Konsep modifikasi retro modern Yamaha XSR 155 dari ladies biker

Pagi masbro..

Nggak hanya menawarkan sensasi riding yang berkarakter khas dan percaya diri, Yamaha XSR 155 juga berhasil mendapatkan tempat dan tampil menjadi lifestyle item bagi para pecinta motor sport heritage masa kini. Manifestasi tersebut dapat ditemukan dari maraknya kultur modifikasi yang banyak dikreasikan oleh para pengguna maupun modifikator dalam spirit “Born To Be Free”

Keseruan cerita tentang kreativitas modifikasi pengguna Yamaha XSR 155 kali ini datang dari seorang ladies bikers dan adventurer bernama Suherti atau akrab disapa Ntie Chan. Selain dikenal luas lewat konten touring dan jelajah Indonesia di media sosial, kecintaan Ntie Chan pada dunia otomotif roda dua pun juga ditunjukkan dengan karya modifikasinya yang mencerminkan karakternya sebagai seorang adventure.

“Sejak pertemuan pertama saya dengan Yamaha XSR 155 pada tahun 2023, saya langsung jatuh hati dengan desain sport heritagenya yang cakep banget, dan tentunya motor ini punya performa mesin yang agresif yang cocok banget untuk touring. Berhubung karena saya seorang adventure, hobi touring, dan berkomunitas, saya pun akhirnya punya keinginan untuk terjun ke dunia modifikasi supaya touring saya makin nyaman. Saya pun pelan-pelan mulai dalami dunia modifikasi dengan ngobrol sama teman komunitas maupun mencari referensi sendiri. Prosesnya pun gak langsung. Saya memodifikasi XSR saya secara bertahap sesuai dengan kebutuhan touring & adventure. Akhirnya, setelah 3 tahun berjalan bersama motor ini, lahirlah karakter modifikasi yang dikenal sekarang oleh para followers saya sebagai Jubei Yagyu,” ujarnya.  

Hadir dengan konsep Bolt-On Modification yang disesuaikan dengan kebutuhan Ntie Chan untuk touring, modifikasi Yamaha XSR 155 miliknya pun meng-highlight banyak sekali keunikan yang tertuang pada motor yang diberi nama Jubei Yagyuu, nama yang terinspirasi dari seorang samurai yang hidup di periode Edo. Pilihan yang cocok, konsep bolt on memang relatif simpel dan nggak menguras banyak waktu

Sentuhan yang paling mencolok dari modifikasi Ntie Chan terletak pada bagian livery motornya. Tampil dengan warna dominan hitam, Ntie Chan memberikan sentuhan manis pada bagian tangki motornya dengan tema livery YZF-R1 60th Anniversary Edition berwarna kuning mustard lengkap dengan aksen grafis speed block berwarna hitamnya yang khas dan ikonik, layaknya motor balap legendaris Yamaha.

Selain livery, Ntie Chan juga memberikan beberapa sentuhan part pada bagian mesinnya yang semakin menambah estetika sekaligus keandalan berkendara bersama motornya, mulai dari penggunaan selang radiator dengan warna biru terang dari Vietnam Parts, selang tabung, tabung, tutup oli dari WR3, selang rem dari Hell, sekaligus pengendalian yang dimaksimalkan dari handlebar dari RZR.

Gubahan yang juga cukup menyita perhatian pada modifikasi Yamaha XSR 155 Ntie Chan, dapat ditemukan dari penggunaan berbagai sparepart kelas premium pada bagian kaki-kaki motornya. Pada bagian pengereman misalnya, Ntie Chan sudah menggunakan caliper dari Brembo pada bagian depan dan belakang, sekaligus diperkuat dengan penggunaan disc brake WR3 320mm full floating untuk pengereman depan, sekaligus disc brake dari TDR lengkap dengan push rod master brake untuk pengereman belakang.

Meski tidak mengubah aspek dapur pacu dalam modifikasinya, namun Ntie Chan juga tidak ketinggalan memberikan sentuhan sporty & racy yang ikut meningkatkan tampilan serta kenyamanannya dalam berkendara, khususnya pada bagian kinetik pada motor, mulai dari rantai menggunakan RK Chain 480 Klo Black-Gold, gear set belakang dari WR3, serta ban depan belakang dari Maxxis.

Modifikasi Yamaha XSR 155 Ntie Chan pun juga dipercantik dengan berbagai tambahan aksesoris aftermarket mewah di setiap sisinya. Untuk baut, Ntie Chan menggunakan baut-baut titanium dari WR3, spion dari Rizoma, frame slider dari WR3, lampu depan biled dari AES Turbo RGB, handling kopling dari Accosato, handling rem depan dari RCB S1, footstep dari Underbound Bpro, serta semakin dipercantik juga dengan muffler dari Tridente F20 by 3tech Racing Evolution.

“Sejak kehadiran, Yamaha XSR 155 menjadi pilihan yang menarik bagi para peminat motor sport disegmen neo retro dan heritage. Tidak hanya tampilan dan performanya, Yamaha XSR 155 pun turut menumbuhkan kultur dan skena modifikasi di kalangan para penggunanya. Tidak hanya laki-laki, namun para ladies pun juga banyak yang menjadi pengguna sekaligus memodifikasi motor mereka. Keunikan ini membuktikan bahwa Yamaha XSR 155 tidak hanya sekadar tampil sebagai sepeda motor, namun juga dapat menyediakan ruang kreasi yang universal dalam mengajak para penggunanya untuk mengeksplorasi jati diri mereka yang diterjemahkan ke dalam skena modifikasi sebebas mungkin dalam semangat “Born To Be Free,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Yamaha XSR 155 sendiri menghadirkan pengalaman berkendara yang menyenangkan dengan desain sport heritage ikonik, dilengkapi tangki bergaya drip-shaped, jok single seat timeless, lampu LED, dan speedometer full LCD bergaya retro. Motor ini menggunakan suspensi Upside Down (USD) serta ban dual purpose berukuran 110/70 depan dan 140/70 belakang untuk meningkatkan kenyamanan dan handling. Di sektor performa, XSR 155 dibekali mesin 155cc SOHC berpendingin cairan dengan teknologi Fuel Injection dan VVA yang mampu menghasilkan tenaga 14,2 kW pada 10.000 rpm serta torsi 14,7 Nm pada 8.500 rpm. Fitur Assist & Slipper Clutch turut hadir untuk membuat pengoperasian kopling lebih ringan dan perpindahan gigi lebih halus. Kombinasi desain, kenyamanan, dan performa membuat XSR 155 cocok untuk berbagai kebutuhan berkendara

Semoga menginspirasi

Leave a comment