Mantapnya Pangsit Mie Pak Ri…porsi jumbo sodara-sodara

Pagi masbro..

Kuliner di kota Malang, memang nggak ada habisnya. Mulai makanan ringan, sedengan hingga makanan berat. Malah banyak yang unik, makanan ringan tapi bisa mengenyangkan. Walah…apaan tuh? :mrgreen: Salah satunya, makanan khas Malang, yang berbasis mi. Lebih dikenal dengan Pangsit Mie atau Cwi Mie di Malang. Kebetulan juga, merupakan salah satu makanan favorit saia nih, hehehehe.

Kali ini, saia menyambangi sebuah kedai pangsit mi di kawasan Jl Wilis. Jl Wilis ini, kini terkenal sebagai sentranya pasar buku di kota Malang, sejak digusurnya pasar buku murah area Jl Splendid. Nah, di selatan pasar buku Wilis ini, ada beberapa deretan warung dan kedai. Salah satunya, adalah Pangsit Mie Pak Ri.

Kedai pangsit mie ini, dulunya berlokasi di area dalam kampus Universitas Negeri Malang, yang dahulu bernama IKIP. Pak Ri , sang pemilik , dulu berjualan pangsit mie dengan menggunakan gerobak dorong di kantin UM. Larisnya, menurut kawan yang dulu kuliah juga disana, bukan main. Selain karena harga yang sangat terjangkau untuk ukuran mahasiswa, porsi juga mantap. Ajegile deh.. Nah, sejak beberapa bulan silam, Pak Ri memutuskan untuk pindah ke tempat ini. Selain lebih permanen tempatnya, juga lebih nyaman untuk pembeli.

Pesan langsung ke Pak Ri dan asistennya, yang sedang sibuk menyiapkan bermangkuk-mangkuk pangsit mie. Saia pesan pangsit mie biasa, belum berani coba yang spesial soalnya. Duduk di bangku panjang, sambil sekalian pesan minuman di bagian dalam kedai. Ada beberapa macam minuman, baik panas maupun dingin. Yang jos dan rekomen, adalah es degan meski tersedia juga minuman lainnya.

Nggak berapa lama menunggu, pesanan sudah diantarkan ke meja. Wow, semangkuk pangsit mie yang masih panas, masih mengepul nih asapnya terhidang di depan saia. Memenuhi mangkuk yang berukuran lebih besar dari mangkuk mi biasanya, yang gambar ayam jago tuh, setumpuk gulungan mie kuning, dengan dihiasi sayuran sawi rebus di bagian bawah. Yang membuat tampilan makin padat, eh, penuh, adalah topping taburan cincangan daging ayam, 2 biji bakso, serta kerupuk pangsit goreng. Masih ditambah pula beberapa potong acar mentimun. Segerrr…

Nggak pake lama, coba aduk-aduk mie, meratakan bumbu yang biasanya ada di bagian bawah mangkuk. Sekalian sambil menurunkan temperatur mi-nya, hehehehe. Lalap cabai dan kecap tersedia di wadah di meja, buat tambahan yang menginginkan tingkat pedas ekstra.

Hmm…maknyus juga ternyata. Sedap nih pangsit mie, meski sederhana. Ditambah klethusan cabai rawit, makin memanaskan suasana siang yang sudah panas ini. Tak terasa, hanya hitungan beberapa menit, seporsi pangsit mie biasa yang berukuran jumbo ini, telah berpindah ke perut saia, berikut baksonya. Dan sebagai penutup, segelas es degan alias kelapa muda, mendinginkan suasana. Panas dan pedas, berangsur menghilang terkena dingin dan manisnya kelapa muda. Segerrr lagi…

Rehat sejenak, membiarkan makanan yang telah ditelan masuk sempurna ke organ pencernaan. Puas makan dan kenyang, tibalah saat membayar. Beranjak, ke ibu yang biasa bantu pak Ri. Dan tebak, berapa yang saia bayar untuk pulang dengan kekenyangan siang itu? Cukup IDR 14.000 saja. Semangkuk pangsit mie biasa dihargai IDR 10.000 sementara segelas es degan, cukup dengan IDR 4.000 saja. Sangat terjangkau kan?? Enak dan kenyang pula, hehehehe

Semoga kepingin :mrgreen: Lain kali, saia coba dan tulis deh jajal menu lainnya, yaitu si pangsit mie spesial, hehehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s