Mogok angkot berlanjut di Malang, solidaritas masyarakat menguat

Sore masbro..

Hari ini, Rabu 8/9/2017, demonstrasi angkutan umum di Kota Malang memasuki hari ketiga. Meski tidak menimbulkan kemacetan seperti hari sebelumnya, tetap saja, mengakibatkan terlantarnya penumpang di pinggir jalan. Lha mau naik apa coba, angkot nggak ada, taksi juga lenyap. Angkutan umum masih mogok, menuntut dihapuskannya angkutan online.

Terlantarnya para penumpang, memang miris. Apalagi, kalau melihat pelajar yang hendak berangkat ataupun pulang sekolah. Meski Pemkot Malang, Satpol PP, Dinas Perhubungan hingga Polres Malang Kota dan TNI sudah menyiapkan berbagai armada, tetap saja tidak mampu menampung penumpang. Terhitung, mulai truk dan bak terbuka Satpol PP, bus sekolah, Patwal Dishub, truk Dalmas Polresta hingga truk angkutan TNI hilir mudik dari dan ke beberapa titik mengangkut penumpang.

Kebanyakan, titik jemputan di kawasan terminal, stasiun, pasar dan sekolah atau kampus. Pemandangan pelajar dan mahasiswa naik truk menjadi lumrah beberapa hari ini. Sampai ada kawan, kebetulan cewek dan masih kuliah di salah satu PTN di Malang, tersipu malu saat naik pickup Satpol PP diantar ke kampus. “Serasa kena garuk/razia Satpol PP nih, ” katanya curhat sambil tertawa malu 😆 Gak papa deh, penting bisa sampai kampus dan kuliah.

Nah, sejak awal mogok, bermunculan semacam komunitas yang peduli akan penumpang yang kleleran, terutama pelajar. Seperti yang satu ini. Berawal dari solidaritas, beberapa pengendara sepeda motor berkumpul di depan Telkom Kayutangan. Mereka nggak demo, tapi justru menyiapkan diri, mengantar pelajar yang hendak pulang sekolah. Entah itu pelajar SD, SMP atau SMA. Komunitas Tilang Malang ini, terdiri dari berbagai profesi. Awalnya, mereka merupakan penggiat Peduli Lubang, yang antara lain kegiatannya, seperti pernah saia tulis disini, yaitu menandai lubang jalan di Malang Raya. Ternyata, kepedulian mereka meluas, hingga menjadi relawan pengantar pelajar.

Ikhlas, mereka mengantar para pelajar yang pulang. Kalau dekat, bahkan bisa sampai ke rumah. Kalau agak jauh, biasanya didrop di titik jemputan kendaraan bantuan Pemkot Malang.  Bahkan, gerakan semacam ini juga makin banyak bermunculan di berbagai media sosial. Akhirnya, pihak terkait, memberikan masukan, kalau yang bermobil alias kendaraan roda 4 hendak membantu, mohon ditempel keterangan di kaca mobil, bahwa siap memberikan tumpangan bagi pelajar/mahasiswa gratis. Karena, ada beberapa kejadian, yang berniat baik membantu tumpangan, malah diancam beberapa pendemo karena dianggap bagian dari angkutan online yang beroperasi secara ilegal/gelap. Dengan adanya keterangan di kaca depan, pihak keamanan siap memberikan pengamanan dalam proses pengantaran penumpang.

Selain tempelan keterangan di kaca depan mobil, ojek ataupun relawan yang memakai sepeda motor, diberikan ciri/tanda khusus pita merah atau syal Arema di spion atau di lengan pengendara.  Salut dengan kawan-kawan ini masbro…peduli dengan yang kesusahan. Semoga lekas ada solusi terbaik soal angkutan umum di Malang ini.

 

 

Advertisements

6 comments on “Mogok angkot berlanjut di Malang, solidaritas masyarakat menguat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s