Cairan antibocor meler? Hmm

Pagi masbro..

Baru menyalakan PC dan belum sempat nyambung ke jaringan, eeh, HP di saku berdering-dering. Disertai getaran pula πŸ˜†Β  Walah….ternyata, dari kawan yang bertugas di lapangan. Minta tolong, karena ban depan motor trike (roda 3 , biar keren aja diistilahkan trike πŸ˜† ) kempes. Lha apesnya, gak ada tambal ban dekat lokasi, plus dongkrak ketinggalan di garasi kantor. Weleh…

Setelah lapor ke juragan dan ambil perkakas si dongkrak dan teman-temannya, saia pacu ciput ke lokasi, sekitar 10 km dari kantor. Nyempil di sebuah gang, yang merupakan anak gang lain. Karena bodinya yang ringkas dibanding mobil , R3 bermerk Kaisar ini, yang dilengkapi box almunium, bisa lebih leluasa masuk ke jalan kecil. Ketemu, sang rider cengengesan di samping motor, sementara asistennya lagi cari ganjal paving. Roda depan , yang berdiameter 16 inchi, tampak kempes habis. Ambil dongkrak, lalu kami melepas ban depan. Ya ini, yang bikin pening kala mencari ban tempo hari. Diameter 16 inchi, namun tapaknya lumayan lebar. Kan dibuat motor trike roda 3, bukan skutik.bocor2

Setelah lepas, saia perhatikan, kok bagian tepi ban belepotan cairan kehitaman? Macam oli tapi bukan. Ternyata, sesuai dugaan, itu cairan antibocor yang diisikan pada ban tubeless Swallow saat penggantian ban depan.

bocor1Was–wes–wos, cari tambal ban tubeless, susah amir. Akhirnya, cabut ke Pla*et Ban, yang agak jauh. Baru buka itu toko. Setelah nunggu sebentar, akhirnya dikerjakanlah itu ban. Tidak ada yang bocor sama sekali. Paku ataupun dari cop ban. Akhirnya, sambi

l isi ulang nitrogen serta isi ulang (lagi) cairan antibocor, saia iseng tanya ke mas pegawainya. “Kenapa mas, gitu itu, kok sampai keluar cairan antibocor yang sebelumnya diisikan?” Jawabnya sepele ternyata. “Kalau velg tidak cuil/peyang dan ban kondisi bagus, biasanya, gara-gara lama kurang angin pak” . Duerrr….saia senyum kecut, lalu saia colek rekan driver trike Kaisar itu. “Noh, dengerin bos, kalo kurang angin/kempes, segera ditambah”

bocor3Eh, masih bersilat lidah pula ini orang “Lha saya pikir, kalau sudah ada cairan antibocor aman kok” Hmm…bisa jadi terapi menaikkan tensi darah nih. Akhirnya, saia jelaskan pelan-pelan, bahwa itu cairan antibocor, fungsinya menutup/tambal kebocoran pada lubang ban. Lha kalau kempes, jelasΒ  jepitan bibir ban pada sisi velg kan melemah, alhasil, kena beban berat, ada jarak/celah antar ban dan tepi velg. Angin beserta cairan antibocor akan berebutan keluar. Alhasil? Kempes total dan cairan pun belepotan merembes keluar dari dalam ban.

anti-bocorSi rekan tadi manggut-manggut, meskipun saia tidak bisa memastikan, apakah paham atau tidak πŸ˜† πŸ˜† Yang jelas, ini merupakan pengetahuan tambahan buat saia juga, bahwa, aplikasi cairan antibocor pada ban, juga harus diimbangi dengan memperhatikan tekanan angin ban serta kondisi ban itu sendiri. Kempes, tekanan berkurang? Segera tambah angin, karena hal ini tidak bisa ditangani si cairan antibocor, kecuali kalau berlubang kena paku.

Yuk, cek tekanan ban kendaraan masing-masing… Semoga berguna

Advertisements

22 comments on “Cairan antibocor meler? Hmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s