Lagi nih, biker ditodong pistol!!!

Hai masbro semua, saia agak lama off dari peredaran. Sekarang, lagi membersihkan lumut dari blog yang tidak terurus beberapa minggu terakhir 🙂
Selasa, 1 Mei kemarin, topik rame yang dibahas teman-teman adalah lagi-lagi ‘aksi koboi’ dari pemegang senjata.

gambar hanya ilustrasi

gambar hanya ilustrasi


Meski saia sendiri belum jelas, gimana kejadian sebenarnya, sengaja saia posting bukan untuk membela bikers kayak saia. Hanya sekedar berbagi pembelajaran, jangan sampe kepercayaan dari instansi dalam penggunaan senjata di’salahgunakan’. Inget, ‘disalahgunakan’ dalam tanda kutip lho. Entah dipake untuk melukai, menakut-nakuti atau apapun. Jelasnya itu merupakan kesalahan dan bukan pada tempatnya.
Mungkin, tes periodik khusus bagi pemegang senjata di instansi militer dan kepolisian perlu ditambah frekuensi-nya. Bukan apa-apa, semata melindungi masyarakat dan pemegang senjata itu sendiri. Lha kalo cuma terpicu soal sepele, misal spion tersenggol kendaraan lain, trus marah dan menodongkan senjata?? GJ banget kalo alay bilang :mrgreen:
Tujuan instansi militer dan kepolisian dipersenjatai kan untuk melindungi masyarakat. Betul ndak?? CMIIW
Jalanan sudah gak bersahabat lagi buat bikers, selain macet semakin parah, resiko kecelakaan juga semakin tinggi. Janganlah ditambah.
Monggo dipirsani video-nya

Jangan sampe terulang lagi 😦

Upgrade Yamaha Mio edisi lawas (3)

Tuntas ganti kunci, sekarang beralih ke area bodi. Modif bagian ini buat pemanis tampilan aja, supaya lebih segar. Menu-nya , ganti stripping dan ganti ban. Kalo ganti ban, kebetulan pas waktunya ganti, lha sudah mulus bagian tengah-nya, terkikis zaman :mrgreen:
Ya sudah, mampir ke toko spare-part, nyari ban. Ada IRC sama FDR yang ready stock ukuran ring 14. Mau ke toko lain, udah sore banget, rata-rata sudah tutup. Maklum, weekend, sekitar jam 5 sorean saia pulang kantor.
Ada beberapa ukuran, 70/90-14, 80/90-14 sama 90/90-14. Kalo standar Mio, depan 70/90-14 trus belakang 80/90-14. Pinginnya sih agak saia gedein dikit, satu tingkat diatas standar-nya. Biar agak berisi gitu…
Sekedar info, ukuran ban 90/90-14 itu standar Honda Vario, jadi emang agak gede, cocok sama bodi si Vario yang bongsor 🙂
Akhirnya pilihan jatuh ke IRC SS 530R ukuran 90/90-14. Kena di harga IDR 120.000.
Besoknya, pas libur, main ke tetangga yang tukang ban, minta tulung dipasangin sekalian nambal ban sepeda angin-nya si kecil. Dasar matik, memang ribet-nya ampun deh. Ganti ban belakang aja sampe lepas knalpot segala. Sama aja kalo mo sekedar ganti busi, banyak sekali part bodi yang harus dilepas…
Kelar terpasang, wah…lumayan kekar ternyata :mrgreen: padahal velg masih standar-nya. Ukuran velg DID bawaan Mio R14 sebenarnya kurang lebar kalo dipasang ban profil 90/90-14. Apalagi, motif tapak lumayan gagah, gak sama kayak ban orisinil.

Beralih ke Continue reading

Modiarrr…per 15 Juli 2012, DP motor minimal 25%

Mbaca koran hari ini, tertegun saia. Bank Indonesia, per 15 Juli 2012 akan menetapkan uang muka alias DP kendaraan bermotor sebesar 25% (dari harga jual CMIIW) untuk R2 dan 30% untuk R4.

Aturan ini berdasar Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/10/DPNP 15 Maret 2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor.
Waduh, alamat nih…susah untuk penjual, juga pembeli. Penjual susah jualan, pembeli juga berat mau beli. Lha, Continue reading

Upgrade Yamaha Mio edisi lawas (part 2)

Akhirnya, setelah berpusing-pusing mencari spare-part untuk upgrade si Mio (upgrade ringan si Mio biru disini…) punya istri, sudah dapat sebagian.
Yaitu kunci kontak Mio Soul, dan foot step belakang Mio Sporty 2011. Adalah Yamaha Manunggal Jaya Motor yang menjadi tujuan akhir saia setelah putar-putar di beberapa bengkel resmi Yamaha. Meski tampak luar kecil, ternyata bengkel ini super lengkap–kap–kap. Malah jadi referensi dari beres Yamaha lain di Malang. Terbukti, kunci kontak yang beberapa bengkel gak sedia, dengan gampang diperoleh disini.
CUkup menukar IDR 205.000 (hanya selisih IDR 3.000 dari price list :mrgreen) sudah didapat berikut kunci pembuka jok dan 2 pc kunci.
Continue reading

Kuliner siang-siang yuuk….Sop Ayam Pak Min – Klaten

Makan siang hari ini, kok kepingin yang ringan en seger yah?? Langsung inget kalo kemarin dapet brosur alias selebaran, warung sop ayam pecok. Kebayang deh, menu yang bikin ngiler…maklum, selama mudik ke Klaten-Jateng, menu ini gak bisa lepas dari incaran…habis enak sih… :mrgreen:
Meluncur ke daerah Dinoyo, di salah satu ruko. Kedai ini memang baru dibuka 12 Maret kemarin, jadi masih inreyen kalo di motor.
Sop Ayam Pak Min – Klaten. Itu judul kedainya. Gak ada pegawai cewek alias cowok semua. Yang jelas, kayaknya semua wong kulonan…jadi saia ajak ngobrol yo mathuk 🙂
Ada beberapa pilihan menu, sop ayam biyasa/campur, daging pisah, thethelan, uritan dan lain-lain. Harga mulai IDR 5.000 sampe IDR 15.000. Saia coba pesan sop ayam daging pisah plus es teh. Baru aja duduk, pesanan sudah dianter. Perabotan kayaknya minimalis, serba kayu. Mungkin menjaga image klasik dari sono kali ya…

Terhidang di meja, semangkuk nasi plus taburan bawang goreng dan semangkuk sop ayam, minus cincangan seledri. Maklum, saia pembenci seledri :mrgreen:

Kuahnya agak keruh, gak sebening sop ayam asli-nya di Klaten menurut saia. Pas diseruput, wah, gak kalah deh…sedepppp..rasa gurih dan didominasi merica dan bawang putih berebut…
Gak pake lama, 1 porsi inipun tandas. Kurang sih menurut saia, mau nambah malu 😆
Yah, sekian field report kuliner hari ini. Bisa diagendakan untuk dikunjungi lagi nih bareng keluarga atau temen-temen. Recommended getoo….kayaknya sih baru ada ini yang jualan sop ayam pecok khas Klaten…
Monggo dinikmati gambar ‘eksklusif’-nya.. :mrgreen:

Upgrade Yamaha Mio edisi lawas (part 1)

Proyek upgrade Mio jilid 1 berjalan lancar. Pemasangan behel belakang, meski pakai produk variasi a.k.a imitasi :mrgreen: , bukan orisinal, langsung plek.

tampang asli behel dan cover knalpot


Tidak merubah posisi behel asli, hanya perlu mengganti baut 10 bawaan dengan baut yang lebi panjang. Karena, dudukan pada behel alumunium ini lebih tebal ketimbang behel besi aslinya. Cukup lari ke toko spare-part dekat rumah, modal IDR 2.000 sudah bisa terpasang rapi. Cukup beda ya sama tampang asli sebelum ganti behel??
beda ukuran behel lawas - baru

beda ukuran behel lawas - baru

Kalo cover knalpot, perlu sedikit trik dan tambahan pelat. Karena, dudukan cover knalpot asli, ternyata gak sama dengan cover knalpot yang baru. Siapkan saja pelat buat tambahan dudukan, bor untuk posisi lubang baut, lalu sambungkan dengan dudukan di knalpot.

plat tambahan dudukan coner knalpot versi baru

plat tambahan dudukan coner knalpot versi baru


Hasil akhir pemasangan behel dan cover knalpot kayak gini nih…

Nah, jadi tambah beda ya??? Tunggu saja upgrade selanjutnya…(bersambung)

Rencana upgrade Mio

Melihat tampilan Yamaha Mio punya istri yang setandar banget alias culun, maklum, keluaran 2006 masbro…Mio edisi awal…hasrat upgrade mulai bergejolak :mrgreen:
Gak usah muluk-muluk sih, kayak mau diairbrush atau bikin lowrider…gak fungsional babar blas menurut saia.
Point awal antara lain :
1. Ganti kunci kontak Mio Soul
Kenapa??

Selain aslinya sudah aus, saia pikir perlu penambahan keamanan. Punya Soul Continue reading

Apa sih susahnya pasang papan nama (name tag) ???

Sering banget kita nemuin, entah pas razia atau berpapasan dengan polisi yang mengenakan rompi dinas polisi, biasanya berwarna mencolok dengan scotlight bertuliskan polisi.

Sebenarnya, rompi ini bertujuan selain penambah perlindungan badan (padahal kayaknya tipis lho :mrgreen: ), juga sebagai identitas sebagai aparat.
Sayangnya nih, kok kebanyakan malah gak memasang papan nama ya di bagian rompinya?? Papan nama yang terpasang di seragam dinas pun secara otomatis juga tertutup rompi yang melapisi. Trus, gimana cara kita tahu identitas petugas yang bersangkutan yah?

Memang ada sih, yang tetap pakai papan nama di rompi, tapi kalo dirata-rata, lebih banyak yang gak pasang deh :mrgreen:
Lantas, apa dong maksudnya? Kan, papan nama fungsinya sebagai identitas petugas…
Padahal, kalo terpasang, fungsinya banyak lho. Misal ada kejadian, menolong korban penjambretan. Nah, si korban karena ditolong, mengucapkan terima kasih. Karena tahu nama sang petugas, yah jadi dipublikasikan deh, lewat koran. Naik deh imej kepolisian dan juga pribadi sang petugas. Sukur-sukur ada bingkisan meluncur ke kantor…
Tapi juga bisa berbalik lho. Misal kayak kasus suap/titip tilang yang heboh beberapa waktu lalu, jadi tahu deh nama petugas yang nakal dan perlu dijewer itu :mrgreen:

gambar : berbagai sumber

Kendaraan bernopol luar propinsi wajib mutasi masuk

Mungkin masih banyak yang belum tahu, termasuk saia :mrgreen:
Ternyata, untuk kendaraan luar propinsi, yang masuk ke Jatim, maksimal 90 hari sudah harus mutasi masuk alias jadi plat Jatim.
UU-nya sudah lama sebenarnya, tahun 2009 sedang Perda-nya tahun 2010.
UU No 22/2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan serta Perda (Jatim) no 9/2010.

Pasal 71 UU No 22/2009
Ayat 1.
Pemilik kendaraan bermotor wajib melaporkan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia jika:
a. Bukti registrasi hilang atau rusak;
b. Spesifikasi teknis dan/atau fungsi Kendaraan Bermotor diubah;
c. Kepemilikan Kendaraan Bermotor beralih; atau
d. Kendaraan Bermotor digunakan secara terus-menerus lebih dari 3 (tiga) bulan di luar wilayah Kendaraan Bermotor diregistrasi
Ayat 3
Pelaporan Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf (d) disampaikan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia di tempat Kendaraan Bermotor tersebut terakhir dioperasikan

Dinyatakan oleh UU tersebut, kendaraan yang beroperasi selama 90 hari berturut-turut di daerah yang berbeda dari daerah asal registrasinya harus melapor ke samsat terdekat (daerah operasi).
Nah, Perda No 9/2010 tentang Pajak Daerah, mewajibkan pemilik kendaraan luar propinsi, maksimal 90 hari setelah melaporkan kendaraan luar propinsi-nya (KLP) wajib memutasi masuk kendaraan tersebut.

Beberapa waktu lalu, pihak Polda Jatim dan dinas terkait, melakukan ujicoba razia kendaraan luar propinsi (KLP). Hasilnya, memang didapati banyak KLP yang beroperasi di Jatim meski plat asal dari luar Jatim. Gak satu dua masbro, tapi banyak. Dari ujicoba razia selama 1 jam, bisa didapat angka lebih dari 20 unit. Kejadian ini diangap merugikan karena mempergunakan jalan milik pemda tempat beroperasi, tapi membayar pajak di pemda asal.
Mungkin, yang bikin repot adalah pemilik kendaraan, tidak seterusnya tinggal di Jatim, misal mahasiswa dari luar. Begitu masa studi mereka selesai, ya otomatis mereka balik ke daerah asal, beserta kendaraanya.
Kalo ‘dipaksa’ harus mutasi masuk Jatim, ruwet juga lha wong KTP mereka jelas domisili luar Jatim, kecuali yang memang sudah pindah ke Jatim (menetap) dan berKTP Jatim.
Alasan pihak Kepolisian dan Pemda, supaya perolehan pajak sesuai dengan pemanfaatan, serta tidak ‘merepotkan’ si pemilik, karena tiap tahun harus balik ke daerah asal untuk bayar pajak, yang akhirnya menghasilkan sistem ‘tembak’ untuk pengurusan pembayaran pajak, perpanjangan STNK dan ganti plat nopol. Kayak mas Aziz disini..

Yah, perlu lebih banyak sosialisasi dan juga solusi untuk penduduk tidak tetap kayak pekerja musiman dan mahasiswa.
Bagaimana pendapat masbro sekalian??

Jorge Lorenzo belom punya SIM motor….

Dilansir motogp.com 7 Februari 2012 disini, bahwa si Lorenzo hingga sekarang masih belum mempunyai SIM motor, SIM C kalo disini barangkali.

free practice...lagi mengitari kun

free practice...lagi mengitari kun


Dia sedang mengikuti kursus (ada ya kursus riding motor?? :mrgreen: ) dengan menggunakan Yamaha YBR 250, dengan seorang instruktur.
bareng sang instruktur
Kalo ujian teori sih katanya sudah lulus, tinggal ujian praktek-nya. Yah, semoga lulus aja ya…tahu sendiri, di luar negeri sono, pengawasan untuk dapat SIM sangat sangat ketat. Gak kayak disini…UUD 😆
Salut buat instruktur-nya Lorenzo..satu-satunya orang yang memerintahkan jalan pelan pas naik motor :mrgreen:

sumber : motogp.com
gambar : motogp.com