Menikmati Yamaha NMax 2018 (lagi) sebelum diganti

Pagi masbro..

Kabar bakal segera hadirnya versi facelift skutik Yamaha yaitu NMax, memang masih abu-abu. Sempat muncul rame kabar beritanya, lalu hilang lagi ditelan waktu. Sebuah tanya, apakah bakal seperti MX-King dan MT-15 yang ujug-ujug dan mak bedunduk hadir secara tiba-tiba??

Mumpung belum nongol nih, versi baru NMax, saia puas-puasin eksplorasi NMax lansiran 2018 ini. Yup, skutik kelir gelap, doff dipadu warna emas pada roda ini, kok ya pas ya sama si bleki? Hehehehehe

Secara bentuk, mesin dan sebagian besar lainnya, masih sama dengan NMax sebelumnya. Pembeda, sekaligus upaya Yamaha memperbaiki dan merespon banyaknya yang mengeluhkan kerasnya sokbreker belakang, kini pada versi facelift mengaplikasi sokbreker dengan tabung oli terpisah.

Resmi digunakan pada NMax facelift yang dirilis pada awal Desember 2017, ubahan ini saia rasakan sedikit mengurangi efek kaku dan kerasnya pantulan bagian buritan. Seminggu menggunakan motor kelir doff ini, meski masih terasa keras, bantingan sokbreker belakang Kayaba versi tabung pisah ini masih mendingan, dibanding versi sebelumnya. Kalau buat nikung, anteng dan stabil nih, meski kalau kepentok lubang terasa rada keras saat memantul.

Posisi riding yang terbilang santai, membantu mengalihkan hal itu. Apalagi, dengan postur 183 macam saia, ada pilihan posisi kaki agak diluruskan alias selonjoran. Kalau pas jalan lengang, enak banget nih posisi selonjoran ini. Plus posisi bokong ditarik rada mundur, pas bener di undakan jok. Ditunjang pula setang lebar, yang tersamar oleh cover. Misal setangnya telanjang, yakin, macam setang motorsport naked.

Kalau buat pemilik tinggi badan dibawah 170 cm, ya memang rada jinjit sedikit. Dialami oleh nyonya, alias istri saia nih :mrgreen: Memang, kalau pas menjajal harian unit testride, utamanya motor skutik, selalu saia libatkan nih, supaya juga bisa bersumbangsih, rasanya kayak gimana kalau dari penilaian kaum hawa. Maklum, sementara memang baru familiarnya skutik sama motor bebek saja, hehehe

Mesin,  nggak ada perubahan. Mesin 155cc dengan VVA dengan kem/noken as tunggal ini, cukup responsif dengan karakter suara khas. Rada berisik :mrgreen: Tenaga juga nampol, riding pelan, lalu tiba-tiba bejek gas mau nyalip bus keong, maknyos. Apalagi pas VVA aktif, memang terasa, tenaga ngisi terus sampe putaran atas.

Panel dasbor a.k.a spidometer, ada perubahan tampilan. Digital, dengan model bar/batang pada indikator BBM dan konsumsi  bahan bakar. Dengan tampilan LCD bermodel negatif, panelnya berisi  penunjuk kecepatan, odometer, 2 buah tripmeter, jam, konsumsi BBM rata-rata, indikator waktu penggantian oli, dan indikator penggantian v-belt. Eh, ada juga pilihan menu setting dari kilometer ke mil. Selain beragam indikator, juga ada lampu peringatan mulai oli, temperatur cairan pendingin serta indikator injeksi.

Yang asyik, nih unit yang saia pakai selama semingguan ini, ada sentuhan sedikit modifikasi ringan namun fungsional. Yaitu, pemasangan panel setang sisi kanan kepunyaan Yamaha Lexi. Yups, switch kanan Lexi, menggantikan panel kanan NMax karena lebih lengkap. Ada menu lampu darurat/hazard serta tombol idle system. Tombol ini, dialihfungsikan sebagai engine kill, alias tombol untuk mematikan mesin. Terkoneksi dengan jalur engine kill di standar samping, jadi dobel proteksi. Salah satu aktif, mesin tidak bakal bisa distarter. Lebih aman dan fungsional sekali, bisa jadi ide modifikasi pemilik NMax lain nih.

Konsumsi BBM, sempat saia coba juga. Kali ini berbeda metodenya. Bila biasanya motor yang saia testride pakai metode full to full, kali ini saia jajal sampai BBM habis. Yup, setelah isi Pertamax penuh, hingga sedikit luber, dipakai deh aktifitas dan segala macemnya.

Pemakaian juga wajar, mode harian pokoknya. Kadang akselerasi kasar, gas – rem gas-rem karena kena macet, meski kadang juga nemu jalan lengang nan lancar. Pakai metode ini, kudu sedia bahan bakar ekstra, saia wadahi di botol plastik bekas. Kalau sewaktu kehabisan nggak nemu SPBU atau penjual BBM eceran, ya tinggal tuang saja 😆

Di angka odometer 200 km lebih, indikator BBM sudah di setrip paling bawah, dan kadang mulai berkedip. Hmm, mulai habis nih. Gas terus deh, wong tujuan masih jauh. Sampai di tujuan, sudah berkedip-kedip terus, tanda udah mau habis. Beres urusan, gas pulang deh. Olala, beberapa ratus meter, motor mulai brebet dan tersendat, dan akhirnya, total mandeg deh, kehabisan bahan bakar. Saia longok, odometer trip 1 yang sebelumnya saia reset ke posisi 0 pas isi BBM penuh, menunjukkan angka 272,2 km.

Dengan kapasitas tangki NMax yang 6,6 liter, kalau sampai kehabisan, dengan hitungan sederhana 272,2 km dibagi 6,6 , akan ketemu angka konsumsi BBM 41,2 km/liter. Weh, lumayan irit juga nih. Mantap..padahal riding gaya bebas harian. Mungkin, kalau pakai mode berkendara ekonomis, bisa lebih hemat lagi

Last, kalau bener bakal muncul versi barunya, kemungkinan sih, lebih ke tampilan deh. Soal mesin dan performa sudah oke, tapi ya syukur-syukur kalau mesin bisa lebih senyap lagi, #eh

Semoga berguna

 

Advertisements

5 comments on “Menikmati Yamaha NMax 2018 (lagi) sebelum diganti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s