Masbro, Kota Malang memang terus membenahi jalan-jalan protokol. Selain menambah lampu PJU, median jalan juga dipercantik dengan mengganti isian median jalan. Bila sebelumnya, cukup diisi beton cor, sekarang dirubah, diisi dengan tanaman. Diharapkan, selain menambah segar karena bertambahnya tanaman hijau, juga bermaksud untuk bisa menekan polusi di jalanan, karena menurut informasi, tanaman yang dipasang di median jalan juga menyerap polutan CMIIW
Tahun 2014 ini, yang sudah “ditamankan” adalah area median jalan J.A. Suprapto, dan Jl. S. Parman. Nah, akhir 2014 ini, direncanakan sampai Jl. A. Yani hingga ujung flyover Arjosari. Masalahnya, ternyata, tahap terakhir ini terlihat mangkrak. Ya, yang jelas terlihat adalah median jalan lama sudah dibongkar, namun dibiarkan terbengkalai dan tidak dilanjutkan dengan pemasangan beton median baru beserta tanamannya. Akhirnya, di sela-sela bongkaran ini, dimanfaatkan pengendara R2 untuk putar arah ataupun menyeberang
Sepintas memang sepele kelihatannya, tapi ada dua efek samping yang berbahaya. Pertama, menimbulkan kemacetan. Karena, kadang pengendara yang hendak “memanfaaatkan’ celah ini juga ternyata banyak. Karena celahnya sempit, hanya cukup untuk 1 motor, otomatis mereka antri. Dengan 3 motor aja, sudah ada antrian, sehingga kendaraan lain secara reflek mengurangi kecepatan sehingga kendaraan belakangnya juga mengikuti. Macet-lah yang terjadi…
Kedua, sangat beresiko kecelakaan. Karena posisi pengguna celah ini berada di tengah jalan, sementara tidak ada rambu atau apapun, dikhawatirkan, pengendara lain tidak ngeh alias tidak menyadari kalo di jalur tengah ada pengendara yang hendak putarbalik atau menyeberang. Lha memang bukan tempatnya, ya toh?? Kalaupun terjadi kecelakaan, sangat besar kemungkinan, pihak yang disalahkan adalah yang memutar arah/menyeberang, karena bukan tempatnya..
Kalo pas lewat sini, hati-hati ya masbro..siapa tahu ada pengendara nekat yang nyempil di celah bongkaran median jalan. Lagipula, entah sampai kapan ini kerjaan selesai, mengingat sekarang sudah akhir tahun..bisa jadi mangkrak nih 👿



ini namanya asas manfaat 🙂
LikeLike
memanfaatkan yang ada 😉
tapi bahaya 👿
LikeLike
nice info… harusnya segera ditutup dan memberikan alternatif putar balik yang lebih strategis terhindar dari penumpukan kendaraan
LikeLike
seharusnya…
ini teman-teman dishub dah tahu benernya, tapi asih bingung juga, soalnya kebijakan antar dinas, jadi harus koordinasi dkk…
moga cepat selesai aja proyeknya
LikeLike
harusnya juga cepat, koordinasi jika tak mendapat tanggapan cepat juga malah akan menjadi penghambat juga.
LikeLike
yah, u know-lah 😦
LikeLike
weleh2
LikeLike
ayahab 😦
LikeLike
Selalu memanfaatkan celah, walaupun sempit
========
Naksir Ban Dual Purpose Swallow SB 117 Ukuran 18-21 untuk KLX 150L http://klxadventure.com/2014/11/14/naksir-ban-dual-purpose-swallow-sb-117-ukuran-18-21-untuk-klx-150l/
LikeLike
apa yang sempit yang malah dicari?? 😆
LikeLike
Hemmm…
Pembuatan Kartu KIS Jokowi…menghamburkan anggaran
—–
http://nyobamoto.com/2014/11/18/menurut-walikota-surabaya-kebijakan-kartu-jokowi-memboroskan-anggaran/
—–
http://nyobamoto.com/2014/11/17/shock-terapi-pertama-dari-presiden-jokowi-bbm-naik-8500/
LikeLike
http://nyobamoto.com/2014/11/19/indonesia-bbm-bersubsidi-jenis-premium-paling-mahal-di-asia-tenggara/
LikeLike