Common part, alias bagian yang sama pada sepeda motor

Pagi masbro…

Pasti, istilah satu ini sudah sering tahu, karena sering tercantum di berbagai media baik cetak maupun elektronik. ‘Common part’ . Biasa kita jumpai pada artikel maupun berita tentang otomotif. Istilah ini, merupakan istilah bagi suku cadang alias spare part yang sama, yang dipakai pada beberapa model sepeda motor yang berbeda. Gampangnya, onderdil yang sama, tapi dipakai pada banyak tipe sepeda motor.

sumber : otomotif

sumber : otomotif

Sebagai contoh, saia ambil produk sayap mengepak, Honda. Coba kita pelototi salah satu produknya. Versi sport alias batangan 150cc. Yang paling gampang, adalah lampu sein, alias si lampu tanda belok. Model yang ada di gambar ini, salah satu contoh common part. Dipakai pada Honda New Megapro (monoshock) generasi awal karburator hingga gen injeksi. Nah, ternyata, Honda Old CB150R, juga pakai sein yang sama. Plek. Hanya, setelah versi New CB150R muncul, sein bohlam ini digusur, berganti tipe LED. Malah, Honda Verza, juga menggunakan sein yang sama. Nah, sudah 3 tipe tuh yang memakai sein sama.

seinDemikian juga soal velg. Velg si NMP, sama plek dengan velg Old CB150R. Dari segi ukuran, bearing/laher, bosh hingga cakram, juga sangat identik. Mau tukar pakai? Tinggal colok saja, eh, maksudnya PnP alias plug and play

velg belakang CB150R (kiri) dan velg belakang new Megapro (kanan)Belum lagi part lain, misal kampas rem, bearing sampai komstir/cones, bisa saling subtitusi. Kampas rem belakang OCB150R, bisa pakai kampas rem NMP ataupun kampas rem Supra series. Komstir buat OCB, tinggal pilih, mau komstir punya NMP, CBR150R atau Sonic. Gak ribet kan?

Common part , merupakan salah satu langkah pabrikan dalam menekan biaya produksi. Nggak perlu membuat cetakan part baru, yang notabene merupakan salah satu asal muasal penambahan biaya. Bayangkan, 1 pabrikan saja mengeluarkan, taruhlah 3 model. Bebek, sport dan matic. Lha tiap tipe, masih ada beragam model. Kalau setiap model part-nya tidak ada yang sama, alias independen, mumet masbro. Biaya produksi membengkak berkali-kali lipat, untuk membuat tiap part untuk tiap model dan tiap tipe. Ujungnya, jelas, akan menaikkan harga jual, karena biaya produksi juga meningkat.Wah…

pabrikan

Adanya common part ini nggak cuma pabrikan yang dimudahkan (dan diuntungkan). Konsumen, alias pemilik motor, juga lho. Kalau pas mumet, pusing karena part bawaan motor susah ditemukan, bisa pakai type lain. Malah, bisa saling tukar dengan merk lain. Nggak mumet kan?? Gampang…mekanik bengkel umum sudah sangat lihai, mencari subsitusi part motor kita. jadi ada alternatif lain saat ganti part yang rusak/aus. Selain orisinalnya, bisa pilih juga part dari motor tipe lain.

Semoga berguna

 

Advertisements

2 comments on “Common part, alias bagian yang sama pada sepeda motor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s