Lampu rotator, yang dulu tenar dan digusur strobo

Pagi masbro..

Pasti sudah nggak asing dengan istilah judul diatas. Lampu rotator, lampu strobo dan sejenisnya. Lampu yang sebetulnya, khusus diperuntukkan bagi kendaraan tertentu yang punya maksud dan tujuan sebagai sinyal dan tanda khusus.

Kali ini nggak bahas kendaraan yang halal atau haram pakai lampu rotator atau strobo, tapi lebih ke operasionalnya. Yups, nama lampu rotator merupakan nama resmi berdasar dari sistem lampu sinyal ini. Sistemnya, sederhana banget. Yaitu memakai reflektor alias pemantul semacam cermin yang berbentuk cekung.

Si reflektor yang umumnya berbentuk lingkaran cekung ini, bergerak dengan memutar pada poros, mengelilingi sebuah sumber cahaya yaitu bohlam lampu. Gerakan memutar reflektor ini yang menjadi alasan nama ‘rotator’, dengan memanfaatkan putaran dari motor listrik kecil/dinamo. Hasil dari pantulan reflektor yang berputar-putar itu menghasilkan efek lampu semacam berkedip-kedip ke semua arah alias 360 derajat.

Saat tersorot pantulan reflektor, sinar lampu akan menjadi sangat terang karena sifat reflektor yang mengumpulkan cahaya. Sementara, dibaliknya, yaitu punggung reflektor, justru sebaliknya, gelap. Karena putaran yang cukup cepat, perpindahan fokus cahaya lampu tersebut akan menimbulkan efek semacam berkedip yang jelas menarik perhatian. Memang itu tujuan dari lampu rotator, sebagai sinyal menarik perhatian

Seiring bergesernya teknologi, lampu pijar alias bohlam mulai digantikan dengan LED (light emitting diode). Lampu yang setara, bahkan generasi terbaru melebihi terangnya bohlam pijar biasa. Masih pula punay keunggulan yaitu hemat daya dan umur pakai lebih lama. SI LED ini, juga ‘menyerang’ ke lampu rotator. Walhasil, sebagai awal, lampu LED menggantikan bohlam di tengah rotator, namun masih dilengkapi dengan reflektor yang berputar.

Teknologi LED yang berbasis menggunakan arus searah DC, ternyata lebih mudah dioprek alias diutak-atik. Dengan memanfaatkan rangkaian tertentu, sangat mudah membuat lampu LED jadi berkedip. Paling gampang ya berkedip bergantian ala flip-flop. Pasti paham kan? Terutama generasi tahun 90an 😆

Makin laju, ketika aplikasi chip dan mikrokontroler, dengan mudah diaplikasi pada jajaran LED.  Alhasil, periode kedipan, waktu kedip hingga kombinasi kedipan, bisa dengan mudah diterapkan pada lampu yang kini dinamakan lampu strobo. Ini yang sekarang sering disebut mode pada strobo, yaitu beberapa kombinasi nyala lampu berkedip. Entah berkedip berbarengan, bergantian, 2x bergantian dan banyak lagi jenis mode strobo lainnya. Yang jelas, membuat lampu strobo makin aktif dan menarik perhatian.

Nah, gamblang kan kerjanya si lampu kedip genit ini?? Ingat ya, pengguna lampu strobo, terutama kelir biru adalah pihak kepolisian dan aparat. Lalu, strobo merah, adalah kendaraan ambulans serta petugas PMK. Sedangkan strobo warna kuning, adalah kendaraan darurat atau berpotensi darurat semacam kendaraan berat, kendaraan operasional jalan tol dan kendaraan di pertambangan.

Semoga berguna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s