Mencicipi rujak legendaris, Rujak Tenes Malang

Untuk penikmat kuliner di Jawa Timur, menu rujak sudah tidak asing lagi. Makanan, dengan bumbu kacang diulek bersama petis ini, sangat mudah dijumpai, baik di daerah perkotaan, ataupun pinggiran. Malah dekat rumah saja ada 3 warung rujak, hehehe. Rujak petis, itu yang biasa dipakai istilah orang untuk membedakan dengan ruak buah/rujak manis. Karena, dalma bumbunya, meskipun sama-sama bersaus kacang, tapi menggunakan petis udang kalau rujak petis. Rujak petis sendiri, umumnya ada 2 versi, yaitu rujak cingur dan rujak kikil. Cingur, adalah bagian hidung/moncong sapi, sedangkan kikil, merupakan bagian dari kulit dan kaki sapi.

Kali ini, saia mau berbagi tentang salah satu rujak legendaris di kota Malang. Rujak Tenes, atau Rujak Tenis. Walah, apaan lagi ini? Aneh bener namanya? Sebenarnya sih, penamaan adalah salah satu trik pedagang untuk membuat ciri khas dagangannya. Nah, kemarin, saia berkesempatan memenuhi rasa penasaran akan tenarnya nama Rujak Tenes ini.

rujak tenes4

Sebelumnya, dapat info kalau warung rujak ini sempat buka di daerah Pasar Oro-oro Dowo. Saat pasar direnovasi, terpaksa memakai bangunan semi permanen di seputar Pasar. Belum sempat kesana, eh, malah pas berangkat kerja, ketemu banner Rujak Tenes di Jl Semeru, dekat tempat kerja. Ingat saia sih, bangunan itu dulu sempat dipakai tok dan wartel. Akhirnya, siang kemarin coba mampir. Kebetulan saat sepi pengunjung. Ruangan yang cukup luas dan bersih, dengan 3 meja dan kursi lengkap. Di salah satu sudut ruangan, terlihat setandan pisang batu. Pisang batu? Mungkin, kalau istilah lain, pisang kluthuk. Iya, ini merupakan salah satu bahan penting untuk campuran bumbu rujak petis.

rujaktenes6Seorang ibu, yang standby di belakang meja dengan cobek besar menyapa ramah. “Ngersaken nopo mas? Rujak nopo es?” “Silakan mas, pesan apa, rujak atau es?” Rujak bu…dibungkus 2 nggih.”

Pedesanipun pinten, mas? ” Cabe berapa mas?”

“Setunggal lombok kalih, boten mawi cingur, setunggal lombok sekawan, mawi cingur” “Yang satu pake cabai 2 tapi tidak pakai cingur, yang satu cabai 4 tetap pake cingur”Β  Ya, yang non cingur punya saia, gak doyan soalnya πŸ˜†

Si ibu yang berumur ini dengan cekatan mempersiapkan semua bahan ulekan. Serutan pisang batu, kacang tanah yang sudah digoreng, cabai, garam, dan petis udang. Semua bahan diulek jadi satu di dalam sebuah cobek. Sambil nunggu itulah, saia ngobrol dengan ibu pemilik warung ini, mencoba untuk mengorek kenapa warung tersebut dinamakan Rujak Tenes.

rujaktenes2Menurut sejarahnya, warung yang sudah berdiri pada tahun 1950anΒ  dan sekarang sudah memasuki 2 generasi ini, dahulu terletak di sebelah stadion Gajayana yang sekarang dijadikan sebagai Mall Olympic Garden (MOG). Sebelah Stadion Gajayana, bertahun-tahun silam memang ada lapangan tenis/tenes serta lapangan bola. Sayang, digusur jadi mall deh. Nah, warung ini mempunyai pelanggan para peng-hobby tenes yang rata-rata merupakan para pejabat di tahun 1950an. Maklum, jaman dulu, olahraga macam tenes adalah tergolong olahraga kaum menengah keatas. Akhirnya, dari kebanyakan pelanggan penghobi tenes, warung tersebut dinamakan Rujak Tenes.

tenisDi usia yang sudah terbilang sepuh, ibu ini, maaf, lupa tanya namanya, ditemani sang suami dan kadang-kadang putra bungsunya di warung, sekaligus untuk mengirim/delivery pesanan. Bahan-bahan, sang ibu belanja sendiri ke pasar, untuk mempertahankan kualitas. Termasuk petis, yang menggunakan 4 macam petis kalau gak salah lihat. Kalau rujak petis lain, yang dekat rumah, maksimal pakai 2 macam petis saja, petis yang enak/bagus dan dicampur petis biasa. Ini sampai 4 macam masbro…

rujaktenes5Selesai meracik bumbu kacang, giliran menyiapkan bahan isi. Karena saia pesan dibungkus, bumbu kacang ditempatkan terpisah, alias dalam kantung plastik. Sementara bahan isian terdiri dari potongan lontong, tempe goreng, menjes (pernah saia tulis disini nih), tahu, potongan cingur sapi, irisan mentimun, buah nanas dan bengkuang ditambah sayur selada air dan kecambah yang sudah direbus. Semua dibungkus rapi, berikut tambahan bumbu kacang. 2 bungkus Rujak Tenes pun saia tenteng pulang. Berapa banderol seporsi Rujak Tenes? Cukup ditukar uang IDR 18.000 saja, cukupan lah. Porsi lumayan, cuma kalau saia, pasti ditambah nasi biar lebih mantap, hehehe.

rujaktenes1Silakan, yang penasaran dengan salah satu rujak legenda kota Malang, meluncur ke Jl Semeru, Malang. Eh, jangan salah dengan Rujak Manis Semeru lho ya, karena berlokasi di jalan yang sama. Yang ini, kalau dari arah kota/timur, warung Rujak Tenes berada di sebelah barat Stadion Gajayana. Ketemu Rujak Semeru, silakan terus ke barat sedikit, dekat perempatan, sebelah kiri jalan.

Semoga kepingin….

Advertisements

5 comments on “Mencicipi rujak legendaris, Rujak Tenes Malang

  1. Jadi pengen. Kapan2 nyoba deh, kayaknya enak.

    Rekomendasi kuliner malam: chinese food pak tulis. Posisinya di pasar oro-oro dowo menghadap hutan kota malabar. Monggo dicoba, nasi gorengnya aja uenak poll.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s