Boks tambahan di motor


Membahas modifikasi di motor, emang gak ada habisnya. Salah satu mengenai boks. Di Ngalam (red : Malang), 2 tahun terakhir rame lagi soal penggunaan box. Entah itu di belakang ato disamping (side box) kayak punya silup (red : polisi).
Bagi sebagian besar biker, boks emang sangat berguna sebagai wadah peralatan tempur, terutama untuk turing, semisal jas hujan, baju cadangan, helm dan beberapa perkakas wajib lainnya. Terutama buat motor seport, yang notabene gak ada bagasi layaknya bebek-bebek dan skutik masa kini.
Minimal, meskipun bukan penghobi turing, adalah tempat buat jas hujan buat wira-wiri nyambut gawe (kerja) di musim hujan kayak gini.
Menurut beberapa pengamat safety riding, dari segi safety yang berhubungan erat dengan kestabilan motor, boks yang disarankan adalah boks samping (side box), karena dengan posisi yang mantap di samping kiri-kanan motor, setidaknya stabil dibandingkan dengan boks belakang yang kebanyakan berada agak diatas motor, karena biasanya nangkring di behel belakang.
Boks samping-pun, direkomendasikan agar dimuati berat yang seimbang antara kanan kiri agar motor tidak berat sebelah sehingga oleng.
Yah, dimanapun tempatnya dan apapun bentuk serta model boks-nya, saya rasa, asal penggunaannya tidak berlebihan (muatan maksudnya) dan pemasangan tepat, kayaknya tidak masalah deh.
Bagaimana? Mau coba pakai boks di rotom umak (motor kamu)? Saya masih belum tertarik nih bro..he…he..he..
Monggo yang mau sharing…

Sepeda motor (motor) : Pergeseran fungsikah atau ….???






Fungsi motor (sepeda motor) telah mengalami pergeseran, mengikuti perkembangan jaman. dari yang awalnya didesain untuk keperluan 1 orang, atau maksimal 2 orang bila berboncengan, kini telah berubah drastis.
Dasar faktor ekonomi, 1 motor sekarang bisa saja diisi 1, 2, 3 bahkan 4 orang lebih. Belum terhitung barang bawaan. Apalagi yang khusus untuk motor beban, wah, gila-gilaan. barang apa aja bisa dinaikkan ke motor.
Banyak alasan orang yang ‘mengalih fungsikan’ motor seperti ini. Tapi ya itu, faktor ekonomi sepertinya yang mengemuka. Sama seperti saya sih 🙂
Dengan 1 motor bisa dimuati satu keluarga (2-3 orang) kan bisa ngirit. Tidak perlu anggota keluarga lain tercecer sampe naik angkutan lain. Demikian juga bila bawa barang. Tidak perlu beli mobil yang harganya berpuluh kali lipat harga motor, bila cukup beli motor bisa ngangkut barang juga.
Tapi bagaimana dengan segi keselamatan??
Apakah sebanding nilai ekonomis yang bisa dihemat dengan (maaf) nyawa ???
Solusi bijak, manfaatkan motor semaksimal mungkin tanpa mengurangi sisi safety. Misal berboncengan cukup 2 orang dewasa (biker+boncenger). Atau bila anak masih kecil, bolehlah dibawa…(tapi ini bukan anjuran lho….) kalo space masih muat, dan tidak mengganggu kestabilan pengendalian motor, masih dimaafkan deh..
begitu pula kalo bawa barang. Sebisa mungkin lebar barang tidak melebihi lebar setang, panjang tidak melebihi ujung sepatbor belakang dan tinggi tidak melebihi tinggi biker/pengendara, juga bobot barang tidak berlebihan, saya rasa masih masuk akal kok…
Ada yang mau share..????

Bebek Matik ??



Sedikit penasaran dengan bebek matik atau betik. Kali ini yang dibahas Honda Wave 110i AT. kalo disini, ya Honda Absolute Revo itu, bermesin 110 cc. Ternyata, engine yang dipasang di sasi dan body HAR itu berbeda dengan mesin yang diusung skubek alias skuter bebek.

Ya! Pandangan sedikit bergeser ke engine sebelah kanan. Kalau di motor bebek biasa, tempatnya rumah kopling dan sebagainya. Di betik Wave AT, tempat ini juga memiliki permukaan luar yang sama. Artinya, tertutup.

Ini salah satu yang membedakan engine skubek dengan betik. Sebab jika di skubek, sisi kanan ini terdapat kipas pendingin mesin. Kipas itu berfungsi menangkap dan mengalirkan udara ke bagian blok dan kepala silinder agar dingin tertiup hembusan angin.

Tapi kalau di betik, tidak dilengkapi kipas lagi. Lalu, gimana dengan pendinginannya ya? Apakah maksimal? Sebab kini ruang itu hanya disesaki komponen berupa puli. Ya, drive atau penggerak puli dan driven alias yang digerakkan puli.

Hebatnya, meski tidak memiliki kipas layaknya skubek, betik itu mempunyai suhu relatif stabil. Ya, tidak ada panas berlebih keluar dari engine meski digeber lama.

Mungkin saja karena konstruksi bodi dan sasis berbeda. Iya! Alasan skubek dilengkapi kipas, karena bagian engine itu tertutup cover bodi tengah. Sehingga, engine jadi tidak bertemu langsung dengan terpaan angin dari depan.

Sedang betik tidak! Di betik, bagian kepala silinder dan blok silinder tetap terbuka di bawah underbone. Sehingga, part itu cenderung terkena hembusan angin. Makanya, tidak perlu lagi diberi pendinginan tambahan.

So, untuk betik tinggal memikirkan pendinginan mesin bagian tengah atawa crankcase ya. Dari diagram mesin yang diterima, pendinginan mesin bagian tengah ini hanya melalui sirkulasi udara dari bagian puli.

Tapi, tentunya ada saluran untuk udara masuk dan udara keluar. Melalui slang udara atau inlet of cold air yang diamaternya cukup besar, udara masuk dan diisap juga disalurkan drive puli. Saluran ini, berada tepat di tengah atas crankcase bagian depan. Makanya langsung kelihatan ada 2 slang ukuran cukup besar di atas engine betik ini.

Kemudian, udara itu disalurkan lagi ke bagian driven puli dan dibuang melalui outlet of cold air yang letaknya di belakang saluran udara masuk. Pastinya alur aliran udara itu mengalir ke sisi belakang dong.

Selain pendinginan, mari kita lihat bagian pelumasan. Untuk memasukkan pelumas ke mesin betik Honda ini, tidak seperti di bebek biasa atau manual. Lubang untuk masuknya oli, berada di sisi crankcase kiri. Ya, lubang ini menjadi satu dengan bak magnet.

Gitu juga dengan kick starter alias engkol. Pastinya, juga dari sebelah kiri. Buat yang biasa liat skubek, nah, mirip banget.
Beda kan dengan bebek biasa yang engkol starternya ada di sebelah kanan?? Seperti yang Em-Plus pernah sebutkan, kalau betik ini mengusung rantai sebagai penggerak roda belakang.

Itu bisa terlihat dengan aplikasinya gir depan di crankcase dan juga gir belakang yang pastinya di teromol roda belakang. Begitunya kemudahan penyesuaian kebutuhan gir tinggal lewat kombinasi gir.

Tentunya ini juga yang membedakan betik dengan skubek. Untuk memperingan akselerasi di skubek, musti ubah bobot roller. Sedang di betik, lagi-lagi cukup lewat gir. Iya, jika untuk kebutuhan balap, gir tinggal menyesuaikan seperti seting pacuan bebek.

(sumber:M+)

Motor kategori ideal biker Indonesia









Kadang, seru juga, baca-baca blog rekan-rekan blogger, terutama yang mengulas R2 (roda dua). Ada beberapa yang sering ayas kunjungi, antara lain ninja250r.wordpress.com, triatmono.wordpress.com, serayamotor.wordpress.com, otomotifnet.com dan beberapa website/blog lainnya.

Akhir-akhir, hampir semuanya mengulas isu munculnya motor-motor baru ATPM di Indonesia. Berdasar gosip (dari mana-mana soanya), dari kubu Yamaha ada sport Byson (FZ-16), new Vixion, sampe Fazer yang katanya mo gantiin Scorpio. Dari Honda, disiapkan Unicorn sebagai pengganti Megapro dan CBR 150 versi rakitan lokal. Kalo ATPM lai sih, kayaknya anteng-anteng aja tuh…

Yang menggelitik, sebenarnya, apa sih yang dimaui konsumen kita???

Dari blog-blog dan web tersebut, ada berbagai komentar tentang hal itu. Sebagian, dengan (maaf) pongah, menuding, kita dibohongi ATPM yang hanya menyajikan motor dengan teknologi yang itu-itu aja, alias jadul… Contoh paling gampang, katanya lho…. Honda Tiger series, mulai dari embahnya, yaitu Honda CG, CB, kemudian GL series, Megapro hingga New Tiger Evolution (apa revolution yach???), basis mesinnya sama aja. Gakda perubaha yang berarti, paling Cuma penyempurnaan dan penambahan kapasitas aja plus…ganti model baju.

Sementara sebagian bil;ang, buat apa teknologi terlalu canggih di Indonesia, malah bikin susah kalo rusak. Wah ???

Kalo menurut saya, pribadi lho, semua ada benernya. ATPM harusnya juga tau keinginan konsumen, jangan hanya kejar untung dengan ‘membodohi’. Sebaliknya, konsumen juga tidak hanya menuntut, tapi juga melek teknologi, jadi kalo rusak gak gaptek, terus menuding ATPM melepas unit cacat produksi.

Kalo di negeri kita sih, okelah, emang contoh gampang, series GL-nya Honda keterlaluan, gak ada kemajuan. Misal ditingkatkan, tapi gak terlalu canggih, ayas rasa masih masuk akal, misal injection, watercooled…asal gak fly by wire aja kayak moge diatas 600 cc seperti Yamaha R6, Honda CBR 600 dan teman-temannya Mo dibuat apa coba, cc mesin besar, canggih, bisa kencang di jalan…??? Mo ngebut kemana sih??? Palingan bisa 80 – 100 km/jam di kota aja dah hebat, bahaya malah, karena jalanan pada macet, plus pada bolong2…. Malu dong sama motor canggih, tapi akhirnya ‘terkapar’ di jalanan????

Belum lagi, kalo mogok di jalan, terus gak bisa ngatasi sendiri, dorong deh…Ih….isin poool ker….

Jadi saya mengundang pendapat rekan-rekan, sebenarnya konsep motor ideal buat kita-kita yang model gimana ya???

Fisik keren, mesin cangih ato apapun….silakan yang urun pendapat….

YAMAHA FZ 16 ?????


Yamaha jadi ngeluarin motor sport terbaru??? Jadi ngiler neih….
Denger-denger speknya mirip Yamaha FZ 16, yang launching September 2008 lalu di rumahnya Sahrukh Khan alias India. Bodi luar biasa mantap, gagah dengan konsep touring naked bike.. Kalo ngeliat spek FZ 16 disono, dengan ngeliat sekilas aja, nih motor bisa membabat abis saingan di kelas sport 150-160 cc. Apalagi kalo harga disetting dibawah Yamaha Vixion yang berkisar 20 jutaan.
Yang pasti, Honda Megapro dapat saingan head-to-head. Dengan kapasitas mesin berimbang, FZ 16 153 cc, Megapro 156 cc, kayaknya ini jadi pilihan tepat bagi user yang ingin motorsport (baca:motor laki) dengan tampilan bagus, mesin sedang dan harga kompetitif.
Buat konsumen low-end, harga ideal motorsport berkisar 16-20 jutaan.
Jadi pengen tuker nih, Megapro 2007 ayas kalo FZ 16 jadi keluar tahun ini. Asal harga gak lebih 19 juta aja…kalo lebih, ke laut aja deh……
Perbandingan sekilas New Megapro dan Yamaha FZ 16:
New Megapro : Mesin 156 cc, dual shock belakang, bodi standart, spido & takometer analog, pelek CW / Spoke
FZ 16 : Mesin 153 cc, monoshock belakang, bodi berotot-maskulin, spido & takometer digital, pelek CW

Dari sekilas aja dah lumayan jauh kan bedanya??? Kalo range harga New Megapro 19 jt – 20 Jt dapet ‘motor konvensional’, dan harga FZ 16 max 19 jt dapet ‘motor canggih’, why not ayas gak milih FZ 16???
Kalo Vixion, ayas rasa sementara gak masuk dulu. Selain terlalu ‘canggih’ (injeksi), harganya agak diatas keduanya, sepadan dong dengan fitur injeksinya.. Lagian masih agak khawatir nih, kalo injeksi bermasalah di jalan…mosok adapes canggih, keren kok nuntun gara2 injeksi macet????

Mudah-mudahan FZ 16 jadi keluar tahun ini dan bisa kebeli…Amin…..

Tips beli motor bekas

Brother berminat untuk membeli motor bekas?? Usahakan untuk berhati-hati dan perhatikan motor itu sendiri. Karena tidak sedikit pula pembeli yang kecewa karena kesalahan mereka sendiri yang kurang berhati-hati memilih motor bekas tersebut. Langkah yang dapat anda lakukan adalah:

Langkah 1. Cek harga pasaran.
Sebelum anda melakukan pencarian motor bekas yang akan anda beli, sebaiknya lakukan cek harga pasaran terlebih dahulu baik dari koran, majalah atau mungkin bisa juga dari situs namaotomotif.com.

Langkah 2. Cek nomor rangka dan mesin motor.
Periksa nomor rangka dan mesin motor, lalu sesuaikan dengan nomor rangka serta nomor mesin yang tertera pada STNK maupun BPKB.

Langkah 3. Cek kondisi fisik.
Periksa kondisi body, spion, baut, dan lain sebagainya, apakah terlihat banyak goresan, kondisi retak ataupun pecah. Usahakan juga akan lebih baik jika semua yang menempel pada motor adalah parts orisinil.

Langkah 4. Cek kondisi oli.
Usahakan buka dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Pastikan ukuran Oli tidak berlebihan, karena Oli yg berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga dapat menyembunyikan suara asli motor yg mungkin berbunyi kasar atau berisik.

Langkah 5. Cek speedometer.
Pastikan agar tidak ada retak atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa km yang telah ditempuh oleh motor tersebut. Jika diatas 20.000 km maka dapat dipastikan akan banyak sekali komponen mesin yang akan segera anda diganti. Tentunya akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Langkah 6. Hidupkan mesin motor.
Coba hidupkan mesin motor tersebut, apakah bisa stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1500 rpm. Serta pastikan juga bahwa tidak ada bunyi-bunyian yang kasar didalam mesin.

Langkah 7. Cek perpindahan gigi.
Jalankan kendaraan dan perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis. Satu lagi yang perlu diperhatikan juga adalah, jika terdengar suara mendesir pada saat motor berjalan. Kemungkinan besar gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.

Langkah 8. Cek rangka atau sasis motor.
Perhatikan kelurusan roda depan dan belakang, dan pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut tidak ada kebengkokkan. Jalankan sekitar 40km/jam dan tekan rem sedikit mendadak untuk pastikan motor tidak sulit dikendalikan. Hal ini berguna untuk mendeteksi lurusnya sasis dan poros setang atau setir.

Langkah 9. Cek kebocoran.
Usahakan anda dapat mencoba jalankan motor lebih lama, dan setelah motor dijalankan kurang lebih sekitar 500meter. Perhatikan apakah terlihat adanya oli yang bocor melalui sela-sela mesin. Atau adanya air radiator bocor bagi motor yang menggunakan radiator.

Langkah 10. Cek kondisi kelistrikan.
Periksa juga kelistrikan dan lampu-lampu seperti lampu depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau elektrik stater motor. Apabila semua berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan kondisi aki tidak ada permasalahan

Bila minimal 10 poin ini bro terapkan, ayas yakin bro sekalian tidak belimotor dalam karung, maksudnya tertipu. Walau barang bekas, kalau ada yang kondisi bagus, kenapa kita ambil yang jelek kan??? Oyi ???

Sedikit TIPS kalo DITILANG SILUP (Polisi)

Kadang, di jalan, pas kita apes, ato pas memang salah, entah melanggar rambu lalulintas, gak bawa SIM/STNK, plat nomor bukan asli-nya, ato spion gak lengkap (motor), berurusan deh sama polisi. Mereka dengan sigap dan cepat, biasanya ada 2 jenis.
a. Langsung menwarkan jalan damai (bayar ke petugas, )
b. Langsung mengeluarkan buku tilang, dan secepat kilat menuliskan bukti pelanggaran kita
Kalo ditilang, secepatnya, bro amati, dikasi FORM BIRU ato MERAH. Kalo MERAH, jangan mau. Kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Kalo BIRU, kita bisa bayar langsung ke bank, bisa setor ato transfer.
Dan yang penting,jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI….
Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum silup (polisi bhs Malangan)!!!!

Sedikit penjelasan perbedaan SLIP TILANG MERAH dan BIRU :
• Slip Merah, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.
Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di pengadilan/kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum pengadilan/kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.
• Slip Biru, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda.
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN/BRI).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di Kantor Polisi terdekat dimana kita ditilang.
You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu!!! Dan dananya RESMI MASUK ke KAS NEGARA.

Trust me guys, I’ve been doing this before.

Keladi kok jadi kerdil??



Brother, ini keladi saya kok jadi kerdil ya? mulanya agak tinggi, besar, berdaun antara 4-5, dengan batang cuku tinggi. Setelah saya pindah tempat, ke tempat yang panas, kena terik matahari 100%, dengan media tetap campuran media organik, sekam bakar, sekam bakar dan sedikit pakis cacah halus, kok jadi pendek-pendek daun yang tumbuh baru? selain pendek, juga rimbun banget anakannya.
Ini foto perbandingan sesudah dan sebelumnya. Ada yang ngasih tanggapan??

Gampangnya buat SIM resmi di Malang (3)

Di terik matahari, sekitar jam 11.30an, saya jalan kaki ke lokasi ujian praktek. Lumayan panas juga, meski hanya berjarak sekitar 300 meter dari kantor Satlantas. Sampai sana sudah ada beberapa orang, yang tadi seangkatan dengan saya tes teori, menunggu giliran tes mengemudi. “Alat” prakteknya, untuk SIM C pakai Yamaha Vega, kalo SIM A pakai Toyota Kijang. Pikir saya, wah sama nih sama mobil di rumah. Jadinya agak gampanglah.
Singkat cerita, tiba giliran saya. Tes maju, mundur, parkir, belak-belok kayak slalom tes gitu, sama setengah kopling untuk antisipasi macet di jalan tanjakan.
Akhirnya, lulus juga. Dikasihlah saya selembar kertas lagi, keterangan lulus. Kemudian diminta ke loket 5 (BRI) untuk bayar biaya pengurusan SIM sebesar IDR 75.000. Dengan semangat penuh, meski keringetan dan kepanasan, saya bersama beberapa orang yang lulus tes, balik lagi ke kantor Satlantas untuk bayar biaya administrasi di loket 5.
E-la-dalah, apes tenan. Ternyata sudah TUTUP!!! Jam pelayanan ternyata mulai jam 08.00 – 12.00 WIB, karena diatas jam itu, data setoran sudah harus masuk ke BRI pusat. Akhirnya, dengan agak lemas dan kecewa, sya pun pulang, eh balik kantor ding. Ternyata gak bisa 1 hari jadi ya SIM-nya…..
Hari kedua (7/4/2009), pagi-pagi (lagi) berangkat ke Kepanjen lagi. Nyampe, langsung antri di loket 5, pas baru sekitar 5 orang yang antri bayar administrasi SIM. Beres, bayar IDR 75.000 , dikasih berkas lagi, ke loket 3, antri ngambil nomor foto. Beberapa saat dipanggil, eh sudah dapat nomor antrian foto 47 !!! Gile bener, yang nomor 1-30 itu dateng jam berapa yeee…???? Kembali dengan sabar saya antri, karena yang foto, dipanggil; per sepuluh orang. Baru sekitar jam 10.30 tiba giliran foto. Gak pake senyum, apalagi dandan (…), langsung jepret, lmapu flash nyala. Udah , gitu aja. Terus diminta keluar, nunggu SIM-nya jadi, ntar dipanggil lagi. Pas jam 10.45, dipanggil, udah jadi SIM A baru saya. Wuih…leganya. Akhirnya, jadi juga setelah berjuang selama 2 hari. Ini rekor tersendiri, karena ngurus sendiri, resmi pula.
Tadi, pas antri foto, sempet ngobrol sama cewek, lulusan ITN juga, namanya Yuni. Dia pake jas calo (lho, masih bisa ya ternyata???). Mulai ngurus hari Jum’at, ternyata baru Selasa bareng saya ini fotonya. Emang sih, ga pake tes, tapi mahalnya minta ampun. Hanya untuk SIM C baru, dia kena IDR 225.000. gila, berkali lipat dari tarif resminya kan???
Makanya, saran saya,kalo bisa resmi dan ngurus sendiri, mendingan gak usah ke calo deh…dibohongi tuh….
Sekalian saran juga buat Kapolres Malang dan Kasatlantas, saya acungkan jempol untuk pelayanan SIM-nya. Cepat dan mudah. Tapi tolong dong, anak buahnya lebih ditertibkan lagi. Masak saya lihat dengan mata kepala sendiri, ada oknum petugas yang kerjasama sama calo??? Cewek pula, kayaknya sih PNS Polisi, bukan anggota polisi. Tapi, sekali lagi, kayaknya ada juga anggota yang main sama calo, soalnya sekelebatan, pas saya melirik ke arah lain, ada yang pake seragam dinas , ngobrol sama calo, terus dikasi map isi berkas.
Diatasi ya pak, daripada citra Satlantas Polres Malang yang udah bagus tercoreng oknum yang ‘kurang bagus’ itu.
Sekedar info juga, kebanyakan, beberapa calo pake kaos seragam hitam, ada tulisan HUT Bhayangkara Polres Malang.
Trims, buat Polres Malang….

Gampangnya buat SIM resmi di Malang (2)

Saya nunggu gak begitu lama, tapi terasa lama karena tegang, gimana nih tes apaan aja?? Bareng saya, ada juga beberapa orang, termasuk 1 cewek yang dianter cowoknya, mo ngurus SIM C. Oh, jadinya tes teori bareng ternyata, apapun jenis SIM-nya.
Sekitar jam 10 lebih, nama saya dipanggil untuk tes teori, ya di ruangan itu. Begitu masuk langsing disodori nomor urut tempat duduk. Saya gak tau apa bedanya, tapi kayaknya , posisi duduk kanan (B) untuk pemohon SIM A, terus posisi duduk kiri (A) untuk pemohon SIM C. Ini kayaknya lho…
Duduk di B-nomor 19, di meja ada kotak berisi empat tombol, A, B, C dan reset. Ternyata sudah gak kayak dulu, tes pake kertas. Sekarang , tinggal lihat di layar proyektor, ada soal yang berbeda untuk posisi A dan B. Selanjutnya, tinggal kita pencet tombol saja, sesuai pilihan jawaban kita. Kayak di kuis-kuis televisi itu ya…..
Secelum tes mulai, ada pengarahan dari video di proyektor. Jumlah soal sebnayak 30 soal, dengan waktru 30 menit. Jadi tiap soal dapat jatah waktu 1 menit, dan ditandai dengan angka penghitung mundur. Begitu waktu habis, soal akan berganti secara otomatis. Ada satu lagi, sebelum berganti soal ke nomor berikutnya, akan ada kunci jawaban yang muncul, jadi kita bisa kira-kira berapa jawaban kita yang benar. Kalo gak salah, stndar kelulusan sekitar 85 %, saya gak tau pasti. Itu juga tau dari hasil browsing, soalnya gak tanya ke pak Polisinya.
Jreng….ujian dimulai.
Soal pertama muncul, masih sebatas rambu-rambu lalu lintas. Sekilas mudah ternyata menjebak. Di soal kedua saya sudah salah pencet…makin lama soal makin diacak, ada yang pas mudah, ada juga yang susah banget, karena gak tau jawabannya apaan. Misal aja kecepatan maksimum untuk kendaraan kelas II berbobot 2500 kg di jalan x dengan rambu c itu berapa?? Au ah, karena gak tau, ya dijawab asal. Eh, ternyata salah….. sampai soal terakhir, saya mengitung sendiri, kira-kira banyakan yang bisa ato gak ya?? Ngeliat dari kunci jawaban, lumayan, banyak yang salah..he..he..
Selesai tes, semua diminta keluar dari ruangan. Akan ada pengumuman, siapa yang lulus dan tidak. Yang lulus tes teori, langsung bisa melanjutkan tes praktek. Sedang yang gak lulus, baru bisa mengulang tes teori minggu depan (hua..ha…pusing…) Skitar 10 menit menunggu dengan H2C (harap-harap cemas, akhirnya diumumkan yang lulus. Lho, nama saya hoh gak ada??? Nasib, kayaknya tes teori lagi minggu depan deh….. tapi anehnyam kok nama saya gak disebutin lulus nggaknya?? Padahal, cewewk tadi, meski gak lulus tetep disebut, tapi disebut harus tes ulang tanggal 13 April 2009. dengan gontai si cewek pulang bareng cowoknya, sedang saya duduk bingung, kok nama saya tetep gak ada….
Selang beberapa saat, ada panggilan lewat pengeras suara, saya diminta datang ke ruang tes teori. Ups…ada apa noh?? Dengan berdebar saya turun lagi kebawah, ke ruangan tes. Puji Tuhan, ternyata saya lulus, katanya bapak Pol yang tadi. Ada selembar kertas keterangan kelululusan, dan segera tes praktek berlokasi di garasi bus PO Bagong. Wah senangnya…..ternyat bisa rek, dari 19 peserta tes teori, yang lulus 11 orang aja, termasuk saya. Hebat gak???? Ha..ha..ha.. NARSIS………(ke jilid 3 ya, dah capek nih ngetiknya)….