Ketemu langsung Yamaha FreeGo pertama di Malang

Pagi masbro..

Akhir pekan lalu, akhirnya saia ketemu langsung dengan skutik terbaru Yamaha. Adalah FreeGo, skutik yang baru saja dirilis dan diperkenalkan publik sebagai amazing matic. Kalau blogger ibukota sudah lebih dulu tahu dan bahkan mencicipi langsung nih skutik, saia sementara cukup puas ketemu dan pegang saja 😆 Lha itu motor yang saia temui di dealer Yamaha Anugerah Motor Malang, bukan unit testride, gak bisa dong dijajal, hehehehe

Nih skutik, ternyata nggak seimut gambarnya. Saat lihat foto dan gambar, bayangan saia, kira-kira seukuran Mio dan sejenisnya. Ternyata nggak. Lebih gede dan montok, berisi maksudnya. Lebih gede ketimbang Mio series, tapi sedikit lebih kecil dibanding Yamaha Lexi.

Dibekali mesin 125cc berpendingin udara (dan kipas) , cukupanlah untuk sebuah skutik yang dipakai komuter. Sementara belum jajal nunggang, ulas deh fiturnya. Unggulan si FreeGo adalah praktis saat isi BBM. Pengendara nggak perlu ribet buka jok dan buka (lagi) tutup tangki. Cukup tekan tombol ‘fuel’ yang ada disamping kunci kontak. Ctek….tutup tangki bahan bakar yang posisinya di dek sebelah kiri bawah setang, akan terbuka. Weh, praktis nih. Nggak ribet sama sekali ya

Lubang pengisian bahan bakar ini, tersambung ke tangki penampung BBM yang letaknya unik. Yaitu tersembunyi di bawah dek pijakan kaki. Dihubungkan dengan selang pengalir bahan bakar, selanjutnya, ada pompa injeksi, yang bertugas menyedot BBM menuju injektor. Aman gak nih? Tenang, sudah didesain sedemikian rupa letak tangki FreeGo ini, termasuk penguat dudukan serta pelindug si tangki logam ini. Ada logam pelapis tangki juga dibagian bawah, sebelum ditutup dengan cover dek.

Sementara, disisi dek sebelah kanan, persis diatas kunci kontak, ada sebuah colokan, eh, power output DC. Nih solokan, siap diisi charger mobile untuk mengisi daya gadget pengendara. Sayang nih, nggak ketemu tempat untuk meletakkan gadget yang sedang diisi dayanya.

Diatas tombol “fuel” ada tombol “seat”. Seperti biasa, ini untuk membuka jok motor. Saat terbuka, terhampar deh pemandangan luas. Yups, bagasi dengan volume sekitar 25 liter, siap diisi barang pengendara. Sebuah helm fullface mampu ditelan nih bagasi gede. Kalau nggak salah, lebih gede dari bagasi NMax yang 24 liter. Selain helm, masih lapang kok diisi beberapa barang lain. Sayang nggak nyoba masukkan barang-barang lain, nggak sempat sih

Roda FreeGo punya diameter mungil, 12 inchi. Velg hitam berpalang 5 ini disesaki ban yang lumayan gede, yaitu ukuran 100/90-12 didepan, sementara belakang punya ukuran 110/90-12. Kayak donat ya, penuh. Mengingat perbandingannya 90 sih, bukan 80 atau 70 yang rada ceper gitu.

Penerangan, lampu depan FreeGo sudah gunakan LED. Sementara, lampu senja , lampu belakang dan lampu sein masih andalkan bohlam pijar. Fitur lampu hazard juga sudah terpasang dengan tombol di setang sisi kanan

Sementara panel dasbor, sudah bertampilan digital sepenuhnya. Indikator yang hadir antara lain penunjuk kecepatan, tripmeter, odometer, indikator BBM, indikator ECO riding, dan ada indikator voltase aki. Lampu-lampu indikator yaitu hi/lo , sein dan lampu indikator sistem injeksi

Sistem starter sudah nggak ada lagi bunyi cekikik dari motor starter. Maklum, motor jaman now, lebih silent, tahu-tahu sudah menyala halus mesinnya, berkat penggunaan soft start system. Oh iya, FreeGo yang saia temukan ini, adalah varian standart. Jadi, nggak bakal ketemu yang namanya keyless system dan rem ABS ya…

Untuk posisi riding, sempat jajal ditunggangi oleh 2 mbak staf dealer yang punya spek berbeda. Satu bertinggi 160 cm, sementara satunya mengaku 153 cm. Hasilnya??

Pemilik tinggi badan 160 cm, bisa dengan mudah menapakkan kaki ke lantai tanpa kesulitan saat menahan motor. Sementara yang lebih pendek, masih perlu sedikit berjinjit. Tapi, menurut mereka, overall FreeGo yang punya berat 100 kg, nggak kesulitan sama sekali. Kalau untuk spek saia, yang punya kelebiha tinggi badan 183 cm, jelas sisa, menekuk kala berhenti dan saat kedua kaki naik di dek, masih lega kok. Dengkul alias lutut saia, nggak mentok ke dek, sementara posisi duduk biasa saja di jok, nggak kelewat mundur.

Oke, sekian artikel perjumpaan saia dengan Yamaha FreeGo di Malang. Semoga lain kali bisa jajal langsung berkendara. Semoga berguna

Advertisements

5 comments on “Ketemu langsung Yamaha FreeGo pertama di Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s