Kita sekarang ke gaya dasar terakhir di freestyle, yaitu Stoppie. Masih mengandalkan keseimbangan dan feeling posisi motor, gaya ini termasuk sulit dan agak berbahaya.
Kalo di wheelie, resiko motor+rider rawan terjengkang (ke belakang), nah di stoppie ini, motor+rider rawan terjungkal ke depan.
Arti stoppie secara singkat adalah mengerem mendadak, dengan hanya menggunakan rem depan, saat motor sedang berjalan.
Gaya ini belum pernah penulis coba, takut..Jadi tahu sedikit aja teorinya.
Jadi, saat posisi motor sedang berjalan, dengan kecepatan tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 20-40 km/jam, tekan rem depan sambil mengeser posisi duduk rider agak ke depan, sehingga tumpuan berat pindah ke bagian depan motor. Alhasil, motor (terasa) seperti direm mendadak dan menungging. Ini nih yang dinamakan stoppie. Ingat, jangan terlalu keras dulu ngerem-nya,karena perpindahan bobot secara mendadak ke depan, berbahaya, karena motor+rider bisa terjungkal ke depan bahkan tarbalik dan tertimpa motor.
Tetap pertahankan kestabilan motor, dan jangan merubah sedikitpun arah setang, karena dalam posisi menukik ini, sangat rawan terjadi motor roboh.
Bila terasa keseimbangan motor terganggu, turunkan posisi kedua kaki agar bisa mengimbangi. Tahan posisi motor yang nungging ini sampai motor benar-benar berhenti. Bila sudah berhenti, roda belakang akan turun dengan sendirinya ke aspal.
Sudah bisa?? Nah, Anda sukses melakukan stoppie…saya sendiri malah belum pernah mencoba, he..he..
Bisa teori doang ya..praktek kagak pernah..
Selamat mencoba..
keep brotherhood and safety riding..
(thanks for motorcycle.com & stephenlangitan.com for the image)
Author Archives: andhi_125
Burn out, gaya dasar freestyle (2)



Gaya atawa teknik kedua yang akan kita bahas adalah burn-out. Inti dari teknik ini adalah bagaimana membuat ban belakang berputar sementara posisi motor tetap diam di tempat.
Kuncinya adalah memainkan rem depan secara maksimal, dan menaikkan putaran mesin secara spontan, hingga tergapai tenaga maksimum untuk mampu memutar roda belakang.
Awalnya memang agak susah, namun bila tahu spek tenaga motor, yaitu tahu di pitaran mesin berapa tenaga maksimum dicapai, akan lebih mudah.
Tekan rem depan maksimal, sambil posisi rider berdiri mengangkangi motor. Masukkan persneling ke gigi 1, lalu buka gas, bisa secara spontan, bisa pula bertahap bila masih awal..Roda belakang, awalnya pasti berat berputar di tempat, namun bertahap akan bisa spin. Bila terasa motor mulai terdorong ke depan, tahan dengan posisi kaki menahan di tanah/aspal. Tambah tekanan pada rem depan bila motor terus bergerak maju.
Kemudian, setelah mesin mencapai putaran maksimum pada persneling 1, oper dan naikkan ke gigi 2. Biasanya, sudah lancar spin-nya, karena roda sudah mulai lancar berputar di tempat. Nah, posisi motor diam sambil ban berputar di tempat alias burn-out sudah bisa dipraktekkan to???
Biasanya akan lebih seru, bila suara ban menggesek aspal (mendecit) dibarengi kepulan asap hasil gesekan karet ban dengan aspal. Bila burn-out tidak terlalu kencang putarannya, asap akan sedikit timbul.
Bila Anda termasuk berani mencoba, apalagi sudah terbiasa, tidak ada salahnya menaikkan putaran mesin plus menaikkan persneling sehingga lebih kencang putaran ban belakangnya. Dijamin, asap akan bertambah banyak.
Ada trik bagi profesional. Sambil burn-out, coba beri sedikit air di aspal tempat roda belakang berputar..hati-hati terpeleset…asap sudah pasti ngebul…
Bila roda belakang berputar kencang, jangan pernah secara mendadak menduduki jok motor, karena beresiko, motor akan tersentak keatas, karena mendapat beban lebih secara tiba-tiba, sementara roda belakang masih berputar. Bisa-bisa terjungkal kebelakang..
Hati-hati ya bro…jangan kelamaan burn-outnya..takut ban meletus..kayak gambar tuh, bahaya kan???
keep brotherhood and safety riding..
"Hari bebas" untuk bikers Aremania (part 3 habis)
Akhirnya, Kamis (3/6/2010) kemarin, Malang kembali ke kodratnya, kota yang relatif tenang. Nggak ada lagi iring-iringan konvoi Aremania, nggak ada lagi suara knalpot blong yang memekakkan telinga, nggak ada lagi suara klakson dan terompet bersahut-sahutan.
Penghuni kota kembali ke aktivitas sehari-hari. Yang bekerja, ya ngantor seperti biasa. Pelajar, masuk sekolah seperti biasa.
Himbauan Ade “d Kross” Herawanto, agar konvoi terakhir dilakukan Rabu (2/6/2010) rupanya manur juga. Ada kemungkinan juga sih, ancaman dari pihak kepolisian, yang rupanya sudah menyudahi ‘dispensasi’ Aremania untuk bebas di jalan.
Pada negri kali ye, kalo mo konvoi tapi dicegat silup???
Mangkane sam, konvoi sing tertib, gak ngerugikan orang lain. Selamat di jalan, gak ditilang, juga dapat simpati masyarakat…
Tapiii…kayaknya, Minggu (6/6/2010), sekali lagi kayaknya, akan ada konvoi lagi deh…
Digelarnya laga Perang Bintang, yang tidak keluar ijin-nya di Polda Metro Jaya (DKI), akan membuat Aremania kembali membludak, mendukung Arema Indonesia berlaga di Stadion Kanjuruhan, Malang melawan Indonesia All Star..
So…buwat bro bikers atau non bikers yang merencanakan ke Malang hari tersebut, agar mewaspadai bila ada konvoi di jalan.
Sangat disarankan, terutama bagi pemilik kendaraan berplat nomor luar Malang, seperti L (Surabaya), menyediakan atribut Arema, seperti kaos, syal, bendera ataupun boneka singa, sehingga bila berpapasan dengan konvoi, mengesankan bahwa yang memasang atribut tersebut adalah Aremania juga…
Gak usah sungkan menyambut salam Aremania…demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, yang mungkin saja terjadi dalam massa jumlah besar yang berkonvoi…
Keep brotherhood, safe on the road…
‘Hari bebas’ untuk bikers Aremania ?? (Part 2)
Lanjut..
Semalam, pulang piket kantor sekitar jam 20.00. Jalan Ijen, Semeru mulai lengang, setelah sebelumnya, mulai pagi sampe malam, tertutup total oleh lautan sepeda motor dan roda 4 beratributkan Aremania. Mereka terus berkonvoi, keliling kota, merayakan juara LSI Arema Indonesia.
Mulai agak lengangnya jalanan, karena di depan Stasiun Kotabaru, digelar pesta rakyat, juga untuk merayakan kemenangan Arema. Konsentrasi massa mulai terpecah kesana sepertinya. Si Meggy sedikit saya pacu , mungkin sekitar 60-70 km/jam, gak tau pasti, karena speedo masih mati. Belum ganti kabel nih ceritanya…
Dalam hati bersyukur, bisa lancar en cepet pulang. Eh, lha dalah, gak sampai 300 meter, terlihat iring2an alias konvoi motor + mobil, sambil acungkan bendera. Ampun deh, kejepit lagi sama konvoi. Mana sekarang sepertinya lebih ‘brutal’, sudah gak pada pake helm, berboncengan 3, malah ada yang gak pake baju!!!
Buset deh, sakti kali ye…pake jaket kulit asli…asli kulit manusia.
4 motor berjalan berdampingan sambil membentangkan bendera, memenuhi badan jalan. Jadinya, gak ada celah sama sekali untuk pengguna jalan lain, mendahului. Arogan ya???
Ternyata belum seberapa. Tepat di depan Mitra 2, tahu-tahu, dari arah berlawanan, muncul serombongan motor, melawan arus bro!!! Mereka masuk di lajur menuju utara, padahal arah motornya ke selatan…
Gak ada tabrakan sih, malah pada berhenti di tengah jalan. Sambil toast, adu jempol, kemudian menggeber2 gas kencang-kencang, padahal sudah pake knalpot blong…bisa dibayangkan budeg-nya kuping ini???
Jadilah macet total, konvoi berhenti di tengah jalan, berikut pengguna jalan lain yang terjebak di belakangnya, termasuk saya…
Apes lagi..apes lagi….
Pada ngapain yak Silup-nya (polisi) ?????!!!
"Hari bebas" untuk bikers Aremania ?? (part 1)

Begitu wasit meniup peluit panjang, tanda berakhirnya pertandingan Arema Indonesia vs PSPS Pekanbaru dengan skor 1-1, sontak, di Malang, ribuan pendukung Arema tumplek di jalanan, meluapkan kegembiraan. Dengan perolehan hasil imbang itu, Arema memposisikan diri sebagai jawara Liga Super Indonesia 2009-2010.
Saya nggak membahas soal sepakbola-nya, tapi tentang perilaku bikers.
Sudah sejak lama, seperti ‘adat’ di kota Malang, bila Arema bertanding, bikers berkostum Aremania / suporter Arema, mendapat sedikit ‘kebebasan’.
Tanpa mengenakan helm, mereka bebas saja melenggang di jalan-jalan kota Malang tanpa ‘diusik’ polisi.
Usut punya usut, ternyata, meski sedikit mendapat ‘keistimewaan’, namun bila mereka melanggar (selain soal helm tentunya), tetap ditilang kok.
Antara lain karena :
1. Berboncengan lebih dari 2 orang, langsung ditilang
2. Tidak membawa surat kendaraan (SIM dan STNK), motor langsung ngandang (bahasa malangan : disita)
3. Membawa atribut berbahaya, seperti bendera superbesar, langsung diamankan bendera-nya
4. Membawa sajam dan benda berbahaya lain, si oknum tanpa ba-bibu langsung diringkus
Apa pendapat brother sekalian???
Masih ada lanjutannya lho….
Gelegar HD di Malang…banyak yang arogan yak???

Sudah dua hari ini, kota Malang diramaikan deru khas yang menggelegar dari knalpot motor Harley Davidson.
Usut punya usut, ternyata ada Munas ato apalah di salah satu hotel berbintang di Malang.
Saya gak ambil pusing mo menggelar apaan…yang saya komentari adalah ‘tetap digdaya-nya kaum the have’ ini.
Dengan sedikit pongah, ada beberapa gelintir biker yang masih saja pasang aksi ‘SOK’ di jalan. Pake sirine, lampu strobo sambil menggeber gas kencang-kencang, minta jalan dengan ‘sedikit’ memaksa pengguna jalan lain, melanggar marka jalan bahkan menerobos lampu merah…
Plis deh bro…pengguna jalan lain juga bayar pajak seperti Anda, hormati juga hak orang lain.
Oke-lah , kalo ada pengawalan resmi dari aparat, prosedur dan aturan dari kepolisian memang, pihak yang mendapatkan pengawalan, harus diprioritaskan. Saya juga mahfum dan paham.
Tapiii…yang ‘eceran’ dan sok itu lhoo…apa karena mampu dari segi materi, bisa beli dan punya moge, terus gabung di klub superbesar motor di INDONESIA, terus bisa sok-sokan di jalan????
Berapa UU Lalin yang dilanggar tuh??? Mulai knalpot yang super berisik, pake lampu hazard/strobo, pake sirine, menerobos marka jalan dan pelanggaran lain…
Udah gak jaman bro, arogan di jalan…gak dapet simpati dari masyarakat, bisa-bisa ente dicap biang onar…
Kasihan kan biker lain, yang mungkin ‘sopan’…ikut kena getah juga, karena penilaian masyarakat, semua klub motor brengsek dan arogan di jalan!
Mudah-mudahan ada komunitas yang baca blog ini ya…
Ada pertanyaan juga nih buat aparat kepolisian, apakah memang ada keistimewaan untuk klub tertentu, entah dengan alasan tertentu pula (faktor X-Y-Z), diperkenankan melanggar peraturan lalu lintas??
Buat apa dong Pak, UU Lalulintas dibikin kalo gak ditaati???
AREMA INDONESIA…Juara Liga SUper Indonesia…Selamat ker!!!




Selamat ker!!!
Setelah menahan imbang PSPS Pekanbaru kemarin sore dengan skor 1-1, raihan poin Arema Indonesia menjadi 70.
Angka yang tidak terkejar lagi oleh pesaing terdekat Persipura Jayapura. Persipura masih menyisakan 1 laga sisa versus Persiwa Wamena. Seandainya-pun, Persipura menang dan meraih poin maksimal 3, total poin Persipura hanya 69.
Pertandingan terakhir Arema versus Persija Jakarta, yang secara perhitungan, tidak akan merubahp poin dan posisi Juara Indonesia.
Bahkan, bisa jadi pertandingan di Gelora Bung Karno, akan menjadi pesta Juara bagi Arema Indonesia, yang menurut rencana, akan didukung penuh Aremania dan Aremanita dari kota Malang, yang berduyun-duyun ke Jakarta 28 dan 29 Mei 2010.
Ari-ati ker…jaga nama baik dan nama besar AREMA dan AREMANIA…
Boleh berpesta dan euforia…tapi jaga sopan santun di tanah orang (Persija & Jakmania)…
SALAM SATU JIWA….JUARA INDONESIA….AREMA…
Terpeleset ceceran solar..
Artikelnya ganti nih bro. Bukan lanjutan freestyle, karena kemarin sore, penulis sendiri salto-jungkir balik di jalan. Bukan lagi gaya freestyle, tapi jatuh karena kepleset ceceran solar di jalan.
Kemarin sore, Malang diguyur hujan deras banget. Sejak keluar kantor, jas hujan udah dipakai, sepatu dilepas, celana digulung sedengkul, riding pulang deh. Sampai daerah Singosari, udah agak reda, tapi jalanan masih basah banget.
Karena tujuan pulang ke Lawang, jemput istri dan anak di mertua, lanjut tancap gas (tapi gak kenceng, sekitar 40an km/jam) melewati Song-song.
Didepan PT Sidobangun, sempet mo nolongin biker jatuh juga, kepleset. Saya sudah monggir, ternyata si biker gak papa, bisa bangun sendiri trus minggirin motornya. Sayapun melanjutkan perjalanan. Didepan PT BDF, samar-samar kelihatan didepan, agak jauh, seekor Mio hijau terpeleset, sementara bikernya ikutan terseret sekitar 10 meteran.
Eh, lha dalah, tiba-tiba setang motor goyang tak terkendali. Saya berusaha mempertahankan kestabilan, lah…roda belakang ikutan liar, geal-geol. Sekitar 5 meter berjuang mempertahankan diri dan motor, akhirnya pasrah deh…
Bruuukkk…srooottt….
Saya beserta motor roboh ke sisi kiri. Saya melepas setir, dan berusaha ‘mengamankan’ diri ke kiri, antisipasi kalo ada kendaraan lain di belakang. Motor sempet terseret beberapa saat dengan mesin masih menyala dan roda belakang berputar. Posisi persneling di gigi 4.
Setelah bangkit berdiri, saya lihat kendaraan di belakang pada berhenti, saya menuju ke motor. Saya matikan kunci kontak, kemudian menegakkan motor. Saya tuntun motor ke pinggir, terus dikerumuni orang-orang. ada yang bantuin minggirin motor, ada yang ngasih air minum, ada juga yang mengambilkan jam tangan saya yang putus dan tercecer di jalan.
Jadinya, pada habis nolongin Mio hijau, gantian pada nolongin saya…hi..hi..malu juga benernya..
Usut punya usut, saya perhatiin jalanan, kok ada jalur berwarna pelangi, pas di jalur motor saya tadi. Panjang juga, mungkin sekitar 15 meteran di belakang saya, terus kedepan ke arah utara, ada kira-kira 20 meteran lagi.
Sama orang-orang sekitar kemudian di cek, ternyata ceceran solar, saudara-saudara..
Buset deh, mobil sapa yang bocor ya, sampe bikin sengsara orang lain???
Thanks GOD, saya dan pengendara Mio tadi gak cedera parah, cuman lecet-lecet aja, di dengkul terutama, karena pas kejadian, kan celana saya gulung sedengkul…
Buat bro biker, ati-ati ya kalo di jalan, sekilas ngeliat semburat pelangi di aspal, apalagi pas jalan basah abis hujan, bisa dipastikan itu ceceran/tumpahan minyak, entah solar atau oli..Alamat deh, kalo melindas itu, pasti kepleset, meski pelan sekalipun..
Keep broherhood..
Wheelie, gaya dasar freestyle (1)
Pertamax (kaya komengtator di blog-blog nih :-P) yang kita bahas dalam gaya dasar
freestyle adalah WHEELIE.
Bahasa alusnya kalo gnaro ngalam ‘Jumping’. Sederhana-nya, mengangkat roda depan
motor.
Sebenarnya, sepengetahuan saya, ada dua jenis Wheelie. Wheelie ‘biasa’ (start pada
gigi 1 dari posisi motor diam) dan rolling wheelie, yaitu wheelie pada posisi motor
sudah berjalan.
Kita bahas yang normal aja yak???
Trik-nya adalah menyeimbangkan bukaan gas dan melepas tuas kopling pada posisi gigi
1. Sekilas terlihat gampang, pas saya coba sendiri, waktu itu masih baru pake Honda
GL-MX 1995, lumayan ribet juga.
Kalo putaran mesin ketinggian, alias bukaan gas kebesaran, pas melepas kopling,
bisa-bisa motor wheelie-nya ketinggian, malah ada yang sampe terjungkal ke belakang
(malangan:’nggeblak’), tengok tuh gambar pertama. Jadi harus bisa kira-kira seberapa besar tenaga mesin pada
RPM tertentu yang cukup kuat untuk menyentakkan motor.
Setelah tahu feeling tenaga mesin pada tiap putaran mesin, tahan pada RPM dimana
tenaga mesin terbesar. Pas pake GL-MAX, saya main di 6000 – 7000 RPM. Sambil menahan
putaran mesin, lepas kopling mendadak. Jangan lupa mempertahankan kestabilan posisi
motor dan setang, karena biasanya saat melepas kopling mendadak, motor cenderung
liar karena tersentak tenaga mesin. Jangan geal-geol ya pegang setangnya dan posisi
kaki bisa turun dari foostep untuk menjaga keseimbangan.
Tips : untuk yang pertama kali nyoba, jangan terlalu tinggi dulu putaran mesinnya.
Coba dulu sekitar 4000 RPM. Bila disentak saat melepas kopling, motor belum
bertenaga, alias belum bisa jumping, bisa ditambah lagi RPM-nya. Demikian terus,
sampai didapat feeling RPM yang pas untuk Wheelie.
Kalo roda depan sudah bisa terangkat, bro sekalian bisa belajar cara baru lagi,
yaitu untuk mempertahankan posisi wheelie sejauh mungkin. Yaitu dengan cara menjaga
RPM tetap stabil, sehingga motor bisa berjalan hanya dengan roda belakang. Bila roda
depan mau turun, gas bisa ditambah sedikit dengan menjaga setang tetap stabil.
Hati-hati ya bro saat belajar wheelie, karena resiko jatuh itu pasti ada.
Keep brotherhood..
Freestyle motor atau stuntriding??



Mengendarai motor dengan gaya bebas semakin digandrungi anak-anak muda di seluruh pelosok negri ini, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Mengendarai motor dengan gaya bebas sering di sebut dengan Freestyle motor di beberapa pulau di Indonesia, namun sebenarnya sebutan Freestyle motor pun sebenarnya salah, karena bila kita sebut freestyle motor cakupannya bisa meluas, bisa freestyle motor cross atau yang lainya.
Sebenarnya di Negara asal freestyle itu tumbuh, nama olahraga sepeda motor ini adalah Freestyle street bike, yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu bergaya bebas dalam mengendarai motor jalanan ( motor yang biasa di pakai di jalan raya ). Namun untuk kemudahan penyebutan atau mungkin kurang paham di Indonesia ini lebih terkenal dengan sebutan Freestyle Motor.
Pada belakangan ini timbulah sebutan baru untuk freestyle motor, sebutan baru itu adalah Stuntriding. Walaupun sebenarnya sebutan stuntriding itu sudah lama juga di Negara tempat street bike freestyle ternama berada. Namun banyak di kalangan freestyle motor sendiri kurang paham dengan sebutan baru ini. Stunt yang bila diartikan dalam bahasa kita adalah beraksi dan riding adalah mengendarai motor, bila di gabung stuntriding menjadi beraksi dalam mengendarai motor. Dan bila di freestyle sebutan pengendara motornya adalah freestyler, tapi bila sebutan di stuntriding pengendaranya di sebut dengan Stuntrider, Namun keduanya hanya sebatas sebutan dan nama yang mempunyai arti dan makna yang sama.
Apa saja gaya-gaya dasar dalam olahraga ekstrim ini???
Kita akan bahas dalam postingan selanjutnya.
thanks buat bro Stephen Langitan (stephenlangitan.com)…gambarnya saia copas ya oom…

