Spare part NOS, aman-kah diaplikasi? Simak beberapa tipsnya

Pagi masbro..

Spare part atau suku cadang kendaraan , baik mobil maupun sepeda motor merupakan piranti pendukung yang vital. Yang jamak dikenal dan akrab dengan telinga kita, istilah dalam spare-part adalah spare-part ori dan spare part kw. Ori, merupakan singkatan orisinal, yaitu suku cadang asli produksi pabrikan merk kendaraan. Sementara kw, adalah akronim atau istlah spare-part imitasi, atau tiruan yang bukan asli produksi pabrikan. Bisa jadi pihak ketiga atau produsen lain dengan beragam kualitas, yang biasanya dibawah spare-part ori.

Nah, ada lagi nih, yaitu spare-part NOS. Apaan nih? Ini lagi-lagi adalah singkatan. Yaitu New Old Stock. Gampangnya, ini adalah suku cadang orisinal pabrikan kendaraan, dalam kondisi baru gres, namun sudah lama diproduksi. Istilah barang NOS ini, populer di kalangan pengguna dan penghobi motor dan mobil rada lawas biasanya.

Sebabnya, kadang mereka kesulitan mencari suku cadang motor, yang motornya sendiri sudah tidak lagi diproduksi, alias motor lawas. Akhirnya, ya kudu berburu nih suku cadang. Entah barang bekas, dan bila membutuhkan dalam kondisi baru, biasanya melalui jaringan pertemanan dan komunitas.

Terus, jenisnya apa saja nih, suku cadang NOS dan bagaiman tips mengecek kondisinya saat beli? Yuk mareee….

  • Suku cadang NOS berbahan logam

Suku cadang dengan bahan logam, semisal besi, alumunium dan sejenisnya, merupakan onderdil yang paling kuat dan tahan meskipun disimpan dalam kurun waktu lama. Bila penyimpanan baik dan lokasi kering dan tertutup, kerusakan bisa dihindari. Yang perlu dicek saat membeli jenis ini, adalah noda yang menempel lama, serta karat yang mungkin terbentuk dari oksidasi. Contohnya antara lain knalpot, behel belakang, rumah lampu serta pipa setang

  • Suku cadang NOS berbahan plastik

Onderdil yang ini, lebih rentan rusak. Dengan material plastik dan sejenisnya, daya tahannya jelas dibawah logam. Meskipun resiko oksidasi atau karat tidak mungkin mendekat, tapi resiko kerusakan karena penyimpanan seperti baret, keretakan atau malah pecah, lebih besar karena material plastik yang kurang kuat. Cek baik-baik kondisi fisik barang NOS berbahan ini, seperti retak atau pecah, atau ada perubahan warna karena pudar. Beberapa onderdil ini antara lain mika lampu, cover bodi dan dek sayap

  • Suku cadang NOS berbahan karet

Yang ini paling rentan. Material karet, meskipun diklaim fleksibel atau elastis, tetap punya daya tahan tertentu. Apalagi bila tempat dan cara penyimpanan kurang tepat, bahan karet gampang melar dan berakhir dengan kerusakan material. Walhasil, tidak dapat berfungsi maksimal deh. Contohnya, sil/paking mesin, karet footstep, karet grip setang, sil dan karet sokbreker.

Nah, itu sedikit pengetahuan tentang barang-barang NOS, onderdil sepeda motor yang mungkin bermanfaat, terutama buat pemilik dan penghobi motor lawas, yang tentu masih sering berburu barang NOS untuk melengkapi kendaraannya atau sebagai suku cadang pengganti yang rusak.

Ketelitian serta komunikasi yang baik dengan penjual/penyedia adalah kunci utama. Jadi, nggak takut lagi kan berburu barang NOS untuk motor atau mobil jadulmu??

Semoga berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s