Lampu depan wajib nyala di Malang


Akhirnya…Sosialisasi UU No 22/2009 tentang menyalakan lampu di siang hari yang digelar setahun ini telah berakhir. Jadi secara resmi aturan ini telah diberlakukan. Bukan hanya sebatas sosialisasi, namun sudah menjadi keharusan. Sebagai konsekuensinya, pengendara motor yang tidak menyalakan lampu di siang hari akan disanksi tegas, yaitu Tilang.

“Mulai Sabtu (21/8) diberlakukan lampu menyala. Jika tidak, akan ditilang,” jelas AKP Yuli Purnomo, Kasatlantas Polres Malang, di sela kegiatan launching program Light On di Polres Malang di Kepanjen. Pengendara yang melanggar akan didenda Rp 50.000 hingga Rp 250.000.
Penegakan UU ini tidak hanya di Polres Malang (Kab Malang) saja ternyata. Polresta Malang (Kota Malang) ternyata juga telah melakukan hal yang sama.

Jadi wajib nyala ya bro…sebenarnya bukan hanya untuk menghindari tilang aja…juga untuk keselamatan semua pemakai jalan. Dengan lampu depan nyala, posisi sepeda motor lebih terlihat dan terpantau oleh pengguna jalan lain yang berukuran besar (roda 4) atau juga sesama roda 2.

Terkadang, masyarakat kita (termasuk penulis juga nih…he..he..), kalo nggak dibuat tegas seperti itu ‘ancamannya’ , masih aja gak patuh peraturan lalu lintas. Dulu, saat wajib helm standart juga kasusnya hampir sama. Takut ancaman tilang, rame-ramelah ganti helm standart. Padahal sebenarnya juga untuk keselamatan diri sendiri juga. Tahun berganti, sekarang, pemakaian helm standart sudah menjadi hal lumrah di Malang. Pabrikan helm juga pintar kok, helm standart tidak monoton seperti awal dikeluarkan. Ada bermacam corak grafis dan warna yang menggoda iman…

Akankah keharusan menyalakan lampu depan juga nantinya sama kasusnya dengan kasus helm standart? semoga saja….

Mulanya berat tapi lama-lama biasa juga. Wong sebenarnya, berbagai anggapan negatif soal akibat lampu depan yang terus menyala itu nggak sepenuhnya benar kok bro…
Ada yang bilang, aki cepat tekor, bohlam (dop) cepat putus, …dan ada juga yang ‘aneh’..katanya bikin silau…
*Aki tekor?? Nggak juga..sekalipun daya aki terpakai untuk lampu depan, kan aki juga dicharge/disetrum dari mesin secara otomatis..jadi tetap bersirkulasi tuh daya..kalo tekor, nah, berarti emang usia pakai-nya sudah terlewati…sekitar 2-3 tahunlah umur aki normal
*bohlam putus? dari pabrikan bohlam sudah ada usia pakai juga..meski jarang dinyalakan, tapi sering guncangan, bohlam bakalan cepat putus juga kok…
*silau??? kalo jalan malem berarti juga silau doong….wak..wakkaaaka…

ada yang mau sharing atau berkeluh kesah???

(gambar dari jawapos)

Akhirnya pengganti New Megapro dilaunching




Kemarin, 9 Agustus 2010, AHM resmi meluncurkan motor sport pengganti New Megapro, yang ternyata tetap bernama New Megapro.
Bertempat di sekitar Sentul, motor berkapasitas 150 cc (149,2 cc) ini dilepas dengan 2 versi. Versi CW (pelek racing : kalo orang bilang) dengan tambahan rem cakram belakang, dan versi SW (pelek jari-jari) tanpa rem cakram belakang, hanya teromol.
Harga OTR Jakarta untuk versi CW 19,5 juta dan 18,3 juta untuk versi SW.
Hmmm..saya rasa banderol yang cukup menggoda…padahal, harga New Megapro 2009-2010 versi lama, untuk CW sudah sekitar 20 jutaan…
Nah ini, harga gak nyampe 20 juta, tapi dah dapet tampilan baru…bodi baru, speedometer digital, aplikasi monosok, dan rem cakram belakang…semua hal yang tidak ada pada New Megapro versi lama
Akhirnya semua bermuara pada konsumen juga..konsumen adalah raja, yang punya uang, mo beli yang mana, terserah aja…
Akankah lepasnya gacoan baru Honda ini akan membuat pabrikan lain kebakaran jenggot??? Kita lihat saja…Yamaha sepertinya tidak tinggal diam. Santer lewat blog-blog dan milis Byson, yang sejak lebih 1 tahun digosipkan, akan segera dilepas juga sekitar setelah Lebaran…menyusul juga facelift Scorpio 225..
Kita tunggu saja…
kalau ada yang cocok di hati dan kantong, buruan tebus deh….nabung doloooo….

thanks buat Mas Opik TMC buat poto-potonya…

Honda Revo Techno AT resmi dilaunching kemarin


Honda Revo Techno AT sudah resmi dilaunching Selasa, 20 Juli 2010. Untuk OTR Jakarta, dilego Rp. 15,8 juta.
Selain fitur matik-nya (transmisi otomatis CVT) sebagai andalan sekaligus pembeda dengan bebek lain, Revo ini juga dilengkapi sistem pasokan bahan bakar injeksi. Fitur lain seperti SKS (secure Key Shutter) juga ada sebagai kelengkapan standar motor produksi AHM. Kalau ayas pribadi, sebenarnya gak begitu suka dengan body-nya yang memakai body Absolute Revo. Coba deh pake body HSX 125 R, kayaknya lebih cakep dan sporty. Kalau body Revo, terlihat elegan, cocoknya buat usia ‘matang’, lebih ke ‘orang tua’.
Nggak tahu juga sih, pasar yang disasar apa memang segmen itu, apalagi fitur matik-nya kan memang memudahkan operasional bagi pengendaranya. Harga? Hmm..kayaknya segmen menengah keatas deh..
Kalau komentar dari beberapa teman kantor, biaya perawatan kayaknya tetap bertambah, meskipun secara teknis injeksi lebih mudah penyetelannya, gak seribet karburator. Lha ada belt CVT plus rantai, berarti sudah dobel tuh untuk penggeraknya..
Mmm…apalagi ya?? Ayo yang mau share….

Honda (next) Megapro sudah diproduksi






Beberapa hari ini, dunia maya gonjang-ganjing akan isu segera launchingnya Honda 150cc, pengganti Megapro. Foto spy shot, yang berlatar di bagian produksi, beredar di berbagai forum.
Kalau melihat dari tampilan, kayaknya sama plek sama Honda Dazzler yang juga barusan rilis beberapa waktu lalu di India. Mungkin yang membedakan joknya, tidak split/terpisah. Lain-lainnya sama persis..
Jagoan Honda ini sepertinya sudah benar-benar siap jual, terlihat dari jumlah unit yang tampak di gambar, bahkan jok-pun sudah terbungkus plastik, sepertinya siap kirim ke dealer-dealer. Sekali lagi, siap jual lho…nggak sekedar HOAX (maaf..)
Ada 2 versi generasi Megapro ini, versi CW (pelek palang) dengan rem cakram belakang dan versi SW (pelek jari-jari) dengan rem belakang teromol.
Apakah ini yang ditunggu oleh YMKI, yang tidak juga melepas Byson?? Sudah lebih setahun rumor, spy-shot, bahkan penampakan di jalanan..gak ketahuan jelas kapan dilaunching. Atau malah jangan-jangan tidak dilaunching??
Hanya ATPM yang bersangkutan yang tahu…kita tunggu saja..

Yang sering dikeluhkan bikers (motor sport/batangan)






Mau berbagi aja buat bro bikers sekalian. Di beberapa milis dan forum serta komunikasi blog, sering sekali ada curhat bikers soal tunggangan masing-masing. Terlepas dari soal apakah itu cacat fisik atau kesalahan manufaktur dan desain dari pabrikan, yang jelas dalam daftar ini adalah hal yang paling sering dikeluhkan.
Berikut ini saya himpun beberapa keluhan yang sering disampaikan rekan bikers soal tunggangan mereka. Untuk sementara saya batasi untuk produk motor sport / batangan aja dulu ya…

HONDA New Megapro : Tangki gampang bocor (plat tangki tipis?), Sasis belakang sering miring / gak center , Swing arm gampang miring, Posisi roda belakang sering miring/gak center , Kampas kopling cepat gosong / hangus
New Tiger Tangki juga gampang bocor , Rantai berisik , Kampas kopling cepat gosong/hangus

YAMAHA Vixion : Pompa bensin ngadat (dulu?), Leher knalpot menguning , Bagian kaki belakang rapuh (swing arm tipis?) ,
Scorpio : Monosok belakang gampang ambles , Karet manifold karburator gampang bocor

SUZUKI Thunder 125 : Kelistrikan/kabel gampang putus di area komstir

Ada lagi yang mo nambahin?? Atau malah ngurangin?? Ditunggu informasinya bro…

Stoppie, gaya dasar freestyle (3 – habis)

Kita sekarang ke gaya dasar terakhir di freestyle, yaitu Stoppie. Masih mengandalkan keseimbangan dan feeling posisi motor, gaya ini termasuk sulit dan agak berbahaya.
Kalo di wheelie, resiko motor+rider rawan terjengkang (ke belakang), nah di stoppie ini, motor+rider rawan terjungkal ke depan.
Arti stoppie secara singkat adalah mengerem mendadak, dengan hanya menggunakan rem depan, saat motor sedang berjalan.
Gaya ini belum pernah penulis coba, takut..Jadi tahu sedikit aja teorinya.
Jadi, saat posisi motor sedang berjalan, dengan kecepatan tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 20-40 km/jam, tekan rem depan sambil mengeser posisi duduk rider agak ke depan, sehingga tumpuan berat pindah ke bagian depan motor. Alhasil, motor (terasa) seperti direm mendadak dan menungging. Ini nih yang dinamakan stoppie. Ingat, jangan terlalu keras dulu ngerem-nya,karena perpindahan bobot secara mendadak ke depan, berbahaya, karena motor+rider bisa terjungkal ke depan bahkan tarbalik dan tertimpa motor.
Tetap pertahankan kestabilan motor, dan jangan merubah sedikitpun arah setang, karena dalam posisi menukik ini, sangat rawan terjadi motor roboh.
Bila terasa keseimbangan motor terganggu, turunkan posisi kedua kaki agar bisa mengimbangi. Tahan posisi motor yang nungging ini sampai motor benar-benar berhenti. Bila sudah berhenti, roda belakang akan turun dengan sendirinya ke aspal.
Sudah bisa?? Nah, Anda sukses melakukan stoppie…saya sendiri malah belum pernah mencoba, he..he..
Bisa teori doang ya..praktek kagak pernah..
Selamat mencoba..
keep brotherhood and safety riding..
(thanks for motorcycle.com & stephenlangitan.com for the image)

Burn out, gaya dasar freestyle (2)




Gaya atawa teknik kedua yang akan kita bahas adalah burn-out. Inti dari teknik ini adalah bagaimana membuat ban belakang berputar sementara posisi motor tetap diam di tempat.
Kuncinya adalah memainkan rem depan secara maksimal, dan menaikkan putaran mesin secara spontan, hingga tergapai tenaga maksimum untuk mampu memutar roda belakang.
Awalnya memang agak susah, namun bila tahu spek tenaga motor, yaitu tahu di pitaran mesin berapa tenaga maksimum dicapai, akan lebih mudah.
Tekan rem depan maksimal, sambil posisi rider berdiri mengangkangi motor. Masukkan persneling ke gigi 1, lalu buka gas, bisa secara spontan, bisa pula bertahap bila masih awal..Roda belakang, awalnya pasti berat berputar di tempat, namun bertahap akan bisa spin. Bila terasa motor mulai terdorong ke depan, tahan dengan posisi kaki menahan di tanah/aspal. Tambah tekanan pada rem depan bila motor terus bergerak maju.
Kemudian, setelah mesin mencapai putaran maksimum pada persneling 1, oper dan naikkan ke gigi 2. Biasanya, sudah lancar spin-nya, karena roda sudah mulai lancar berputar di tempat. Nah, posisi motor diam sambil ban berputar di tempat alias burn-out sudah bisa dipraktekkan to???
Biasanya akan lebih seru, bila suara ban menggesek aspal (mendecit) dibarengi kepulan asap hasil gesekan karet ban dengan aspal. Bila burn-out tidak terlalu kencang putarannya, asap akan sedikit timbul.
Bila Anda termasuk berani mencoba, apalagi sudah terbiasa, tidak ada salahnya menaikkan putaran mesin plus menaikkan persneling sehingga lebih kencang putaran ban belakangnya. Dijamin, asap akan bertambah banyak.
Ada trik bagi profesional. Sambil burn-out, coba beri sedikit air di aspal tempat roda belakang berputar..hati-hati terpeleset…asap sudah pasti ngebul…
Bila roda belakang berputar kencang, jangan pernah secara mendadak menduduki jok motor, karena beresiko, motor akan tersentak keatas, karena mendapat beban lebih secara tiba-tiba, sementara roda belakang masih berputar. Bisa-bisa terjungkal kebelakang..
Hati-hati ya bro…jangan kelamaan burn-outnya..takut ban meletus..kayak gambar tuh, bahaya kan???
keep brotherhood and safety riding..

"Hari bebas" untuk bikers Aremania (part 3 habis)

Akhirnya, Kamis (3/6/2010) kemarin, Malang kembali ke kodratnya, kota yang relatif tenang. Nggak ada lagi iring-iringan konvoi Aremania, nggak ada lagi suara knalpot blong yang memekakkan telinga, nggak ada lagi suara klakson dan terompet bersahut-sahutan.
Penghuni kota kembali ke aktivitas sehari-hari. Yang bekerja, ya ngantor seperti biasa. Pelajar, masuk sekolah seperti biasa.
Himbauan Ade “d Kross” Herawanto, agar konvoi terakhir dilakukan Rabu (2/6/2010) rupanya manur juga. Ada kemungkinan juga sih, ancaman dari pihak kepolisian, yang rupanya sudah menyudahi ‘dispensasi’ Aremania untuk bebas di jalan.
Pada negri kali ye, kalo mo konvoi tapi dicegat silup???
Mangkane sam, konvoi sing tertib, gak ngerugikan orang lain. Selamat di jalan, gak ditilang, juga dapat simpati masyarakat…
Tapiii…kayaknya, Minggu (6/6/2010), sekali lagi kayaknya, akan ada konvoi lagi deh…
Digelarnya laga Perang Bintang, yang tidak keluar ijin-nya di Polda Metro Jaya (DKI), akan membuat Aremania kembali membludak, mendukung Arema Indonesia berlaga di Stadion Kanjuruhan, Malang melawan Indonesia All Star..
So…buwat bro bikers atau non bikers yang merencanakan ke Malang hari tersebut, agar mewaspadai bila ada konvoi di jalan.
Sangat disarankan, terutama bagi pemilik kendaraan berplat nomor luar Malang, seperti L (Surabaya), menyediakan atribut Arema, seperti kaos, syal, bendera ataupun boneka singa, sehingga bila berpapasan dengan konvoi, mengesankan bahwa yang memasang atribut tersebut adalah Aremania juga…
Gak usah sungkan menyambut salam Aremania…demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, yang mungkin saja terjadi dalam massa jumlah besar yang berkonvoi…
Keep brotherhood, safe on the road…

‘Hari bebas’ untuk bikers Aremania ?? (Part 2)

Lanjut..
Semalam, pulang piket kantor sekitar jam 20.00. Jalan Ijen, Semeru mulai lengang, setelah sebelumnya, mulai pagi sampe malam, tertutup total oleh lautan sepeda motor dan roda 4 beratributkan Aremania. Mereka terus berkonvoi, keliling kota, merayakan juara LSI Arema Indonesia.
Mulai agak lengangnya jalanan, karena di depan Stasiun Kotabaru, digelar pesta rakyat, juga untuk merayakan kemenangan Arema. Konsentrasi massa mulai terpecah kesana sepertinya. Si Meggy sedikit saya pacu , mungkin sekitar 60-70 km/jam, gak tau pasti, karena speedo masih mati. Belum ganti kabel nih ceritanya…
Dalam hati bersyukur, bisa lancar en cepet pulang. Eh, lha dalah, gak sampai 300 meter, terlihat iring2an alias konvoi motor + mobil, sambil acungkan bendera. Ampun deh, kejepit lagi sama konvoi. Mana sekarang sepertinya lebih ‘brutal’, sudah gak pada pake helm, berboncengan 3, malah ada yang gak pake baju!!!
Buset deh, sakti kali ye…pake jaket kulit asli…asli kulit manusia.
4 motor berjalan berdampingan sambil membentangkan bendera, memenuhi badan jalan. Jadinya, gak ada celah sama sekali untuk pengguna jalan lain, mendahului. Arogan ya???
Ternyata belum seberapa. Tepat di depan Mitra 2, tahu-tahu, dari arah berlawanan, muncul serombongan motor, melawan arus bro!!! Mereka masuk di lajur menuju utara, padahal arah motornya ke selatan…
Gak ada tabrakan sih, malah pada berhenti di tengah jalan. Sambil toast, adu jempol, kemudian menggeber2 gas kencang-kencang, padahal sudah pake knalpot blong…bisa dibayangkan budeg-nya kuping ini???
Jadilah macet total, konvoi berhenti di tengah jalan, berikut pengguna jalan lain yang terjebak di belakangnya, termasuk saya…
Apes lagi..apes lagi….
Pada ngapain yak Silup-nya (polisi) ?????!!!

"Hari bebas" untuk bikers Aremania ?? (part 1)


Begitu wasit meniup peluit panjang, tanda berakhirnya pertandingan Arema Indonesia vs PSPS Pekanbaru dengan skor 1-1, sontak, di Malang, ribuan pendukung Arema tumplek di jalanan, meluapkan kegembiraan. Dengan perolehan hasil imbang itu, Arema memposisikan diri sebagai jawara Liga Super Indonesia 2009-2010.
Saya nggak membahas soal sepakbola-nya, tapi tentang perilaku bikers.
Sudah sejak lama, seperti ‘adat’ di kota Malang, bila Arema bertanding, bikers berkostum Aremania / suporter Arema, mendapat sedikit ‘kebebasan’.
Tanpa mengenakan helm, mereka bebas saja melenggang di jalan-jalan kota Malang tanpa ‘diusik’ polisi.
Usut punya usut, ternyata, meski sedikit mendapat ‘keistimewaan’, namun bila mereka melanggar (selain soal helm tentunya), tetap ditilang kok.
Antara lain karena :
1. Berboncengan lebih dari 2 orang, langsung ditilang
2. Tidak membawa surat kendaraan (SIM dan STNK), motor langsung ngandang (bahasa malangan : disita)
3. Membawa atribut berbahaya, seperti bendera superbesar, langsung diamankan bendera-nya
4. Membawa sajam dan benda berbahaya lain, si oknum tanpa ba-bibu langsung diringkus

Apa pendapat brother sekalian???
Masih ada lanjutannya lho….