamak…eh dianya cuek aja…untung gak disosor juga sama angkot dibelakang saia…keluar deh ‘kata-kata mutiara’ dari sopir angkotnya..he..he..he..
Sampe kantor, dah agak lupa deh sama kejadian tadi…eh, pas makan siang, GUBRAAAKK…bunyi benturan di depan kantor persis…pada loncat deh, termasuk saia, ngeliat ada apaan…nggak tahunya, ada 2 anak sekolah, yang 1 ndlosor (tengkurap yak??), satunya barusan bangun, plus seorang bapak tergeletak didekat vespa ijo-nya yang jungkir balik…
Ternyata, 2 anak tadi nyebrang, bareng seseorang (masih misterius keberadaannya). Bukannya dibantuin, malah disrempetkan ke vespa tadi….ya ampun…
Akhirnya bantuin menggotong kepinggir jalan, dimasukkan sekalian ke halaman parkir, plus menyeret vespa yang masih tergelatak di tengah jalan, wong koplingnya putus..
Si Bapak bocor kepalanya, sama luka di pelipis dan mulut..si anak nyebrang, yang 1 gak papa, yang 1 bocor kepalanya….akhirnya diobati alakadarnya (betadine plus revanol, ambil di TU)..dipanggilkan ortunya, trus diselesaikan baik-baik. Intinya, sama-sama apes-nya yang penting selamat semua, pengobatan ditanggung sendiri-sendiri…
Untung ortu si anak juga ‘berkepala dingin’ gak asal semprot….hmm…salut, semua gak harus pake otot ya pak….
Bener-bener hari yang berkesan…
Sayang, gak ada fotonya…gak tega moto korbannya 🙂

Ada apa dengan angka 3, YAMAHA?




Menarik, jika menyimak iklan Yamaha yang tayang di tipi swasta belakangan ini. Mulai seseorang yang beraktifitas sendirian, kemudian ‘tercloning’ menjadi 3 orang. Demikian seterusnya. Sampe naik motorpun, yang dinaiki juga jadi 3. Kombinasi ini terus berlanjut hingga akhirnya tercipta bikers (plus motornya) dengan jumlah yang besar.
Apakah ada sesuatu dengan angka 3???
Kalo pendapat saia pribadi sih, angka 3 itu MUNGKIN, menganalogikan dengan tipe-tipe produk YMKI yang ada di pasaran.
Kalo bebek, ada VEGA, JUPITER-Z, JUPITER MX
Kalo matik, ada MIO, MIO SOUL, XEON
kalo sport, ada VIXION, SCORPIO, BYSON
Ini nggak terhitung beda versi lo ya, SW (spoke wheel) dan CW (castwheel).
Ono-ono ae…jangan terlalu serius dipikirin, ini artikel iseng kok…

BYSON emang lemot???


Asumsi ini yang saia dapatkan pas mbaca hasil test drive di warungnya mas Opik (TMC), mas Tri (triatmono.wp) dan beberapa forum milis otomotif(termasuk pemilik BYSON).
Banyak yang kemudian ‘menyalahkan’ faktor Catalytic Cpnverter (CC) pada knalpot Byson, yang menghambat power mesin. Kemudian ada juga yang berasumsi pada lebar ban belakang, yang juga memperberat tarikan.
Kalo rata-rata, emang pada mengeluh tarikan berat/lambat pada RPM rendah. Baru terasa rada enak di RPM 5000-7000 keatas. Waagh, berarti harus pelintir gas lebih dalam doong??? (baca : buang bensin lebih banyak?)
Padahal dari spek, torsi BYSON lebih gede (juga didapat pada RPM lebih rendah) lho dari New Megapro (NMP), sehingga secara teori, tarikan BYSON di RPM rendah harusnya lebih bagus dari NMP.
Tapi praktek-nya???
Coba deh diliat di tabloid OTOMOTIF terbaru (29/10/2010). Maap nih, gak nemu link-nya di internet. Moga aja ada yang mbantuin….
dites Otomotif, kalo di spido bisa sampe 105km/jam, kalo hasil Vericom malah gak nyampe 100 km/jam.
Yang bikin kaget itu, test akselerasi 0-100 km/jam : TIDAK TERCATAT/Gagal!!!
Ada apa gerangan????
(thanks to kaskus for image)

Penipuan atas nama SUPERBUBUR…meyakinkan banget!!!


Kemarin pagi, secara kebetulan, saia nemu kupon undian dari makanan ringan? SuperBubur.
Dilapis segel plastik rapi, sangat memikat hati untuk dibuka. Setelah saia buka, didalam ada selembar kertas bertuliskan Surat Pengesahan Undian dari MAYORA, PT Delifood Sentosa Corpindo yang ditandatangi Direktur Utama Superbubur(plus foto) Hadi WIjaya Triatmojo dan juga tandatangan dan stempel notaris Binsar Panjaitan, SH. Di sela kertas surat pengesahan itu, terselip selembar kartu undian, berisi nomor PIN dan hadiah yang diperoleh yaitu 1 unit TOYOTA AVANZA.
Guendeng rek….oleh AVANZA???? Ngimpi opo aku…
Untung akal sehat tiba-tiba bermain, setelah saia ulang membaca Surat Pengesahan yang terlampir. Kok ada yang aneh ya???? terutama poin 4…check this out :
Khusus pemenang hadiah utama 1 unit Mobil Toyota Avanza wajib menyelesaikan (Biaya Administrasi Mutasi Balik Nama) BBN, STNK, BPKBserta faktur kendaraan. BIAYA TERSEBUT HANYA BERSIFAT SEMENTARA, pajak ditanggung PT DELIFOOD CORPINDO SENTOSA.
Nah lo, emang ada biaya bersifat sementara???? Trus nanti kalo hadiah di tangan dikembalikan gitu, maksudnya???
Oalah…nipu sekarang kok makin canggih ya….kasihan yang tertipu, apalagi dikemas profesional banget..gak kentara kalo lagi nipu..
Buat mas bro yang lain, at-ati ya dengan berbagai macam modus penipuan..
Buat si penipu, cari nafkah jalan lain yang halal dong..jangan nipu..
(scan kupon dan surat keterangan saia upload yak…)

Kenapa timer traffic light di Jogja (Jateng) lebih lama????


Sharing pengalaman nih waktu saya mudik ke Klaten, Jawa Tengah September 2010 yang lalu. Masuk wilayah Jateng, mulai Sragen , Solo , Jogja dan sekitarnya, disambut dengan lampu merah (traffic light) yang hampir serupa dengan di Malang, Jatim, yaitu dilengkapi timer/counter penghitung waktu.
Yang membuat beda (sekaligus kesel), ternyata, timer-nya disetting cukup lama. Rata-rata, kalo diperhatikan, minimal bermain di angka 90 detik keatas, bahkan ada yang lebih dari 120 detik, alias 2 menit!!
Buat rombongan kami, lumayan bikin kesel. Terbiasa di traffic light Malang, paling-paling hanya kisaran 60 detik, itu paling lama, eh sekarang ‘disuguhi’ angka besar-besar, yang berarti harus menunggu lebih lama untuk ijo, alias boleh jalan.
Kalo pemikiran saya pribadi, mungkin pengaturan timer sudah disesuaikan dengan kepadatan lalu lintas di daerah tersebut. Tapi tetap saja, buat pendatang baru, belum terbiasa. Jadinya pada ngomel-ngomel tuh penumpang di jok belakang. Anak saya sih seneng-seneng aja berhenti lama, dia sambil komat-kamit baca angka yang terus dihitung mundur.
Akhirnya, untuk menghibur diri, kami semua sepakat, kenapa kok di Jogja lampu merah lebih lama????
Jawabnya : “karena wong Jogja kan kalem-kalem, alias sabar.”. Jadi, supaya yang nyebrang aman, karena jalannya kalem/pelan, diberi waktu lebih lama.
Kalo di Malang, 45 detik cukup buat 10 orang nyebrang berurutan(sambil jalan cepat/lari-lari), kalo di Jogja butuh waktu minimal 2 kali lipat, alias 90 menit untuk jumlah orang yang sama. Lha wong jalan kaki aja, 1 menit wong Malang bisa 400 meter, lha paklik saya di Klaten cuman sampe 200 meteran..sampe bengok-bengok/teriak, “WOOOIIYYYY, DIENTENI PAKLIK-E…OJO BANTER-BANTER LE MLAKU..”
Hi..hi..hi…cuman guyonan aja kok..
Nuwun sewu, kulo badhe nyabrang pakdhe….klenuk—klenuk…

Motor kencang nan langka, TZM150 dijual di pinggir jalan!!



Pas ngalup (pulang) kantor sebentar, eh di daerah Glintung, dekat Rawon Glintung, ngeliat penampakan mongtor seprot warna biru-putih. Sekilas terlihat nama TZM tertera di fairing. Penasaran, putar balik en saia berhenti. Eh, ternyata dijual loh bro..
Saia celingukan nyari yang jualan, loh, kok kagak ada??? Aneh sih..

Ya udah, saia cermatin aja…tangki, fairing, lampu2 masih aseli, cuma kayaknya habis cat ulang. Body belakang sudah dimodifikasi jadi single seater, knalpot racing. Kalo liat modelnya, kayak Thai punya..lain2 standart-lah, asline kan dah cakram depan belakang. Lampu depan dismoke(stiker??) putih.
Sayang benernya kalo dah dimodifikasi, lebih sangar dan keren asline..apalagi yang dulu warna abu2…wuyiiih..motor impian di jamannya (sekitar 1998 kalo gak salah)
Nih motor populasinya dah dikit banget, alias jadi barang langka. Dulu CBU kayaknya, seangkatan NSR 150R.
Soal engine, jaminan mutu kencengnya..model-pun, racing abis. Kalo NSR 150R, wassalam deh meski sama kelas..gak tau juga siy kalo dah full racing..
Kalo seingat saia, tahun-tahun segitu (1998an) yang ngetrend motor sport 2 tak ya Honda NSR 150R, Honda NSR 150RR (CBU), Honda NSR 150SP, trus TZM 150 ini(CBU), Kawasaki Ninja 150, Ninja KRR 150 (CBU yang Super KIPS) sama terakhir Suzuki RGR…
Yang disebut terakhir agak susah menandingi rekan-rekannya..kalah di teknologi bro…
Jadi inget masa muda…..
foto menyusul yak…..

Rombongan truk kontainer Yamaha dihentikan silup / polisi


Pagi tadi, pas berangkat ke kantor, dibawah fly over A.Yani , Blimbing, Malang, terjadi kemacetan lumayan panjang. Kalo biasanya disebabkan antrean lampu merah pertigaan A.Yani depan ex PDAM, kali ini ternyata 2 ekor truk kontainer (ato apaan ya istilah-nya) pengangkut motor Yamaha dihentikan silup/polisi. Sayang, saia gak sempet ngambil gambar..takut ditilang sama silup-nya. Setelah minggir, terjadi ‘interogasi sebagai berikut :

Polisi (P) : SIM, STNK en surat jalan plis…
Sopir (S) : Oyi pak..ditunggu sebentar..
P : Bawa motor apa aja nih?? (sambil ngecek SIM, STNK dan surat jalan..)
S : Cuma Vega ZR, New Jupiter-Z sama Mio Soul plus 5 Xeon
P ; Loh, Byson gak ada???
S : kan belum dijual pak, launching aja belum…ya barangnya juga belum ada…
P : Berarti HOAX dong??!! katanya dah ada barangnya, udah ditester blogger segala tuh katanya…
S : Itu cuman beberapa unit aja pak, buat ngetes…
P : Halaah…dari tahun kemaren tas-tes aja, gak dijual-jual…gimana sih bos kamu??!! Niat jualan kagak????!!!
S : Lah, saya gak tau pak, kok marah-marah ke saya??? Ngomong-ngomong, dah inden belom?? Kan bisa inden online tuh katanya??? Kalo belom abis sih unitnya..cuma 200..
P : Halaah..inden online lagi, saya aja kagak bisa internetan. Dah, jalan sana gih…bikin saya sepet aja..si BYSON ditungguin gak nongol2…jualan bebek aja..digoreng aja tuh bebeknya bos kamu…
S : Oke pak…tapi gak usah marah-marah en curhat ke saya dong..saya kan nganter doang…makasih pak..

AKhirnya, boleh jalan tuh rombongan pengangkut YAMAHA masuk kota Malang, diiringi wajah cemberut sang Silup..

(Sebagian isi dialog tidak mengandung kebenaran, mohon tidak dimakan mentah-mentah…ingat, lagi puasa…he..he..he..)