Touring dengan Honda PCX 150 melintasi Bali, ajibbb

Pagi masbro..

Melanjutkan cerita gathering dan touring blogger – vlogger Jawa Timur yang sudah menginjakkan kaki di pulau Dewata. Setelah hari pertama mendarat selamat, dilanjut destinasi main air di Nusa Dua serta ke Uluwatu menikmati sunset, hari kedua, nah ini, rombongan diajak touring beneran.

Kan memang ada embel-embel touring, jadi ya menuju destinasi selanjutnya pakai motor. Ada 14 unit Honda PCX 150 beragam warna, yang siap diajak mengaspal. Dalam hati mbatin sih, seandainya ada Honda ADV yang kemarin juga dipakai touring rombongan blogger dan vlogger kondang nusantara, pasyi ajib nih. Sayang, mimpi tinggallah mimpi šŸ˜†

Karena datang rada awal, saia jadi bebas milih unit nih. Honda PCX hitamĀ glossy yang kayaknya, keluaran termuda dibanding lainnya. Lha nopolnya baru bulan Juni 2019 lalu, hehehehe. Masih kinyis-kinyis. Persiapkan riding gear yang simpel yaitu jaket, helm dan glove. Yup, karena judulnya fun, jadi ya santai saja menikmati perjalanan.

Rute pertama adalah menuju Tanah Lot. Meliuk-liuk di jalanan Bali, yang terbilang rada minim lubang. macet di kota Denpasar, namun mulai keluar kota, bisa dibilang lancar. Melintasi perkampungan, persawahan, beuh…seger dan adem bener. Dipake nikung meski nggak miring banget, PCX 150 nurut banget. Posisi berkendaranya memang ajib, jempolan dan nyaman. Apalagi untuk postur semacam saia di angka 180 cm-an, pas.

Tak terasa, pintu masuk di Tanah Lot sudah didepan mata. Usai membeli tiket, kami bergerak masuk menuju pura. Sayang seribu sayang, air pasang sedang tiba, walhasil, nggak bisa menyeberang ke pura. Ya sudah, menikmati pemandangan dari jauh saja deh, sambil cuci mata :mrgreen:

Nggak lama disitu, kami bergerak kembali menyusuri jalan. Tujuannya, ya bengkel buat mengisi perut. Rada jauh memang tempatnya, yang memakan waktu hampir 1,5 jam. Lagi-lagi melintasi persawahan dan jalan penuh tikungan di kawasan kabupaten Gianyar, Bali. Begitu sampai dan masuk ke lokasi, busyet….

Dentuman musik rancak dari DJ seolah menyambut kami di D’Tukad River. Nun dibawah sana, pemandangan sungai dan diakhiri air terjun memiriskan hati. Gimana nggak, tempat makannya memicu adrenali. Tinggi, dengan pemandangan air terjun di bawah. Bukan main tempat ini memang, baru pertama kali beginian..

Bayangkan, makan siang sambil nonton air terjun, plus suguhan house music yang berdentum, po ra penak tenan? Dengan hidangan andalan tempat ini berupa olahan ikan dengan aneka sambal khas Bali

Usai menikmati pemandangan dan makan siang yang nikmat,Ā  perjalanan lanjut. Kali ini, destinasi adalah kota Denpasar. Kami meluncurĀ  menuju dealer Wing Astra Motor di Jl Teuku Umar. Disini, kita adakan kopdargab dengan BaliMotoBlog, yang punya angota beberapa blogger dan vlogger di area Bali yang ternyata sudah menunggu. Ada mas Joko admin motoblast.org, mas Johan, serta beberapa vlogger Bali yang saia lupa namanya. Maapkeun, baru ketemu pertama kali soalnya

Ngobrol gayeng, saling sharing wilayah masing-masing, karena beda asal pasti beda cerita. Difasilitasi Astra Motor, yang sudi “menampung” kami para perusuh yang datang sore-sore, pas libur pula. Ada pula 2 biji Honda genio yang siap diulik-ulik disini, meski nggak bisa jajal jalan seperti di Sidoarjo sebelumnya.

Waktu seakan cepat berlalu, hari semakin gelap meski hasrat ngobrol maish menyala-nyala. Tak ingin kemalaman di jalan, dan menguber keinginan melintasi jalur Tol Bali Mandara di saat cuaca maish rada terang, kami pamit. Rombongan, dibantuĀ sweeper dari vlogger Bali, matur suksma ya bli, meluncur menuju Jimbaran, melewati Tol Bali Mandara.

Setelah melewati gerbang tol, kami berhenti sejenak menata barisan supaya rapi dan nggak mengganggu pengguna jalan lain, meski pemotor lain terbilang sepi saat itu. Nyaris nggak ada motor lain yang melintasi. Akhirnya, saia melintasi ini tol untuk kali kedua, setelah tahun lalu sempat melintas dengan motor saat sowan ke rumah juraganĀ motoblast.org.

Jalur masih sama, berlandas beton laiknya jalan tol. Khusus motor, dibuatkan lajur tersendiri di sisi kiri yang dibatasi sekat pemisah dinding beton. Semua menikmati perjalanan yang hanya memakan waktu beberapa menit saja.

Tujuan terakhir di hari kedua ini, adalah tempat makan malam di Formosa resto. Bernuansa rada-rada tiongkok, banyak kejadian seru disini. Terutama, saat rombongan kami duduk dalam satu meja gede, yang ternyata dilengkapi meja khusus makanan yang berputar. Yak, yang kayak di film-flm itu lho. Ndeso? Iya, saia memang belum pernah ke tempat makan kayak gini soalnya, hehehehe. Dan yang bikin seru dan bahan guyonan, adalah soal makanan yang jadinya seperti keberuntungan buat yang muter. dipuatr macam lotre, kalo yang pas berhenti didepannya nasi, diputar lagi, eh, nais lagi, ya alhasil dapat nbasi dobel dan bila apes berlanjut, lauk tinggal remah-remah karena diembat teman yang jahil, hehehehehe

Guyonan saja kok, yang jelas, kami rombongan makan dengan nikmat tanpa ada kekurangan. tandas beragam menu yangĀ  terhidang, tanpa sisa kecuali duri ikan saja. Usai kenyang, netah mengapa, mata ini seolah enggan melek. Maunya terpejam saja, dan singkat, kami berombongan kembali menyusuri jalan, menuju tempat menginap, yang masih di The Alea, Seminyak , Bali.

Semoga kepingin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s