Penjual gelembung sabun di pinggir jalan, bahaya?

Masbro, ragam cara orang mencari nafkah. Dari yang gampang hingga yang susah. Nah, salah satunya adalah penjual gelembung sabun. Pada tahu tho? Itu lho, penjual cairan sabun, yang kala ditiup atau apapun caranya diberi udara/angin, bisa membuat gelembung besar…. Dulu kala, jaman penulis masih kecil, biasanya sih bikin sendiri. Dari remasan daun kembang sepatu dicampur sedikit  air, kemudian untuk meniup, pake tangkai daun pepaya. Wis, senenge poll, gelembung banyak, buat main dengan kawan-kawan.

gambar : google

gambar : google

Nah, seiring waktu, bahan pembuat gelembung sabun juga berubah. Kini, yang dipakai, adalah bahan dasar sabun. Kemasan juga beraneka ragam, warna dan bentuk. Malah, alat peniup sudah bukan manual alias pake tangan, ada peniup semacam pistol, bertenaga baterai. Nyuss, gak perlu monyong-monyong niup supaya besar gelembung sabunnya 😆

gambar : google

gambar : google

Di sisi lain, gelembung sabun konvensional alias ditiup, masih eksis. Malah, sekarang, penjualnya eksis di pinggir jalan, menawarkan dagangannya. Yang ini, untuk menarik perhatian pembeli alias pengguna jalan, tidak meniup gelembung sabun. Tapi, menggunakan  semacam tangkai panjang dengan lingkaran kawat di ujungnya, yang dicelupkan ke cairan sabun. Sehingga, kala tangkai kayu itu sudah terisi cairan sabun tipis, diayunkan ke udara, akan terbentuk gelembung sabun berukuran besar. Wow, bagus kan???

gambar : google

gambar : google

Nah, kadang, si penjual yang beraksi di pinggir jalan, yang saat beraksi memamerkan gelembung sabunnya, nggak lihat situasi kondisi. Gambar saia ambil di Jl A Yani Blimbing, kota Malang. Angin bertiup rada kencang, walhasil, banyak gelembung sabun yang beterbangan, mengenai pengguna jalan. Kala gelembung sabun mengenai benda, kan pasti pecah, hingga nyiprat. Kalau kena body kendaraan sih gak papa, namanya di jalan, pasti kotor. Itulah kewajiban pemilik untuk mencuci kendaraan 😆 Lha, kalo pas kena biker, yang kebetulan membuka kaca helm atau malah helm-nya gak punya kaca, waduh….kena mata, pedih mas bro 👿

gelembung2Bahaya juga kan? Emang sih, kejadian pas di lampu merah, saat posisi berhenti. Sehingga, masih ada waktu untuk mengucek mata sesaat, membersihkan dari sabun. Pedih….. Yang ditakutkan, pas lagi jalan, terus kecipratan gelembung sabun, waduh, refleks kita kan memejamkan mata karena kemasukan, lha ini yang bahaya saat riding. 😦 Belum lagi, sisa cipratan gelembung sabun yang tumpah ke jalan, kadang juga bisa bikin area sekitarnya rada licin.

gelembung1Sekedar antisipasi, kalau melintasi traffic light atau daerah yang ada penjual macam ini, saia ketemunya di Malang sih, bisa menutup kaca helm. Supaya gak kecipratan, hehehe..

Semoga berguna

 

Advertisements

10 comments on “Penjual gelembung sabun di pinggir jalan, bahaya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s