Sisi minus di Alun-alun Malang

Sudah basi banget kalo mau bahas Alun-alun Malang versi baru. Udah banyak diposting. Nah, yang mau saia ulas nih, soal minusnya :mrgreen:

gambar : halomalang

gambar : halomalang

Dibalik semua fasilitas yang top-markotop, memanjakan pengunjung Malang Raya, pastilah ada terselip kekurangan. Wajar lah masbro, buatan manusia, gak ada yang sempurna πŸ˜‰
Samsat Corner dan pos polisi megah ada di pojok utara, area bermain anak dan fasilitas baru playground di sisi selatan depan Kantor Pos, track untuk penggemar skateboard di sisi utara(masih perbaikan sih), WiFi yang lumayan cepet juga gratis, Pojok Baca di pojok selatan/timur, layanan Perpustakaan Keliling di sisi selatan. Air mancur menari, tanaman yang selalu segar. Kurang apa coba?? .


Nah, kurangnya justru hal utama saia rasa. Yaitu Toilet, Wastafel dan Air Mancur. Wah, bercanda sampeyan, wong sudah ada tuh 2 fasilitas utama??
Iya, betul. Sudah ada. Sayang beribu sayang. Meski ada, pemanfaatannya kalo saia rasa sangat tidak efektif. Toilet, sudah ada 2 lokasi, sisi utara dekat Samsat Corner dan sisi selatan, dekat Playground anak. Setahu saia sih, fasilitas toilet ini kan gratis seharusnya. Lha ini nggak, ada penjaga di toilet, yang maaf, bukan petugas resmi kayaknya,menyiapkan kotak untuk Anda isi dengan lembaran rupiah setelah memanfaatkan toilet. Resmi gak nih?? Kalo resmi, kan ada bukti retribusinya πŸ˜‰

toilet alun
Kalo toilet keliling, yang ada di pojok barat depan Bank Mandiri, memang saia tahu, ada retribusinya resmi. Lha kalo yang di alun-alun?? Masak, mau cuci tangan aja kudu bayar??? Lha wong tempat cuci tangan aja tidak ada..ya harus ke toilet πŸ‘Ώ

toilet alun2Masak, mau cuci tangan aja kudu bayar? Sementara, wastafel atau sekedar kran air untuk mencuci tangan, tidak tersedia di seantero Alun-alun Malang yang megah ini.

Kedua. Air Mancur. Ini adalah daya tarik utama sebuah alun-alun. Sama, tujuan awal pengunjung adalah menonton air mancur yang berlokasi tepat di tengah-tengah Alun-alun. Pasti kepinginnya, lihat yang kayak gini…

air mancur menriLagi-lagi sayang, seribu sayang, kalau Anda datang pagi, siang, atau sore hari, dipastikan tidak akan ketemu yang namanya air mancur, yang menurut informasi, merupakan barang baru, built up dari luar negeri (katanya), dan bisa menari πŸ˜†

air mancur
Saia kurang paham, apa alasan pihak terkait, menon-aktifkan menu andalan Alun-alun ini. Efektifitas? Kalo siang jarang pengunjung? Hemat? Memang sih, kalo cuaca pas cerah, efek lampu dari si air mancur menari ini jadi kurang kelihatan…tapi, ikon Alun-alun Malang, dari dulu ya air mancur di tengah itu. Meski kurang nampak permainan cahayanya, setidaknya, bila siang/sore dipasang, bisa menambah segarnya suasana. Heleeeeh
Embuhlah, saia tidak paham blas, tanya-tanya petugas khusus di Alun-alun juga orangnya geleng kepala, tanda sama gak paham.
Semoga tidak lantas menurunkan animo wisatawan yang hendak mengunjungi Alun-alun kota Malang. Colek Abah Anton :mrgreen:

Advertisements

21 comments on “Sisi minus di Alun-alun Malang

  1. Mungkin udah di borong bro,sama kayak sistem parkir gtu.dia byar sama oknum yang berwenang di situ,selama 1thn misalnya.trus retribusi selama setahun dia yang ngantongin.tapi ini mungkin lo yaπŸ˜€βœŒ

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s