Mitos-mitos jaman dulu tentang sepeda motor

Pagi masbro..

Sebagai pemilik motor jaman now, pasti kenal dengan beberapa istilah dan cerita tentang motor jaman dulu, yang kadang, masih juga dibawa-bawa sekarang ini.

Ada beberapa nih, beberapa hal yang bisa dibilang mitos tentang motor jaman dulu, yang sebenarnya, sudah nggak relevan dengan jaman sekarang. Ya, karena perkembangan teknologi yang makin menyempurnakan produk sepeda motor yang kita pakai era sekarang ini. Apa aja?

1. Selama break-in (inreyen) motor nggak boleh dikendarai dengan kecepatan tinggi

Motor yang baru datang dari dealer biasanya, memang masih harus melalui proses inreyen. Dalam proses ini part yang masih baru akan dibiasakan untuk bergesekan satu sama lain agar komponen di dalamnya bisa sinkron dan saling menyesuaikan. Proses ini harus dilakukan secara benar sehingga tidak ada part yang kalah dan akibatnya mesin cepat aus.

Tapi bukan berarti enggak boleh kencang lho. Beberapa teknisi motor malah menganjurkan untuk berkendara agak kencang agar kendaraan terbiasa. Akan tetapi pengendara tak boleh menggeber gas secara spontan saat proses inreyen.

Hal itu dikarenakan bukaan gas secara spontan dikhawatirkan membuat mesin mendapat tekanan secara tiba-tiba dan mendadak.  Walhasil, banyak part yang akhirnya aus karena belum terbiasa dan belum saling menyesuaikan.

Idealnya, silakan saja memacu dengan kecepatan agak tinggi dengan syarat, dilakukan secara bertahap. Maksudnya, perpindahan gigi perseneling, kenaikan putaran mesin, bertahap dan tidak  dilakukan secara kasar dan terburu-buru.

2. Jangan parkir motor dengan standar samping, mesin susah hidup

Hal ini sudah nyaris nggak berlaku untuk motor jaman sekarang. Motor lansiran lawas, sistem pasokan bahan bakar masih menggunakan karburator, yang mana sering bermasalah dengan kupu-kupu pelampungnya. Bila kondisi karburator sudah kurang bagus, sering parkir miring dengan standar samping, akan membuat bensin menumpuk di mangkuk karburator. Walhasil, karburator banjir dan mesin motor sulit dihidupkan.

Lha jaman sekarang, nyaris semua motor sudah aplikasi sistem injeksi elektronik, yang nggak lagi terpengaruh dengan gravitasi. Mau miring, mau tegak, nggak pengaruh dengan pasokan bahan bakar. Kecuali roboh, ada sistem motor yang memutuskan kelistrikan seperti angle lean sensor.

3. Motor skutik nggak boleh didorong dalam keadaan mesin mati

Mitos ini sudah pasti tak benar. Tidak ada hubungan sama sekali, kalau mesin bakal cepat rusak kala skutik kesayangan didorong dalam kondisi mesin mati. Tak akan ada masalah ketika mendorong motor matik saat mesinnya mati, karena yang bergerak adalah poros roda.

4. Matikan motor harus digas dulu

Pernah ketemu dengan orang, yang kalau hendak mematikan sepeda motornya mesti dibleyer atau digas dulu beberapa kali? Kalau kendaraannya motor keluaran tahun 70 – 90an, hal ini mungkin masih dibenarkan. Karena pada saat itu pengisian aki masih belum maksimal, sehingga saat mesin digas dengan putaran tinggi, sistem pengisian akan bekerja maksimal sehingga aki tidak gampang tekor atau kekurangan daya.

Namun, teknologi masa kini, sudah mengalami banyak kesempurnaan. Banyak perangkat elektronik, yang mampu memaksimalkan kerja spul pengisian dari magnet ke aki yang jaman dulu belum ada. Sistem elektronik motor kini lebih lengkap, sehingga kondisi kelistrikan lebih baik dan teratur.

5. Memanaskan motor harus lama, minimal 15 menit

Sistem pelumasan mesin sepeda motor era lama, meski sudah ada menggunakan pompa oli, namun cara kerjanya masih lambat. Makanya, perlu waktu agak lama, hingga mesin agak panas, barulah oli mesin bisa bersirkulasi dengan baik. Ingat kan idiom, kalau mesin panas malah lebih terasa bertenaga motornya?

Manasin motor saat ini enggak perlu lama – lama. Motor hanya perlu untuk dipanaskan sekitar 2 menit saja agar oli motor naik dan bersirkulasi melumasi mesin. Selain kinerja pompa oli yang lebih baik dan cepat, oli yang dipakai motor keluaran baru, rata-rata punya viskositas rendah alias lebih encer. Oli encer ini, lebih mudah bersirkulasi dan menyusup serta melumasi semua celah dalam mesin dengan lebih cepat dan merata.

6. Electric starter pagi hari bikin aki tekor

Menggunakan electric starter sebenarnya diperbolehkan. Namun jika motor adalah keluaran 2000-an ke bawah, aki motor memang akan cepat tekor jika dipakai menyalakan motor pada pagi hari. Terlebih lagi di era itu motor tidak menggunakan sistem injeksi. Penyebabnya, sistem kelistrikan masih kurang sempurna, baik sistem pengisian maupun distribusi pemakaian daya listrik pada perangkat kelistrikan motor.

Namun, motor jaman sekarang yang hampir seluruhnya sudah memakai sistem injeksi, punya sistem kelistrikan yang jauh lebih bagus dan tertata secara efisien. Sudah dihitung benar, kemampuan penyimpanan aki dan penggunaan daya seperti elektrik starter dan lampu-lampu. Pun, sistem dinamo starter motor sekarang punya desain yang minim gesekan sehingga tidak membutuhkan daya listrik sebesar dinamo starter jaman dulu sehingga lebih hemat daya dan aki tidak mudah tekor dengan pemakaian normal.

Itulah beberapa mitos tentang motor jamah baheula yang masih sering terdengan jaman sekarang. Ada lagi yang belum tercantum? Yuk, tambahkan di kolom komentar ya masbro dan mbaksis

Semoga berguna

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s