Hangat, wacana pelarangan siswa bermotor ke sekolah

Beberapa waktu lalu, digelar diskusi terbuka, di kota Malang. Topiknya, masih seputar lalu lintas dan keselamatan di jalan raya. Diskusi ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah, perwakilan paguyuban orang tua murid, MKKS Kota Malang, serta dari pihak Kepolisian, dalam hal ini Polres Malang Kota yang menghadirkan Kasatlantas AKP David Prasojo.

no-parking1Diskusi ini, bertajuk ide ” No Parking for Student”  membahas tentang fenomena pelajar, baik SMU/SMK maupun sekarang yang sudah merambah ke SMP, yang kebanyakan sudah naik motor sendiri saat ke sekolah. Beberapa sekolah, sebenarnya sudah menerapkan peraturan, bahwa siswa, dilarang membawa kendaraan bermotor apapun ke sekolah.

Sayangnya, berbagai fakta kemudian mengemuka. Antara lain : susahnya transportasi saat siswa berangkat dan pulang sekolah, efisiensi waktu, hingga soal ekonomi, yaitu soal perut. Walah…kok melebar? Iya masbro, karena ini ternyata juga salah satu dampak sosialnya.

Orang tua, dengan kesadaran penuh, membolehkan anaknya membawa kendaraan bermotor ke sekolah, bukan untuk gengsi-gengsian. Alasannya, karena efisiensi waktu, serta memudahkan anak menjalankan aktifitasnya. Selain karena angkutan umum yang masih “kurang bersahabat” , juga agar orang tua yang bekerja tidak kerepotan antar-jemput anaknya sekolah. Memang sih, ada beberapa bus sekolah yang disediakan oleh Pemerintah Kota Malang, tetapi jumlah armada, kapasitas dan terbatasnya jalur yang akan dilewati juga menjadi kendala.

Adanya peraturan di beberapa sekolah, yang melarang siswa berkendara motor, justru disiasati, entah siapa yang memulai, dengan “tersedianya” parkiran di lokasi dekat sekolah. Seperti di tempat lapang, serta di halaman rumah penduduk/warga sekitar sekolah. Sudah menjadi salah satu mata pencaharian rupanya. Jadi lebih meluas kan efeknya?no-parking3Sempat ada argumen dari perwakilan siswa, catet, bukan perwakilan orang tua atau guru lho ya. Argumennya, kalau memang akan diterapkan, sedikit “diperlunak” dengan melarang siswa yang tidak punya SIM saja, kalau yang sudah punya SIM, ya dibolehkan. Nah, argumen ini langsung ‘dimentahkan’ oleh Kasatlantas. Kalau dibuat semacam itu, bakal ada gap alias pemisahan, antara kelompok yang sudah punya SIM dan bisa bawa kendaraan bermotor ke sekolah, dan yang tidak. Ujungnya, sangat bisa jadi muncul semacam geng…wah. Bener juga nih pak Kasatlantas, nanti malah memicu kedengkian sosial, halaah…opo maneh iki :mrgreen:

Dengan adanya misi ‘No Parking for Student’ ini, diharapkan, selain resiko terjadinya kecelakaan pelajar di jalan bisa ditekan, juga meminimalkan terjadinya jarak atau gap antar siswa. Ya, kayak jaman dulu, siswa pake seragam sama, sepatu yang hampir sama, ke sekolah pun sama, tak ada yang ‘njomplang’ , datang dengan kendaraan bermotor pribadi. Ingat jaman saia sekolah dulu, yang bawa sepeda motor ke SMA (jaman dulu bukan SMU lho), waaah, dah top banget. Lha wong bisa dihitung pake jari tangan. Saia? Cukup angkot saja. Eh, malah curcol :mrgreen:

Kembali ke bahasan. Sayangnya, meskipun akhirnya, ide ini sudah didukung oleh pihak sekolah, termasuk MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), karena belum adanya kelanjutan dengan payung hukum yang jelas dan sosialisasi ke masyarakat serta wali murid, program ini terancam tidak berjalan. Masih dibutuhkan kerjasama semua elemen, termasuk Pemerintah, yang diharapkan mampu memebrikan infrastruktur yang lebih memadai, sehingga mampu mengalihkan pilihan, dari membawa kendaraan sendiri, atau alternatif lain, entah bis sekolah atau angkutan lain. Kalau sudah ada payung hukum berupa Perwal/Perda, juga aksi lanjutan Pemda terkait, niscaya, pemahaman kepada masyarakat, terutama wali murid, bakal lebih mudah dan bisa tepat guna.

img_20160502_095347

Semoga berguna..

Advertisements

9 comments on “Hangat, wacana pelarangan siswa bermotor ke sekolah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s